Oleh: Ari Sampit/wongtani | 25 Oktober 2010

Padi Inpara (inbrida padi rawa)

Inpara 1 dan
Inpara 2 toleran keracunan Fe dan
Al sehingga cocok dikembangkan
pada lahan rawa. Selain toleran
keracunan Fe dan Al, Inpara 3 juga
toleran rendaman

I. INPARA I
Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 957/ Kpts/SR.120/7/2008 Tanggal 17 Juli 2008.

Varietas INPARA I termasuk dalam golongan Cere Indica, dengan umur tanaman 131 hari, bentuk tanaman tegak, tinggi tanaman 111 cm, jumlah anakan produktif dapat mencapa 18 anakan dan rasa nasi PERA.  Apabila ditanam pada kondisi lahan rawa lebak rata-rata hasil dapat mencapai 5,65 ton/ha, sedangkan apabila ditanam pada kondisi lahan rawa pasang surut rata-rata hasllnya lebih rendah yaitu 4,45 ton/ha. Varietas INPARA I memiliki potensi hasil cukup tinggi yaitu 6,47 ton/ha. lahan rawa, baik rawa lebak maupun rawa pasang surut umumnya mengandung Fe dan AI cukup tinggi, kedua unsur ini apabila dalam kondisi banyak dapat menyebabkan keracunan pada tanaman. Varietas INPARA I memiliki toleransi keracunan Fe dan AI serta agak tahan terhadap serangan wereng batang coklat Biotipe 1 dan 2, serta tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri dan blas. Varietas ini cocok ditanam di daerah
rawa lebak dan rawa pasang surut.

Varietas ini sudah pernah kami tanam di lahan UPTD Balai Benih Utama Padi dan Palawija Sei Peang, dengan kondisi lahan pasang surut dan cenderung masam dengan PH antara 3 sd 5.  Hasilnya sangat toleran dengan cekaman kemasaman tanah dengan kandungan al dan fe, tidak terlihat  gejala keracunan Fe

2. INPARA 2

Keputusan Menteri Pertanian Nomor. 958/Kpts/SR.120/7!2008 tanggal 17Juli 2008.

INPARA 2 merupakan varietas yang termasuk dalam golongan cere indica,  Umur 128 hari, tinggi tanaman 103 cm, anakan produktif 16 batang eksripsi, posisi daun tegak, muka daun kasar, bentuk gabah sedang, warna gabah kuning, berat per 100 butir 25,66 gram dan tekstur nasi PULEN. Varietas ini agak tahan terhadap wereng batang coklat Biotipe 2 serta tahan terhadap hawar daun dan blass, serta memiliki toleransi terhadap keracunan Fe dan AI. INPARA 2 baik ditanam pada lahan pasang surut dan lahan rawa lebak.

Potensi hasil INPARA 2 mencapai 6,08 ton/ha dengan rata-rata hasil pada lahan rawa lebak 5,49 ton/ha, dan pada lahan rawa pasang surut 4,82 ton/ha.

Varietas Inpara 2 ini juga telah kami tanam 2 kali musim tanam, saat ini saya sendiri yang mencoba dan kondisi tanaman fase generatif diperkirakan satu minggu kedepan panen, Ekstrimnya cuaca dengan air melimpah karena hujan dan air pasang sama sekali tidak berpengaruh buruk pada tanaman.  Tidak ada gejala sedikitpun keracunan Fe yang biasanya menyerang karena tanah yg masam.  Anakan produktif ternyata lebih dari 16, kenyataan mencapai diatas 20 dan ada yang sampai 50 anakan. Kondisi daun yang tegak dan malai/gabah yang sembunyi dibawah daun sangat membantu mengurangi serangan burung pipit.

3. INPARA 3
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor. 960/Kpts/SR.120/7I2008 Tanggal 17 Juli 2008 Varietas INPARA 3 dilepas. INPARA 3 agak toleran rendaman selama 6 hari pada fase vegetatif, agak toleran keracunan Fe dan AI,
baik ditanam di daerah rawa lebak, rawa pasang surut potensial dan di sawah irigasi yang rawan terhadap banjir. Varietas INPARA 3 termasuk dalam golongan cere indica, tekstur nasi pera, dengan umur tanaman 127 hari, tinggi
tanaman 108 cm, bentuk tanaman tegak, dengan jumlah anakan produktif 17
anakan. Potensi hasil lNPARA 3 mancapai 5,6 ton/ha, dengan rata-rata hasil 4,6 ton/ ha GKG.

Varietas ini menjadi pilihan terbaik bagi petani disampit yang senang dengan tekstur nasi PERA, sudah pernah diuji coba di lokasi petani difasilitasi oleh BPTP Palangka Raya.  Penampakan yang kompak dan tahan rebah serta produksi yang tinggi merupakan daya tarik selain tahan dengan cekaman keracunan  Fe dan Al akibat tanah yang asam.

Harapan terhadap varietas ini sangat besar, namun demikian ketersediaan benihnya ternyata mengalami kendala. Program SL-PTT yang kami minta untuk dipenuhi dengan Varietas tersebut juga tak bisa terpenuihi karena tidak adanya penangkaran.  Penangkaran setempat juga masih sedikit sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan benih MT. Okmar 2010 ini.

Peluang penangkaran benih Inpara ini terbuka lebar, dengan usaha pendekatan kepada petani rencana MT. Okmar 2010 ini diupayakan untu menangkarkan Varietas Inpara 2 dan 3 yang sumber benihnya ada di UPTD Balai Benih Utama Sei Peang.

SELAMAT BERJUANG PETANIKU.

About these ads

Responses

  1. Wah’ kyknya inpara 2 cocok pak de

    Suka

    • Mas Muji..cocok sekali dilahan pasang surut…sayang berasnya gak seenak ciherang dkk…he he he…

      Suka


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 493 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: