Oleh: wongtani | 6 Januari 2009

HAMA KEONG EMAS

keong-mas-3 Keong Emas atau Siput Murbei, Lampasa, orang menyebutnya, sekilas organisme ini bila dilihat nampak menarik dengan warna keemasan atau lebih keliatan kuning bila hidup pada air yang jernih. Sebagian orang memanfaatkannya untuk pakan ternak, juga dikonsumsi sebagai lauk dengan cara merebusnya terlebih dahulu baru digoreng atau di sate… wah menurut pengakuan mereka rasanya enak juga sih tapi jadi ngeri juga kalau-kalau jadi inang cacing pita dan masuk keperut kita, hii…. . Ada yang mungkin menaruhnya ke dalam akuarium atau sekedar dipelihara dalam wadah ember atau drum buat iseng atau hiburan?! yah karena memang cepat sekali perkembangbiakannya, cukup dikasi makan hijauan saja dia sudah bisa hidup dan beranak pinak. Eh..asal jangan iseng aja habis itu di bawa dan dilempar ke daerah persawahan yang memang belum ada keong masnya, bisa-bisa disumpahin tuh sama Bapak bapak Petani karena akan merepotkan bahkan cenderung membikin prustasi petani sepert aku.

Keong mas disawah kami berawal dari keisengan teman di tahun 1998 an, dia iseng bawa dua ekor untuk dipelihara dan mungkin lupa akhirnya si keong beranak pinak dan keluar dari tempatnya…pada tahun 2001 sudah ada masuk sawah, dikendalikan manual dengan menangkap dan membunuhnya. Seterusnya tahun 2006 ke 2007 aku mulai stres dengan begitu banyaknya keong disawah, dengan membayar upah tangkapan 1000 per kg keong anak-anak dan orang dewasa ramai menangkapinya giliran yang bayar pusing he he he……karena kadang total terkumpul sampai 400 kg lebih, hal ini kulakukan karena tak ingin padiku rusak juga untuk menekan opulasi keong mas menginggat saat itu belum menemukan pengendalian secara kimiawi.

Gimana gak prustasi bibit padi yang baru ditanam tak nunggu hitungan jam apalagi hari, udah pada dimakan habis. Akhirnya kita sulami dengan bibit baru eh…masih juga ludes dimakan, hingga sudah sering masuk media massa terjadi serangan keong mas di daerah A derah B dan seterusnya. Memang luar biasa merusak karena jumlahnya banyak kalau sedikit yah itu tadi menarik kalau udah jadi banyak wah BIANG KEROK dah, sehingga tetangga lain daerah sudah panen punya kita telat jadinya bahkan ada yang mogok gak ditanami lagi.

 telur keong

Coba dilihat foto diatas…., merah muda…segar…kaya bubur mutiara deh! tapi jangan dimakan lho…itu telor” SANG BIANG KEROK” alias Keong Emas. Keong Emas meletakkan telornya didahan, ranting, rumput dimana dia hidup dan selalu dipermukaan, menariknya setelah kami amati dia letakkan telornya sesuai ketinggian air pasang artinya hampir bisa kami pastikan air pasang yang masuk akan setinggi atau dibawah sang keong emas meletakkan telornya. Menarik bukan untuk dicermati, sehingga pada sawah selalu kami tancapkan kayu atau bambu untuk sang Keong meletakkan telornya kemudian kami musnahkan, sehingga mampu menekan populasinya.

Untuk saudaraku petani ditulisan berikutnya aku bahas bagaimana caranya memusnahkan si BIANG KEROK, agar kita bisa tersenyum lagi…


Tanggapan

  1. bila ada keong mas tolong hubungi saya, terima kasih

  2. Oke pak, wah tapi tanggung jumlahnya dan jauhnya jarak dari kotaku bila anda butuhkan?

  3. wah.. keong masnya kenapa g dimasak wae..
    kan bisa mengurangi populasi + bisa jadi lauk pauk buat keluarga… klo di tempat saya malah jadi uang itu pak

  4. Iya ujare puenak mas…tapi yg mau gak sebanding dengan jumlah keongnya he he he…aku sendiri belum pernah..ayo dong gimana carane masak?

  5. begini pak, keong itu dikumpulin yang ukurannya lebih gede dari buah duku, dibiarkan dalam ember, sampai semalam biar kotorannya delatif keluar, sokur2 dialiri air jadi tidak mati karena lendir yang berjejaljejalan.

    setelah itu rebus biasa hingga mendidih lebih dari sepuluh menit agar yakin binatang pengikutnya mati.

    kemudian dicongkeli pakai garpu kecil, dan tangan kiri yang pegang sambil jempolnya nahan bagian perutnya, jadi yang diambil hanya bagian badan dan kepalanya saja. itu udah jadi bahandasar.

    selanjutnya mau dimasak apaaja terserah anda, gulai,mangut,goreng,dsb.tambahkan batang arang sebesar 3jempol kaki minimal, untuk mengantisipasi jika ada racun yang ikut, akan terserap oleh arang.

    bisa juga pada proses perebusan pertama air dibuang digantu dengan air yang baru berikut bumbu seperti jahe, kunci,bawang, atau apa ajalah menurut ibuibu lebih tau.Jangan lupa masukkan juga batang arang untuk menyerap racun yang tidak diinginkan.

    nah nanti kalau udah mendidih yang ke 2, uapnya udah harum tuh,,,,,,,,,, dan siap disajikan.

    cara makannya enaknya bersama sama sambil ngobrol, malam malam minum teh/kopi.
    pegang tangan kiri, pakai garpu dicongkel, jempol tangan kiri nahan jeroannya, jadi yang terambil bodinya saja, lalu dicocolkan di sambal kecap n saus, atau sambal apa yang anda suka,
    teruuuuuuuuuuuuus ,,,,,,,diemplok.
    Maaaak Nyuuuuuuuus!!!!!!!

    di bandung ada yang jual satu porsi 9000 rupiah, tapi kayaknya tutut /keong hitam sawah.
    di jogja pernah ada yang jual sate keong , tentu saja dari keong yang sebesar salak/ bola tenis.

    yang di bandung masaknya, dengan ujung keong/bag. belakang dipotong, jadi ada kemungkinan kotorannya ikut keluar pada waktu rebusan pertama (walau tidak semua keluar).

    dan yang jelas maksudnya bisa dimakan dengan disedot dari depan mak, sruuuuut, bodi keong dengan perut dan kuah sueeedep ikut tertelan.

    INGAT!!!!!!!, BAHAYA KEONG MAS adalah, DARIMANA DIA DI DAPAT? KALAU DAERAH TERCEMAR YA,,,ANDA IKUT TERCEMAR.
    LOKASINYA SERING DISEMPROT PESTISIDA/HERBISIDA TIDAK? ATAU RACUN YANG LAIN.

    Amannya kalau keong yang diambil dari sawah/sungai, dipelihara di kolam sendiri, jadi yang dimbil anakannya, yang anda sendiri tahu dikasih makan apa keong tersebut, sehingga resiko pencemaran tidak ada.

    TAPI HARUS DIJAMIN KOLAM TIDAK BOCOR, BUANGAN AIR DITARUH DITEMPAT KERING JADI TIDAK MASUK SELOKAN,YANG DIHARAPKAN BIBIL YNG LEPAS MATI DI TANAH KERING/ BAGAIMANALAH CARA ANDA MENJAMIN TIDAK ADA YANG HIDUP LOLOS KE PERAIRAN.

    menurut saya keong mas untuk dimakan lebih bisa terkontrol dari pada kerang yang dijual di pinggir jalan, siapa tau berasal dari muara laut yang tercemar logam berat.
    lebih menngerikan lagi kerang yang dimakan, kan berikut isi perutnya,,,
    hiiiiii, makan isi perut karang dari laut yang kotor dan tercemar logam berat.

    kalau pengen mberantas di sawah sulit yah.
    paling dikurangi dengan menebarkan anak bebek pada padi yang masih kecil biar makan telur dan anakan yang kecil, kalau padinya udah besar, bisa pakai bebek yang sudah besar pula.

    ada pula kawan yang ingin buka warung dengan menu keong mas setelah mendengar cerita saya.

  6. wah ini nih resepnya…maknyuss tenan…ok mas aku cobanya yah….

  7. aku kayanya mau coba makan keong mas, tapi opo ya enak disate.,..ga beracun ya… atau malah berkhasiat.

  8. Halo mas gusti….yah katanya sih enak tuh..tapi aku gak mau makan takut aja jadi inangnya cacing pita he he he…tapi yang mau sih oke aja wong juga bergizi…tinggal cara masaknya aja to…ayo main ke sampit tak kasi banyak nih…

  9. Keong Mas juga merupakan siklus dari kehidupan alam, gak usah pusing, lihat, di Perikanan, Budi Daya Belut, Nirhono Blog Agro

  10. sebenarnya keong tersebut bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternativ, apalagi kalau kita punya peliharaan itik,ikan lele dsb. katanya keong mas tersebut tinggi akan protein. selamat mencoba…

  11. berantas keong tinggal buat aliran air yang di tanami jadi lembab keong pasti di aliran air lalu kita tinggal mengabilnya dan buat pakan orang atu ternak

  12. yap pak imam…betul sekali..kita buat cerukan atau aliran..kemudian kita keringkan air sehingga air masih tersisa dicerukan yg kita buat dan keongpun kumpul ria disana….tinggal tangkap…kita sate yah he he he…

  13. bedanya keong mas sama keong hitam apa>>>..
    racun yang terkandung bahaya tidak>>….?????????????!!!!!!! kalau ttidak saya akan coba memasak di buat semur……………..

  14. Rangga, keong hitam kaya apa tuh mas..apa keong didaratan itu yah….kalau keong mas sih diair bisa disawah atau parit/sungai/selokan.kolam jadi tergantung tempat hidupnya dah tercemar bahan kimia gak…kalau tercemar yah otomatis dagingnya dah tercemar juga kan…aku sih belum pernah makan tu keong namun yang suka juga buanyak he he he…


Beri tanggapan

Your response:

Kategori