Oleh: Ari Sampit/wongtani | 16 Agustus 2009

Pangkas, Potong, Jadilah Buahnya Lebat

SINONA1Malang benar nasib new varietas setinggi 6 m di kebun Prakoso Heryono. Sejangkung itu ia cuma menggendong 3 buah. Pohon lain berumur sama-4 tahun-sosoknya lebih pendek, hanya 2 m. Namun, 40 buah menyembul di ujung tajuk. Penampilan kontras itu gara-gara urusan pangkas-memangkas.

Menurut Prakoso, penangkar buah-buahan di Demak, Jawa Tengah. Pemangkasan rutin membuat srikaya lebih banyak cabang. Jika cabang lebih banyak, bunga pun muncul berlipat. Maklum, ‘Dominasi apikal srikaya tinggi,’ ujar Eddy Soesanto, pemilik nurseri Tebuwulung di Kelapadua, Depok. Tanpa pemangkasan, Annona squamosa terus tumbuh memanjang tanpa percabangan. Kalaupun bercabang, sedikit. Akibatnya bunga yang mestinya muncul di ujung cabang juga minim. Pada saat dipangkas, dominasi apikal dihambat sehingga cabang-cabang terbentuk dan tunas bunga terangsang muncul.

Pemangkasan sebaiknya dilakukan awal musim hujan. ‘Peluang berbunga lebat lebih besar dibandingkan pemangkasan di musim kemarau,’ kata Sobir PhD. Pada kemarau tanaman tidak mengalami pertumbuhan. Hasil fotosintesis disimpan sehingga cadangan makanan lebih banyak. Ini dipakai untuk pertumbuhan pada musim hujan. Prinsip itu yang dimanfaatkan ketika memangkas srikaya. ‘Saat srikaya dipangkas pada awal musim hujan, tanaman punya cukup energi untuk memproduksi bunga,’ tambah kepala Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT), IPB di Bogor, itu.

Dengan begitu peluang buah yang dihasilkan pun lebih banyak. Pengalaman Eddy tanaman umur 1,5 tahun mampu menghasilkan 10 buah/pohon jika dipangkas memasuki musim hujan. Sebaliknya pemangkasan pada musim kemarau menghasilkan 5-6 buah. Memasuki kemarau tanaman kehabisan cadangan makanan yang terpakai selama pertumbuhan di musim hujan.

Umur tepat

Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada tanaman minimal umur 1,5 tahun dari bibit asal susuan. Jika kurang dari itu, pasokan makanan untuk memproduksi dan membesarkan buah belum memadai. Akibatnya buah yang dihasilkan sedikit dan ukurannya kecil. Paling hanya 1-2 buah per pohon.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, pemangkasan mesti tepat. Untuk memacu munculnya tunas bunga, Eddy memotong 2-3 daun di ujung ranting dengan menyisakan sekitar 2-4 mm tangkai daun. Selang 3 hari tangkai daun yang tersisa menguning dan rontok. Nah, dari bekas tangkai daun itulah keluar tunas baru yang disusul bakal bunga. Setelah dipangkas, tanaman diberi pupuk NPK seimbang sebanyak 1 sendok makan. Fungsinya untuk merangsang tunas cepat muncul.

Selain pemangkasan, faktor yang mempengaruhi produksi buah per pohon adalah waktu kematangan putik dan benangsari. ‘Pada srikaya, putik matang lebih dulu dibandingkan benangsari,’ kata Sobir. Makanya agar jumlah buah yang dihasilkan maksimal penyerbukan perlu dibantu. Cara yang lazim dilakukan dengan mengoleskan serbuksari dari satu bunga ke kepala putik di bunga lain menggunakan kuas. Supaya putik mudah diolesi, seludang bunga pembungkus putik dibuka lebih dulu.

Sayang, cara itu kurang efisien bila new varietas dikebunkan massal. Eddy mengatasi dengan cara memotong bunga kuncup menggunakan gunting. Pemotongan dilakukan setengah dari panjang bunga agar tidak merusak putik dan benangsari.

Menurut Sobir potong bunga membuat waktu putik dibuahi lebih panjang. ‘Sebenarnya putik sudah matang ketika bunga masih kuncup, tapi belum bisa dibuahi karena benangsari belum matang,’ ujarnya. Misalkan masa subur bunga betina 4 hari setelah matang. Cirinya kepala putik berlendir. Tanpa perlakuan apa pun, 3 hari pascaputik matang bunga masih tertutup karena menunggu benangsari matang.

Akibatnya waktu ‘kawin’ terbatas. Waktu tersisa untuk benangsari menyerbuki putik tinggal sehari. Jika bunga dipotong sebelum mekar, waktu putik dibuahi bisa 4 hari penuh. Pembuahan dengan bantuan angin dan serangga yang membawa benangsari bunga lain yang sudah matang.

Seleksi

Sebulan pascapemotongan bunga muncul bakal buah. Agar hara tercukupi Eddy memberikan 1 sendok teh pupuk NPK seimbang 2 minggu sekali. Selain itu, new varietas butuh air banyak saat berbunga dan berbuah. Jika kurang air, bunga rontok dan pentil buah berwarna hitam kemudian gugur. Oleh karena itu Eddy menyiram anggota famili Annonaceae itu setiap hari hingga air keluar dari pot untuk tabulampot. ‘Itu tandanya penyiraman sudah merata,’ tambah pria kelahiran Jepara itu.

Sementara new varietas yang ditanam di kebun dibuatkan gundukan mengelilingi batang dengan panjang jari-jari 0,5 m. Lalu di akhir gundukkan itu dibuat cekungan sedalam 5 cm. Nah, penyiraman dilakukan 3 hari sekali ke gundukan hingga air memenuhi cekungan.

Buah yang muncul kemudian diseleksi. Hanya buah yang terlihat simetris dan bulat yang dipertahankan. ‘Bila dalam satu cabang terdapat 2 buah berjarak kurang dari 20 cm, buang satu,’ ujar pria 43 tahun itu. Tujuannya agar ukuran buah maksimal dengan pasokan makanan cukup.

Agar penampilannya mulus dan terhindar hama, buah dibungkus sejak berukuran panjang 6 cm. Pembungkus sebaiknya transparan atau yang bisa meneruskan sinar sehingga buah masih mendapat cahaya matahari. Itu agar penampilan mulus, kuning, dan menarik.

Cabang yang ‘menggendong’ buah disangga agar tak patah. Maklum, bobot buah rata-rata 600 g. Dengan pemangkasan cabang dan pemotongan bunga, new varietas berbuah lebat seperti pohon setinggi 2 m di tempat Prakoso. (Rosy Nur Ariyanti/Peliput: Nesia Artdiyasa) MAJALAH TRUBUS

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 519 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: