<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Petaniku dan Nasa</title>
	<atom:link href="http://wongtaniku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wongtaniku.wordpress.com</link>
	<description>Kerja Keras dan Bersyukur</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Dec 2009 16:43:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='wongtaniku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/07401a229b2b4bb7d4c830c9c6b5e391?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Petaniku dan Nasa</title>
		<link>http://wongtaniku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wongtaniku.wordpress.com/osd.xml" title="Petaniku dan Nasa" />
		<item>
		<title>Produktivitas&#8230;?</title>
		<link>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/12/13/produktivitas/</link>
		<comments>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/12/13/produktivitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 16:43:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongtani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk dan Pestisida Organik NASA]]></category>
		<category><![CDATA[yok tanam padi]]></category>
		<category><![CDATA[NASA]]></category>
		<category><![CDATA[padi]]></category>
		<category><![CDATA[sampit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongtaniku.wordpress.com/?p=1511</guid>
		<description><![CDATA[Kata diatas sungguh sangat sakti, akibat kata itulah kinerja seseorang bahkan suatu instansi dan seterusnya dapat diketahui.  Lalu apa hubungannya dengan kita yang bekerja didunia pertanian? wah sering sekali terdengar, kalau tidak bagus produktivitasnya yah sama saja bangkrut usaha kita,apalagi usaha agrokompleks merupakan kategori hight risk&#8230;atau besar resikonya he he he&#8230;plus mengasikkan tentunya.
Gak usah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1511&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_1512" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/12/24112009489.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-1512" title="Balai benih Sei Peang " src="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/12/24112009489.jpg?w=150&#038;h=112" alt="sawah sampit" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">kerja  kerasssss!!!</p></div>
<p>Kata diatas sungguh sangat sakti, akibat kata itulah kinerja seseorang bahkan suatu instansi dan seterusnya dapat diketahui.  Lalu apa hubungannya dengan kita yang bekerja didunia pertanian? wah sering sekali terdengar, kalau tidak bagus produktivitasnya yah sama saja bangkrut usaha kita,apalagi usaha agrokompleks merupakan kategori hight risk&#8230;atau besar resikonya he he he&#8230;plus mengasikkan tentunya.</p>
<p>Gak usah mengupas terlalu jauhlah, aku hanya ikut nelangsa dengan kondisi produktivitas padi Kalteng adalah terendah seindonesia!!!!.  Masih dibawah 30 kwintal/ha, kalah dengan daerah tandus NTT dan saudara kita di Irian jaya. Dimana letak salahnya, padahal kerja keras cukup dan bantuan program mengalir sama dengan daerah lainnya seperti BLBU dan SLPTT dan banyak lagi yang lainnya. Menurut info ada beberapa hal penyebabnya diantaranya :</p>
<ol>
<li> Produktivitas padi sawah sudah di atas angka 3 ton/ha,namun produktivitas padi ladang masih berkisar di 2,0 dan 2,5 ton/ha sehingga bila dikalkualasikan tetap saja Kalteng masih dibawah 30 kwintal/ha.</li>
<li>Pengawalan atau penekanan pada Ubinan yang dilakukan Mantri Tani perlu ditingkatkan sehingga didapat data yang lebih cepat, tepat dan akurat walaupun data yag diambil keputusannya ada pada pihak BPS.</li>
<li>Diperlukan kerjasama yang baik dengan Mantis/BPS mengenai titik sampel terdata dengan baik.</li>
<li>Secara teknis aku temukan petani kami masih bertani subsisten, hanya rutinitas dan mengarah ke ekonomis masih belum kuat</li>
<li>Pemupukan masih seadanya dan konsep pemupukan berimbang belum dilakukan.</li>
<li>Kerja keras&#8230;kerja keras&#8230;dan kerja keras lagi!!!!!</li>
</ol>
<p>Tak usah malu mengakuinya, namun jadikan semangat juang lebih tinggi kapan perlu kecepatannya ditambah.  Kita bisa lebih maju untuk itu banyaklah intropeksi diri dan mengaca pada perjuangan daerah yang sudah maju, dan marilah rekan petani lebih giat karena dipundak kitalah nasib Bangsa ini memperoleh ketahanan pangannya jika kita loyo maka Negara Ini juga akan ikut Loyo&#8230;.AYO BERJUANG KAWAN&#8230;TEKNOLOGI SUDAH ADA DARI ANAK NEGERI SENDIRI&#8230;.AKU YAKIN SEKALI DENGAN TEKNOLOGINYA NASA INDONESIA INI KALTENG AKAN NAIK JAUH PRODUKTIVITAS PADINYA&#8230;&#8230;SEMANGAT PAGI!!!!!</p>
Posted in Berita sekitar kita, Pupuk dan Pestisida Organik NASA, yok tanam padi Tagged: NASA, padi, sampit <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongtaniku.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongtaniku.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongtaniku.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongtaniku.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongtaniku.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongtaniku.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongtaniku.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongtaniku.wordpress.com/1511/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongtaniku.wordpress.com/1511/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongtaniku.wordpress.com/1511/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1511&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/12/13/produktivitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab982a4e6dcccf5363df106884f86e2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongtani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/12/24112009489.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Balai benih Sei Peang </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anggota DPRD &amp; Sekda Kabupaten Malang Kunjungi NASA</title>
		<link>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/12/12/anggota-dprd-sekda-kabupaten-malang-kunjungi-nasa/</link>
		<comments>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/12/12/anggota-dprd-sekda-kabupaten-malang-kunjungi-nasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 13:55:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongtani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk dan Pestisida Organik NASA]]></category>
		<category><![CDATA[NASA]]></category>
		<category><![CDATA[training produk nasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongtaniku.wordpress.com/?p=1507</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Media &#8211; NASA











Tanggal 28 Nopember 2009 yang lalu, PT. NASA telah dikunjungi oleh rombongan anggota DPRD dan Sekda Kab. Malang, Jawa Timur yang berjumlah 15 orang. Bertindak sebagai ketua rombongan adalah Bp. Rudi Hadi Susilo, seorang anggota marinir TNI AL dan ia juga sebagai Pengelola Stockist N-065 asal  Malang, Jawa Timur. Mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1507&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh : Media &#8211; NASA</p>
<p><img src="/Users/User/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /></p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td width="533"></td>
</tr>
<tr>
<td><img src="http://www.naturalnusantara.co.id/image/malang01.jpg" alt="" hspace="10" vspace="5" align="left" /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Tanggal 28 Nopember 2009 yang lalu, PT. NASA telah dikunjungi oleh rombongan anggota DPRD dan Sekda Kab. Malang, Jawa Timur yang berjumlah 15 orang. Bertindak sebagai ketua rombongan adalah Bp. Rudi Hadi Susilo, seorang anggota marinir TNI AL dan ia juga sebagai Pengelola Stockist N-065 asal  Malang, Jawa Timur. Mereka disambut secara langsung oleh manajemen PT. NASA diantaranya Bp. Ir. Hana Indra Kusuma, MP selaku Direktur Utama PT. NASA dan Bp. Ir. Joni Riyanto selaku Manajer TS dan Humas.<br />
Maksud dan tujuan rombongan ini adalah ingin lebih mengetahui tentang NASA serta visi dan misinya dalam membangun bangsa khususnya pada bidang agrokompleks. Selain itu juga  mereka sangat tertarik dengan bisnis NASA yang mengedepankan produk-produk anak bangsa. Yang tak kalah menariknya bagi mereka adalah bahwa mereka mendengar akan luar biasanya produk-produk agrokompleks NASA yang selama ini telah digunakan oleh banyak petani di nusantara ini yang  dapat meningkatkan hasil produksinya.<br />
Selain mengunjungi PT. NASA, rombongan juga berkesempatan untuk mengunjungi lahan pasir di Pandansimo, Bantul yang menggunakan produk-produk NASA, dimana lahan pasir ini merupakan laboratorium alam yang digunakan untuk penelitian. Ternyata mereka begitu takjub dengan melihat berbagai macam tanaman yang tumbuh di atas pasir itu. Ya, di lahan tersebut ada tanaman padi, kacang tanah, kurma, cabai dan sebagainya yang tumbuh subur.<br />
Dengan kondisi ini mereka sangat tertarik dan mencoba kedepan menggalang kerjasama dengan PT. NASA untuk memajukan dunia pertanian di Kabupaten Malang khususnya dan di Jawa Timur pada umumnya. Semoga niat mereka akan tercapai.</p>
<p>Tanggal Publikasi: 11-December-09, Jam : 09:27:29</p>
Posted in Berita sekitar kita, Jalan-jalan, Pupuk dan Pestisida Organik NASA Tagged: NASA, training produk nasa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongtaniku.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongtaniku.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongtaniku.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongtaniku.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongtaniku.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongtaniku.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongtaniku.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongtaniku.wordpress.com/1507/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongtaniku.wordpress.com/1507/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongtaniku.wordpress.com/1507/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1507&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/12/12/anggota-dprd-sekda-kabupaten-malang-kunjungi-nasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab982a4e6dcccf5363df106884f86e2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongtani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/Users/User/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.png" medium="image" />

		<media:content url="http://www.naturalnusantara.co.id/image/malang01.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>CVPD JERUK</title>
		<link>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/12/06/cvpd-jeruk/</link>
		<comments>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/12/06/cvpd-jeruk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 02:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongtani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[BVR]]></category>
		<category><![CDATA[hormonik]]></category>
		<category><![CDATA[pestona]]></category>
		<category><![CDATA[poc nasa]]></category>
		<category><![CDATA[powernutrision]]></category>
		<category><![CDATA[supernasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongtaniku.wordpress.com/?p=1499</guid>
		<description><![CDATA[CVPD (Liberobacter asiaticum)
citrus huanglungbin
Citrus greening symptoms, Kenya  1991.
 
Nama umum : citrus huanglungbin (greening) disease
Klasifikasi : Kingdom : Proteobacteria
Kelas : Rhodospirilli
Ordo : Rhizobiales
Famili : Rhizobiaceae
   
Sumber gambar : CABI
Penyakit  Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD)/
Citrus  Huang Lung Bin/ Citrus Greening 
(Bakteri  Liberobacter asiaticum)
 Morfologi dan daur hidup
Disebut  juga “greening” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1499&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>CVPD </strong><em><strong>(Liberobacter asiaticum)</strong></em></p>
<p><em><strong>citrus huanglungbin</strong></em></p>
<p><em><strong>Citrus greening symptoms, Kenya  1991.</strong></em><img src="/DOCUME%7E1/JOKOAR%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" /></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Nama umum : <em>citrus huanglungbin</em> (greening) disease<br />
Klasifikasi : Kingdom : Proteobacteria<br />
Kelas : Rhodospirilli<br />
Ordo : Rhizobiales<br />
Famili : Rhizobiaceae</p>
<p><span style="font-family:Arial;color:#000099;"><strong> <span style="font-size:x-small;"> <img src="http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id/images/data/opt/jeruk/cvpd/image001.JPG" border="0" alt="" width="117" height="87" /> <img src="http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id/images/data/opt/jeruk/cvpd/image002.JPG" border="0" alt="" width="104" height="87" /></span></strong></span></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/JOKOAR%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.png" alt="" />Sumber gambar : CABI</p>
<p><strong>Penyakit <em> Citrus Vein Phloem Degeneration</em> (CVPD)/</strong></p>
<p><strong><em>Citrus  Huang Lung Bin/ Citrus Greening </em></strong></p>
<p><strong>(Bakteri <em> Liberobacter asiaticum</em>)</strong></p>
<p><strong> Morfologi dan daur hidup</strong></p>
<p>Disebut  juga “<em>greening</em>” kini namanya secara internasional telah dibakukan menjadi  “<em>Huang Lung  Bin</em>” atau kira-kira berarti penyakit yang menyebabkan daun  berwarna kuning. Penyakit ini disebabkan oleh suatu bakteri perusak jaringan  phloem yang tidak dapat dikulturkan disebut <em>Liberobacter asiaticum </em>dan  berbeda dengan yang berkembang di benua Afrika yaitu <em>Liberobacter africanum.</em></p>
<p>Penyakit ini terdapat di  Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.<span id="more-1499"></span></p>
<p><strong> Gejala serangan</strong></p>
<p>Sebagian atau seluruh tajuk  tanaman berwarna kuning tergantung pada intensitas serangannya. Daun yang  menunjukkan gejala serangan menjadi lebih kaku, lebih tebal sering berdiri tegak  dan terdapat warna hijau mengelompok tidak merata.  Tulang-tulang daun menonjol berwarna hijau  gelap, sedangkan daging daun berwarna kuning.   Pada intensitas  serangan berat ukuran daun menjadi lebih kecil dan menghasilkan buah &#8220;nilek&#8221;  yaitu buah yang ukurannya kecil hingga sebesar kelereng dengan biji di dalamnya  berwarna hitam.<br />
Pengamatan di bawah mikroskop terhadap irisan tipis dari  hasil potongan melintang tulang daun tanaman yang menunjukkan gejala kerusakan  pada jaringan pembuluh tapis (floem) yang umumnya merupakan jalur putih.</p>
<p>Penyakit  CVPD ditularkan oleh kutu loncat <em>Diaphorina citri </em>Kuw. dan bibit yang  telah terinfeksi penyakit ini. Tipe hubungan patogen CVPD di dalam tubuh  vektornya bersifat persisten, sirkulatif dan non propagatif, artinya jika vektor  CVPD telah mengandung patogen <em>L. asiaticum, </em>maka jika kondisinya ideal  selama hidupnya akan bersifat viruliferous, tetapi tidak diturunkan kepada  anaknya. Serangga penular  ini menyerang kuncup daun dan tunas-tunas muda, dan  mengakibatkan tunas menjadi keriting dan pertumbuhannya terhambat. Pada tingkat  serangan lebih lanjut, ­bagian tunas yang terserang secara bertahap menjadi  kering dan kemudian mati. Serangga penular CVPD ini menjadi lebih aktif pada  suhu tinggi (dataran rendah) dibanding pada suhu rendah (dataran tinggi).  Tanaman inang kutu loncat ini adalah kemuning <em>(Muraya peniculata) </em>dan  dari famili Rutaceae.</p>
<p>Kutu  loncat ini juga menghasilkan sekresi berwarna putih berbentuk spiral, diletakkan  di atas permukaan daun atau pucuk tunas. <em> Diaphorina citri </em> mempunyai 3 stadia hidup,  yaitu telur, nimfa dan dewasa. Siklus hidupnya berlangsung selama 16 &#8211; 18 hari  pada suhu panas atau  ±  45 hari pada suhu dingin. Serangga penular ini mampu bertelur sebanyak 500 &#8211; 800  butir selama masa hidupnya yang biasanya diletakkan secara tunggal atau kelompok  pada kuncup dan tunas-tunas muda sehingga pola pertunasan merupakan faktor  penting dalam perkembangbiakannya.</p>
<p>Tingkat populasi serangga penular, kecepatan angin, tingkat ketahanan varietas  berpengaruh terhadap kecepatan penularan penyakit ini.</p>
<p><strong> Tanaman inang lain </strong></p>
<p>Anggota Rutaceae seperti <em> Poncirus trifoliata, Murraya paniculata, Swinglea glutinosa, Clausena indica,  Atalantia missionis, Triphasia aurantiola, </em>tapak dara dan <em>Cuscuta </em>sp.</p>
<p><strong>Cara pengendalian</strong></p>
<ul>
<li><em> Pengendalian pengaturan karntina</em>,  	dengan cara melarang peredaran bibit yang tidak jelas asal usulnya, dan  	melarang memasukkan bibit jeruk dari daerah serangan endemis ke daerah lain.</li>
<li><em>Pengendalian secara  	bercocok tanam/kultur teknis</em>,  	meliputi cara-cara yang mengarah pada budidaya tanaman sehat yaitu :  	terpenuhinya persyaratan tumbuh (suhu, curah hujan, angin, ketinggian  	tempat, tanah/lahan bebas sumber inokulum), pengaturan jarak tanam, bibit  	sehat/tidak menanam bibit sakit, dan pengamatan terhadap gejala tanaman  	terserang.</li>
<li><em>Pengendalian mekanis dan fisik</em>,  	dilakukan dengan membersihkan dan sanitasi kebun terhadap inang lain dan  	membongkar tanaman sakit serta memusnahkannya.</li>
<li><em> Pengendalian biologi</em>, dengan  	cara memanfaatkan parasit, predator, dan patogen untuk mengendalikan  	vektornya, yaitu :
<ul>
<li>Parasit nimfa antara lain <em>Tamanxia radiata </em>dan <em>Diaphorencyrtus  		aligarhensis </em>dengan tingkat parasitisme berturut-turut 90% dan 60 &#8211;  		80%</li>
<li>Predator seperti C<em>urinus coeruleus, Coccinella  		repanda, Syrpidae </em>dan <em>Chrysophydae</em>.</li>
<li>Entomopatogen antara lain adalah <em>Metharrizium </em>sp. dan <em> Hirsutella </em>sp. hingga mencapai, 30%.</li>
</ul>
</li>
<li><em>Pengendalian kimiawi</em>,  	dengan menggunakan insektisida untuk mengendali-kan vektornya bila cara-cara  	lain tidak efektif.</li>
</ul>
<p><strong>Catatan :</strong></p>
<p>Sukurlah dikalimantan tidak ditemu khususnya di Kotimku tercinta mengingat antusiame petani terhadap komoditi ini cukup besar, yang tersatukan seluas kurang lebih 75 Ha ada dikecamatan kota besi dan menyebar lagi diantaranya dikecamatan MB.Ketapang,MH. Utara, MH. Selatan,P.Hanaut juga Baamang. Namun demikian pencegahan tetap dilakukan dan bagi beberapa rekan petani seperti pak Bambang, mas Supri,pak Sarjono dkk. di Kotabesi aktif memanfaatkan produk PT Natural Nusantara seperti POC Nasa, Hormonik, Power Nutrition, Supernasa dan Pestisida Organik PESTONA serta agen hayati Glio dan BVR.</p>
<p>&lt;/tr<br />
Sumber : <a href="http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id/index.php?option=com_wrapper&amp;Itemid=142" target="_blank">Ditlinhortikultura</a></p>
Posted in Hortikultura Tagged: BVR, hormonik, pestona, poc nasa, powernutrision, supernasa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongtaniku.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongtaniku.wordpress.com/1499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongtaniku.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongtaniku.wordpress.com/1499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongtaniku.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongtaniku.wordpress.com/1499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongtaniku.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongtaniku.wordpress.com/1499/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongtaniku.wordpress.com/1499/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongtaniku.wordpress.com/1499/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1499&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/12/06/cvpd-jeruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab982a4e6dcccf5363df106884f86e2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongtani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/JOKOAR%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.png" medium="image" />

		<media:content url="http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id/images/data/opt/jeruk/cvpd/image001.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id/images/data/opt/jeruk/cvpd/image002.JPG" medium="image" />

		<media:content url="/DOCUME%7E1/JOKOAR%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>VIRUS KUNING CABAI</title>
		<link>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/30/waspadalailah-terhadap-serangan-virus-kuning-cabai-berdasarkan-informasi-dari-dewan-hortikultura-indonesia-dhi-dan-laporan-petugas-popt-daerah-sentra-sentra-produksi-tanaman-cabai-bahwa-serangan-v/</link>
		<comments>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/30/waspadalailah-terhadap-serangan-virus-kuning-cabai-berdasarkan-informasi-dari-dewan-hortikultura-indonesia-dhi-dan-laporan-petugas-popt-daerah-sentra-sentra-produksi-tanaman-cabai-bahwa-serangan-v/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 17:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongtani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hortikultura]]></category>
		<category><![CDATA[Pupuk dan Pestisida Organik NASA]]></category>
		<category><![CDATA[BVR]]></category>
		<category><![CDATA[cabe]]></category>
		<category><![CDATA[metilat]]></category>
		<category><![CDATA[pestona]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongtaniku.wordpress.com/?p=1494</guid>
		<description><![CDATA[WASPADALAILAH TERHADAP SERANGAN VIRUS KUNING CABAI 
Berdasarkan informasi dari Dewan Hortikultura Indonesia (DHI) dan  laporan petugas POPT daerah sentra-sentra produksi tanaman cabai, bahwa serangan virus kuning pada tanaman cabai (virus gemini) saat ini sudah terdapat hampir di seluruh sentra produksi cabai dan mengancam upaya peningkatan agribibisnis cabai secara nasional. Di tingkat lapang, virus Gemini juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1494&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>WASPADALAILAH TERHADAP SERANGAN VIRUS KUNING CABAI </strong></p>
<p>Berdasarkan informasi dari Dewan Hortikultura Indonesia (DHI) dan  laporan petugas POPT daerah sentra-sentra produksi tanaman cabai, bahwa serangan virus kuning pada tanaman cabai (virus gemini) saat ini sudah terdapat hampir di seluruh sentra produksi cabai dan mengancam upaya peningkatan agribibisnis cabai secara nasional. Di tingkat lapang, virus Gemini juga diketahui menyerang tanaman melon.</p>
<p dir="ltr"><img src="http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id/images/stories/virus%20kuning0.jpg" alt=" " width="113" height="135" align="left" /><span style="font-family:Arial Narrow;font-size:x-small;"> </span><img src="http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id/images/stories/virus%20kuning.jpg" alt=" " width="121" height="135" align="left" />Penyakit virus kuning termasuk ganas, cepat menyebar dan sangat sulit dikendalikan, antara lain karena mudah ditularkan oleh serangga vektor kutu kebul (<em>Bemicia tabaci</em>). Tanaman inangnya banyak, baik yang dibudidayakan maupun liar/gulma, tidak ada pestisida yang dapat mengendalikan virus, dan belum diketahui varietas yang tahan. Oleh karena itu apabila tidak dilakukan lengkah-langkah pengendalian yang konkret di lapangan, dikhawatirkan menjadi ancaman serius terhadap penurunan produksi cabai.</p>
<p><span id="more-1494"></span><br />
Sehubungan dengan hal tersebut,  kami mengharapkan kerjasama dan bantuan Saudara untuk mengambil langkah-langkah pengendalian yang perlu dan segera untuk menanggulangi virus kuning pada cabai. Langkah-langkah pengendalian yang perlu dilakukan adalah sebagai  berikut:</p>
<p dir="ltr"><strong> </strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Pada Pesemaian</strong></p>
<ul>
<li>
<p dir="ltr">Penggunaan benih sehat dan bukan berasal dai daerah  	terserang</p>
</li>
<li>
<p dir="ltr">Perendaman benih dengan larutan PGPR (<em>Plant  	Growth Promotion Rhizobacter</em>)  terutama Pf/<em>Pseudomonas flourescens</em> dengan dosis 20 ml/liter air selama 6 – 12 jam),</p>
</li>
<li>
<p dir="ltr">Untuk pencegahan, selalu diupayakan agar  	jangan sampai terjadi serangan vektornya.</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr"><strong>Lapangan :</strong></p>
<ul>
<li>
<p dir="ltr">Menanam pinggiran lahan tanam dengan 6 baris tanaman jagung 2-3 minggu sebelum tanam cabai dengan jarak tanam rapat 15 – 20 cm atau tanaman orok-orok,</p>
</li>
<li>
<p dir="ltr">Pemberian pupuk kandang/kompos minimal 20  	ton/ha,</p>
</li>
<li>
<p dir="ltr">Rotasi tanaman dengan tanaman bukan inang virus, terutama bukan dari famili Solanaceae (contoh : kentang, tembakau), dan famili Cucurbitaceae (contoh : mentimun, melon). Rotasi tanaman dilakukan dalam hamparan, tidak perorangan, serentak setiap satu musim tanam dan seluas mungkin.</p>
</li>
<li>
<p dir="ltr">Eradikasi tanaman sakit, yaitu tanaman yang menunjukkan gejala segera dicabut dan dimusnahkan dengan cara dibakar supaya tidak menjadi sumber penularan.</p>
</li>
<li>
<p dir="ltr">Pemasangan perangkap likat kuning sebanyak 40 lembar/ha secara serentak di pertanaman, digantung/dijepit pada kayu/bambu setinggi 30 cm di atas tajuk daun guna mengurangi populasi vektor,</p>
</li>
<li>
<p dir="ltr">Menjaga keberadaan parasit nympha, <em> Encarsia formosa</em> dan predator <em>Monochilus siegmaculatus</em>, dengan  	tidak menggunakan pestisida kimia sintetik secara tidak selektif</p>
</li>
<li>
<p dir="ltr">Apabila diperlukan dapat menggunakan  	insektisida efektif yang diijinkan oleh Menteri Pertanian untuk kutu kebul.</p>
</li>
<li>
<p dir="ltr">Pada kondisi populasi vektor rendah, dapat digunakan pestisida nabati dari tanaman nimba, tagetes, eceng gondok, rumput laut, dan kembang pukul empat.</p>
</li>
</ul>
<p dir="ltr">
<p dir="ltr">Dalam melakukan operasional gerakan pengendalian, hendaknya Saudara melibatkan berbagai petugas dan petani. Kunci sukses pengendalian virus pada umumnya adalah dilakukan dengan terencana sejak sebelum tanam, serentak dalam area yang luas dengan melibatkan kepedulian dan peran semua pihak baik Dinas/Petugas, petani dan pihak-pihak lain yang terkait.</p>
<p dir="ltr">Sumber: <a title="VIRUS KUNING CABE" href="http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=22&amp;Itemid=1" target="_blank">Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura</a></p>
Posted in Hortikultura, Pupuk dan Pestisida Organik NASA Tagged: BVR, cabe, metilat, pestona <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongtaniku.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongtaniku.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongtaniku.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongtaniku.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongtaniku.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongtaniku.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongtaniku.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongtaniku.wordpress.com/1494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongtaniku.wordpress.com/1494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongtaniku.wordpress.com/1494/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1494&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/30/waspadalailah-terhadap-serangan-virus-kuning-cabai-berdasarkan-informasi-dari-dewan-hortikultura-indonesia-dhi-dan-laporan-petugas-popt-daerah-sentra-sentra-produksi-tanaman-cabai-bahwa-serangan-v/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab982a4e6dcccf5363df106884f86e2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongtani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id/images/stories/virus%20kuning0.jpg" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ditlin.hortikultura.deptan.go.id/images/stories/virus%20kuning.jpg" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pro-Kontra ‘Food Estate’</title>
		<link>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/28/pro-kontra-%e2%80%98food-estate%e2%80%99/</link>
		<comments>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/28/pro-kontra-%e2%80%98food-estate%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 11:21:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongtani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[padi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongtaniku.wordpress.com/?p=1489</guid>
		<description><![CDATA[Rencana pemerintah memberikan lampu hijau kepada swasta baik dalam negeri dan asing menanamkan modalnya pada usaha budidaya tanaman pangan patut dicermati. Bahkan berbagai kalangan pun masih pro kontra terhadap invetasi besar-besaran di sektor yang selama ini menjadi penyedia hajat hidup orang banyak.
Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Hendri Saragih menyesalkan langkah yang diambil pemerintah untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1489&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Rencana pemerintah memberikan lampu hijau kepada swasta baik dalam negeri dan asing menanamkan modalnya pada usaha budidaya tanaman pangan patut dicermati. Bahkan berbagai kalangan pun masih pro kontra terhadap invetasi besar-besaran di sektor yang selama ini menjadi penyedia hajat hidup orang banyak.</strong></p>
<p>Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Hendri Saragih menyesalkan langkah yang diambil pemerintah untuk mendongkrak produksi padi nasional melalui program <em>food estate</em>. Pengembangan <em>food estate </em>justru bertentangan dengan upaya pemerintah mendorong ekonomi kerakyatan, khususnya ekonomi kaum tani.</p>
<p>Menurutnya, dengan adanya pembukaan <em>food estate</em>, maka karakter pertanian dan pangan Indonesia makin bergeser dari <em>peasant-based and family-based agriculture </em>menjadi<em> corporate-based food </em>dan <em>agriculture production</em>. Kondisi ini justru melemahkan kedaulatan pangan Indonesia.<span id="more-1489"></span></p>
<p>Apalagi, nilai Hendri, pertumbuhan produksi padi yang dalam dua tahun terakhirr cukup besar itu masih patut dipertanyakan. Dari hasil kajian SPI, malah terlihat tidak nampak adanya pertumbuhan produksi yang signifikan. Rata-rata produksi padi di daerah hanya 4,06 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.</p>
<p>Sementara di sejumlah daerah seperti Bogor, Cirebon, Pati dan Kudus jumlahnya lebih rendah dari 4 ton/ha. Rendahnya produksi padi di beberapa daerah itu karena berbagai faktor, mulai dari sempitnya lahan kepemilikan hingga bencana banjir dan kekeringan.</p>
<p>Hal lain yang membuat pertumbuhan produksi padi dipertanyakan adalah karena laju konversi lahan pertanian yang sangat pesat hingga mencapai 100.000 ha/tahun. Padahal, di sisi lain, pencetakan sawah baru hanya sekitar 35.000 ha/tahun. “Anehnya, laporan luas panen tidak menurun, tapi justru terus meningkat,” kata Hendri mempertanyakan.</p>
<p>“Memang pemerintah melakukan beberapa upaya meningkatkan produksi pangan nasional, khususnya padi. Tapi, sayangnya, pemerintah justru mendorong program <em>food estate</em>. Padahal, permasalahan utama pertanian kita adalah rendahnya kepemilikan lahan pertanian,” tuturnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir menilai, secara konsep pengembangan <em>food estate </em>cukup bagus. Sebab, dalam draf Peraturan Pemerintah tersebut, investor yang akan membangun <em>food estate </em>harus melibatkan petani.</p>
<p>Dengan demikian, bagi petani akan lebih mudah karena dalam pengelolaan <em>food estate</em>, petani akan mendapatkan kepastian pasokan sarana produksi seperti pupuk dan benih. Begitu juga persoalan permodalan petani tidak akan menghadapi kendala. “Bahkan, pemasaran terhadap hasil dari <em>food estate </em>juga sudah bisa diantisipasi,” katanya kepada <em>Agro Indonesia</em>.</p>
<p>Winarno juga mengingatkan, agar dalam Peraturan Pemerintah tentang <em>food estate</em>, pemerintah mewajibkan investor swasta melibatkan petani dalam pembangunan <em>food estate</em>. Sebab, jika investor — baik swasta dalam negeri maupun asing — dibiarkan berjalan sendiri, program itu akan menjadi proyek mercusuar.</p>
<p>“Bagi petani, apakah investor yang mengembangan <em>food estate </em>swasta dalam negeri atau asing, tidak jadi masalah. Yang terpenting mereka melibatkan petani dalam pengelolaan lahan. Kalau tidak, petani nantinya hanya akan menjadi penonton di tanahnya sendiri,” tuturnya.</p>
<p>Soal pemasaran hasil dari <em>food estate</em>, Winarno juga berharap masalah itu diatur dalam Peraturan Pemerintah yang tengah disusun. Prinsipnya, produksi pangan dari <em>food estate </em>itu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jika kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, maka bisa untuk pasar ekspor.</p>
<p>Hal lain yang mesti pemerintah buat aturannya adalah batas waktu investor mengelola lahan <em>food estate</em>. Jadi, lahan usaha itu bukan hak kepemilikan, tapi sebagai hak guna usaha (HGU). Sesuai dengan peraturannya, maka HGU tersebut hanya berlaku sekitar 35 tahun. Setelah itu pemerintah bisa menghentikan atau memperpanjang ijin usaha.</p>
<p><strong>Restu dari DPR </strong></p>
<p>Keinginan pemerintah mengembangkan <em>food estate </em>ternyata mendapat restu dari Komisi IV DPR yang membidangi Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Anggota Komisi IV, Siswono Yudohusodo mendukung program pemerintah tersebut. Alasannya, dengan makin meningkatnya persaingan, maka setiap kegiatan usaha pertanian juga harus efisien.</p>
<p>“<em>Food estate</em> menjadi salah satu kegiatan usaha pertanian yang efisien, sehingga produk kita akan mudah bersaing, termasuk di pasar internasional,” ujarnya kepada <em>Agro Indonesia</em>.</p>
<p>Siswono, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mengatakan, dengan <em>food estate</em>, semua kegiatan usaha tani bisa dilakukan dengan menggunakan mekanisasi pertanian, dari mulai tanam hingga panen. Dengan demikian, bukan hanya menghemat waktu, tapi juga tenaga kerja. Apalagi, kegiatan <em>food estate </em>berada di luar Jawa yang tenaga kerjanya sangat sedikit.</p>
<p>Karena kegiatan pertaniannya lebih efisien, harga produk yang dihasilkan akan jauh lebih murah dibandingkan yang dihasilkan di luar kegiatan <em>food estate</em>. Khususnya pertanian di Pulau Jawa yang banyak diusahakan petani kecil. Untuk menghindari distorsi pasar produk pangan di Jawa, Siswono mengusulkan, agar hasil produksinya dibeli oleh Perum Bulog atau diekspor.</p>
<p>Guna menghindari ketimpangan petani dengan perusahaan yang menanamkan modalnya di <em>food estate</em>, Siswono yang dengan bendera Bangun Tjiptasarana sudah menggarap lahan di Merauke itu berharap, model usahanya seperti yang berjalan di subsektor perkebunan, yakni sistem inti-plasma. Artinya, dengan cara itu ada kerjasama antara investor dengan petani.</p>
<p>Dukungan terhadap pengembangan <em>food estate </em>juga datang dari anggota DPR lainnya, M. Prakosa. Mantan Menteri Pertanian dan Menteri Kehutanan ini mendukung rencana pemerintah membangun <em>food estate</em>. Namun demikian, Prakosa memberikan catatan bagi pemerintah.</p>
<p>“Bagi kalangan investor besar, pengembangan <em>food estate </em>bisa memberikan jawaban. Tapi bagi peningkatan kesejahteraan petani yang berlahan sempit, <em>food estate </em>belum mampu menjawab persoalan,”  katanya kepada <em>Agro Indonesia</em>.</p>
<p>Karena itu, Prakosa mendesak pemerintah lebih memprioritaskan persoalan kesejahteraan petani ketimbang mengundang investor besar membangun <em>food estate</em>. Sebab, problem petani berlahan sempit dan kesejahteraan petani hingga kini belum mampu diselesaikan pemerintah. Setidaknya, kini ada 9,55 juta kepala keluarga (KK) petani yang kepemilikan lahannya di bawah 0,5 ha. “Tidak mungkin petani yang mempunyai lahan sempit bisa sejahtera,” tegasnya.</p>
<p>Karena itu Polikus dari PDI Perjuangan ini mengusulkan, agar pemerintah menerapkan konsep <em>corporate farming</em>. Dengan konsep ini, petani yang berlahan sempit nantinya disatukan dalam satu manajemen usaha. “Nantinya petani lah yang menjadi pekerja di lahan mereka, tapi hasilnya dikelola oleh satu manajemen, sehingga menjadi lebih efisien,” tutur dia. <strong>Julian</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Persoalan mendasar Sektor Pertanian</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="43" valign="top">No</td>
<td width="547" valign="top">Persoalan</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">1</td>
<td width="547" valign="top">Meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan   iklim global</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">2</td>
<td width="547" valign="top">Ketersediaan infrastruktur, sarana dan   prasarana, lahan dan air</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">3</td>
<td width="547" valign="top">Status dan luas kepemilikan lahan. Ada 9,55 juga   KK petani lahanya di bawah 0,5 ha</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">4</td>
<td width="547" valign="top">Lemahnya sistem perbenihan dan perbibitan   nasional</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">5</td>
<td width="547" valign="top">Keterbatasan akses petani terhadap permodalan   dan masih tingginya suku bunga bank untuk usaha tani</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">6</td>
<td width="547" valign="top">Lemahnya kapasitas dan kelembagaan petani dan   penyuluh</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">7</td>
<td width="547" valign="top">Masih rawannya ketahanan pangan dan ketahanan   energi</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">8</td>
<td width="547" valign="top">Belum berjalannya diversifikasi pangan dengan   baik</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">9</td>
<td width="547" valign="top">Rendahnya nilai tukar petani (NTP)</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">10</td>
<td width="547" valign="top">Belum padunya antar sektor dalam menunjang   pembangunan pertanian</td>
</tr>
<tr>
<td width="43" valign="top">11</td>
<td width="547" valign="top">Kurang optimalnya kinerja dan pelayanan   birokrasi pertanian</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Sumber: </strong><em>Renstra Deptan<br />
</em></p>
<h1><strong>Merauke, Target Utama Pengembangan ‘Food Estate’</strong></h1>
<p>Salah satu yang menjadi target utama pemerintah mengembangkan <em>food estate</em> adalah Kabupaten Merauke, Papua. Sejak beberapa tahun terakhir, kabupaten yang kini dinahkodai Bupati Johane Gluba Gebze sudah mencanangkan program MIFE (<em>Merauke Integrated Food and Energy Estate</em>).</p>
<p>Melihat potensi yang ada, kabupaten yang berada di ujung Indonesia Timur ini sangat besar. Merauke memiliki cadangan lahan pertanian mencapai 2,49 juta hektar (ha), terdiri dari luas lahan basah sekitar 1,937 juta ha dan lahan kering 554,5 ribu ha. Bahkan lahan yang ada hampir semua datar sehingga cocok untuk usaha agribisnis skala komersial.</p>
<p>Saat ini beberapa distrik di Merauke merupakan kawasan sentra produksi. Untuk tanaman padi berada di Merauke, Semangga, Kurik, Tanah Miring, Okaba dan Kimaam. Komoditi kedele berada di Jagebob, Malind, Muting, Elikobel, Okaba dan Kimaam. Sedangkan jagung di distrik Semangga, Jagebob, Muting, Elokobel, Okaba, dan Kimaam.</p>
<p>Pada tahap awal potensi lahan yang bisa dikembangkan untuk MIFE sekitar 1,63 juta ha. Luas lahan tersebut berada pada lahan hutan produksi konvesri (HPK) sekitar 1,43 juta ha dan lahan alokasi penggunaan lainnya (APL) sekitar 202.869 ha.</p>
<p>Saat ini setidaknya ada enam swasta nasional yang sudah siap menanamkan modalnya mengembangkan agribisnis di MIFE. Investor tersebut adalah Bangun Tjipta, Medco Grup, Comexindo Internasional, Digul Agro Lestari, Buana Agro Tama dan Wolo Agro Makmur. Bahkan investaor asal Arab Saudi, dari kelompok usaha Binladen sempat menengok tanah Merauke.</p>
<p>Dalam konsep MIFE ini, nantinya dilakukan penataan manajemen lahan dalam satu usaha pertanian yang terintegrasi. Minimal satu hamparan lahan seluas 1.000 ha yang terdiri 70% usaha tanaman pangan, 9% usaha ternak, 8% perikanan darat, 8% usaha perkebunan dan 5% untuk penggunaan lainnya.</p>
<p>Untuk menjadikan Merauke sebagai lumbung pangan dan energi, Pemda Merauke kini melakukan beberapa langkah strategi. Diantaranya, membangun pusat benih dan bibit bersertifikat, membangun infrastruktur irigasi, jalan, pelabuhan dan bandara. Selain itu berkoordinasi dengan kabupaten tetangga seperti Boven Digul, Asmat dan Mappi untuk bersama-sama menjadi lumbung pangan dan energi.</p>
<p>Dirjen Tanaman Pangan, Departemen Pertanian, Sutarto Alimoeso mengakui, konsep<em> food estate</em> nantinya akan difokuskan pada wilayah Merauke yang masih luas lahannya. Namun tidak menutup kemungkinan wilayah lainnya akan dikembangkan juga. <strong>Beberapa wilayah di tanah air yang potensial adalah Kalimantan Tengah</strong>, Sulawesi Tengah, Pulau Seram Barat, dan Pulau Buru. <strong>Julian </strong></p>
<p><strong>Sumber : <a title="Food estate" href="http://agroindonesia.co.id/2009/11/23/pro-kontra-%E2%80%98food-estate%E2%80%99/" target="_blank">Agroindonesia.co.id</a><br />
</strong></p>
Posted in Berita sekitar kita Tagged: padi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongtaniku.wordpress.com/1489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongtaniku.wordpress.com/1489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongtaniku.wordpress.com/1489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongtaniku.wordpress.com/1489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongtaniku.wordpress.com/1489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongtaniku.wordpress.com/1489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongtaniku.wordpress.com/1489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongtaniku.wordpress.com/1489/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongtaniku.wordpress.com/1489/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongtaniku.wordpress.com/1489/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1489&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/28/pro-kontra-%e2%80%98food-estate%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab982a4e6dcccf5363df106884f86e2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongtani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peringatan Dini Kondisi Cuaca di Indonesia</title>
		<link>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/27/peringatan-dini-kondisi-cuaca-di-indonesia/</link>
		<comments>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/27/peringatan-dini-kondisi-cuaca-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 03:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongtani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[supernasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongtaniku.wordpress.com/?p=1486</guid>
		<description><![CDATA[


AP PHOTO
Ilustrasi


Jumat, 27 November 2009 &#124; 08:23 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tentang kondisi cuaca di Indonesia yang berlaku mulai hari ini hingga 30 November.
Peringatan ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan aktivitas badai tropis NIDA di Samudera Pasifik sebelah utara Papua dan daerah pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1486&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div>
<div id="loadarea"><img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/26/1504113p.JPG" border="0" alt="" width="298" /></div>
<div id="boxpoto"><a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/11/27/0823164/peringatan.dini.kondisi.cuaca.di.indonesia#">AP PHOTO</a></div>
<div id="boxtitle">Ilustrasi</div>
</div>
<p><!--- video --></div>
<div>Jumat, 27 November 2009 | 08:23 WIB</div>
<p><strong>JAKARTA, KOMPAS.com</strong> &#8211; Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tentang kondisi cuaca di Indonesia yang berlaku mulai hari ini hingga 30 November.</p>
<p>Peringatan ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan aktivitas badai tropis NIDA di Samudera Pasifik sebelah utara Papua dan daerah pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan sebelah barat laut Kalimantan, di Samudera Hindia sebelah barat NAD serta barat daya Lampung. Badai tropis ini berpengaruh terhadap besarnya potensi pertumbuhan awan-awan hujan baik pada pagi, siang dan malam hari terutama di wilayah Indonesia sebelah selatan Khatulistiwa.</p>
<p>Disamping itu adanya anomali Outgoing Long Wave Radiation (OLR) di atas wilayah Indonesia terutama Indonesia tengah dan timur yang bernilai negatif (MJO aktif) serta suhu muka laut yang hangat dan kelembaban udara yang tinggi mendukung besarnya potensi curah hujan yang akan terjadi.</p>
<p>Wilayah yang berpotensi  hujan lebat disertai  petir dan angin kencang adalah pesisir Barat Sumatera, Sumatera bagian tengah dan selatan,  Jawa Barat, Banten,  Jabodetabek,  Jawa Tengah bagian utara dan barat,  Jawa Timur bagian utara,  Kalimantan bagian barat, timur dan selatan, sebagian besar Sulawesi, Maluku utara, tengah dan tenggara serta  Papua bagian barat dan tengah.</p>
<p>Catatan:</p>
<p>Menjadi perhatian bagi petani hortikultura didataran lebih rendah disampit agar waspada debit pasang dan limphan air hujan bisa merendam tanamn. Untuk Padi sawah masih no problem belum ada pertanaman&#8230;banjir akan terjadi disawah namun hanya hitungan jam dengan catatan seluruh saluran air telah dibersihkan.</p>
Posted in Berita sekitar kita Tagged: supernasa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongtaniku.wordpress.com/1486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongtaniku.wordpress.com/1486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongtaniku.wordpress.com/1486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongtaniku.wordpress.com/1486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongtaniku.wordpress.com/1486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongtaniku.wordpress.com/1486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongtaniku.wordpress.com/1486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongtaniku.wordpress.com/1486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongtaniku.wordpress.com/1486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongtaniku.wordpress.com/1486/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1486&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/27/peringatan-dini-kondisi-cuaca-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab982a4e6dcccf5363df106884f86e2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongtani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/26/1504113p.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Saatnya Musim Tanam</title>
		<link>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/23/saatnya-musim-tanam/</link>
		<comments>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/23/saatnya-musim-tanam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 05:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongtani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[jagung]]></category>
		<category><![CDATA[kedele]]></category>
		<category><![CDATA[metilat]]></category>
		<category><![CDATA[padi]]></category>
		<category><![CDATA[sampit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongtaniku.wordpress.com/?p=1480</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Nopember memasuki pertengahan, kelihatannya curah hujan sudah lebih dari cukup dan hampir merata di kawasan Kabupaten kotawaringin Timur yang tercinta ini.  Walaupun hujan yang berlebih suka juga bikin jalanan banjir karena drainase yang kurang baik, namun patut disukuri karena hujan telah dinanti oleh petani dan pekebun pelaku agribisnis di Kota ini.
Program SLPTT MT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1480&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/11/dsc01357.jpg"><img src="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/11/dsc01357.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="Siap pake nasa" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1482" /></a>Bulan Nopember memasuki pertengahan, kelihatannya curah hujan sudah lebih dari cukup dan hampir merata di kawasan Kabupaten kotawaringin Timur yang tercinta ini.  Walaupun hujan yang berlebih suka juga bikin jalanan banjir karena drainase yang kurang baik, namun patut disukuri karena hujan telah dinanti oleh petani dan pekebun pelaku agribisnis di Kota ini.</p>
<p>Program SLPTT MT okmar 2009 sudah mulai menggeliat, persiapan lahan sudah matang bahkan sebagian sudah melakukan persemaiaan, daerah selatan kota sampit merupakan sentra produksi padi seperti Kec. Teluk sampit, Mentaya Hilir Selatan dan Pulau Hanaut. Ketiga daerah tersebut memiliki areal sawah yang cukup luas dan apabila potensi itu bisa terbuka dan tergarap sebenarnya sampit tak kan mengalami kekurangan beras setiap tahunnya.  Kendala utama secara intensifikasi petaninya masih tidak melaksanakan pemupukan berimbang, sehingga pemupukan dilakukan seadanya yang berakibat dengan rendahnya produktivitas. Kendala kedua mereka masih kekurangan sarana alsintan hand traktor yang dapat dipergunakan memperluas areal pertanaman dan percepatan tanam.</p>
<p><a href="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/11/30102009395.jpg"><img src="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/11/30102009395.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" title="kedele wilis, telawang" width="150" height="112" class="alignleft size-thumbnail wp-image-1483" /></a>Menengok kearah utara diKecamatan Telawang terutama di desa Sebiru, pertanaman kedele, jagung dan ubi kayu nampak sangat bagus.  Potensi lahan dan pasar tidak menjadi masalah, sehingga ada harapan daerah ini akan menjadi sentra palawija baru di Kabupaten Kotawaringin Timur. Sementara ke arah utara seperti Kecamatan parenggean potensi lahan palawija masih besar tersisa dari perkebunan sawit ataupun lahan warga yang belum ditanami sawit. Lahan yang ada segera difasilitasi Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Kotim untuk pengembangan ubi kayu  dan merupakan juga upaya ketahanan pangan dengan diversifikasi komoditi pangan seperti pemberian bantuan BLBU Jagung Hibrida.</p>
<p>Begitu besar potensi namun mengapa pengembangan kedele dan jagung hibrida tidak membuat petani antusias, alasan utama mereka adalah pasar yang bisa menampung hasil panennya. Memang terasa lebih mudah memasarkan hasil kebun seperti sawit dan karet ketimbang berkuta di jagung dan kedele???&#8230;Apapun kendalanya mestinya usaha untuk menumbuhkan pasar dan mengembangkan komoditas strategis setelah padi yakni jagung dan kedele harus tetap dilakukan.</p>
Posted in Berita sekitar kita Tagged: jagung, kedele, metilat, padi, sampit <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongtaniku.wordpress.com/1480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongtaniku.wordpress.com/1480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongtaniku.wordpress.com/1480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongtaniku.wordpress.com/1480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongtaniku.wordpress.com/1480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongtaniku.wordpress.com/1480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongtaniku.wordpress.com/1480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongtaniku.wordpress.com/1480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongtaniku.wordpress.com/1480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongtaniku.wordpress.com/1480/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1480&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/23/saatnya-musim-tanam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab982a4e6dcccf5363df106884f86e2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongtani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/11/dsc01357.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Siap pake nasa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/11/30102009395.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">kedele wilis, telawang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Petani, suatu pekerjaan yang mulia</title>
		<link>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/10/menjadi-petani-suatu-pekerjaan-yang-mulia/</link>
		<comments>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/10/menjadi-petani-suatu-pekerjaan-yang-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 23:50:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongtani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[training produk nasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongtaniku.wordpress.com/?p=1472</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Media &#8211; NASA
 Yogyakarta (NASA) &#8211; Rombongan siswa  Madrasah  Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah (setingkat SMP dan SMA) Pondok Pesantren Assalam Solo, Jawa Tengah pada hari rabu, 3 Nopember 2009 lalu  mengunjungi Kantor Pusat PT. Natural  Nusantara, Yogyakarta dalam rangka studi lapang dan dengan tujuan untuk lebih mengetahui keberadaan NASA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1472&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Oleh : <a class="aligncenter" title="Natural nusantara" href="http://http://naturalnusantara.co.id/indek_1.php?callback=fm_menu_utama" target="_blank"><strong>Media &#8211; NASA</strong></a></span></p>
<p><img src="http://naturalnusantara.co.id/image/assalamo1.jpg" alt="" hspace="10" vspace="5" align="left" /><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;"> Yogyakarta (NASA) &#8211; Rombongan siswa  <strong>Madrasah  Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah</strong> (setingkat SMP dan SMA) <strong>Pondok Pesantren Assalam Solo, Jawa Tengah</strong> pada hari rabu, 3 Nopember 2009 lalu  mengunjungi <strong>Kantor Pusat PT. Natural  Nusantara, Yogyakarta</strong> dalam rangka studi lapang dan dengan tujuan untuk lebih mengetahui keberadaan NASA dan produk-produk andalannya khususnya pada bidang agrokompleks disertai kunjungan ke <strong>Laboratorium NASA</strong> di pinggir <strong>pantai Pandansimo, Bantul,  Yogyakarta</strong>.<br />
Rombongan berjumlah 125 orang ini  diterima langsung oleh <strong>Direktur PT.  NASA, Bp. Ir. Hana Indra Kusuma, MP</strong> didampingi oleh dua orang TS yakni <strong>Bp. Ir. Agus Budi Setyono</strong> dan <strong>Bp. Ir. Twaistrisna Hepiprana</strong>. Dalam kesempatan itu juga rombongan langsung memasuki Aula NASA lt. 1 dan diberikan informasi serta materi – materi seputar dunia pertanian di Indonesia dalam cakupan agrokompleks oleh <strong>Team NASA</strong> serta dijelaskan pula tentang  visi dan misi <strong>NASA</strong> dalam memajukan  dunia pertanian di negeri tercinta ini.<br />
Setelah mengikuti penjelasan  materi dunia pertanian di kantor <strong>NASA</strong>, rombongan diberangkatkan untuk mengunjungi laboratorium lahan pasir di pantai Pandansimo, Bantul. Mereka banyak yang dterperanga dan kagum melihat laboratorium <strong>NASA</strong> ini, karena di  lahan pasir yang gersang tanaman bisa tumbuh subur, yang tentunya dengan  menggunakan produk-produk pertanian <strong>NASA</strong>.  Banyak dari peserta rombongan yang bertanya kepada <strong>Team NASA</strong> mengenai tanaman yang tumbuh subur di lahan pasir ini. <strong>LUAR BIASA …..</strong> kesan dan ungkapan para  peserta rombongan ini.<br />
Dengan diadakannya acara ini para peserta yang berasal dari pondok pesantren ini, akan membuka wawasan bagi mereka bahwa dunia pertanian bisa dijadikan sebagai bidang unggulan dan juga bisa difungsikan sebagai profesi yang menjanjikan. “Jangan malu jadi petani, jadilah petani yang professional, karena pekerjaan ini juga merupakan pekerjaan yang mulia, ”Ujarnya <strong>Team NASA</strong> bangga dan semangat.<br />
Semangat untuk menjadi petani yang profesional merupakan ungkapan jujur dari hati dan diri mereka, karena di era modern ini, anak-anak muda sekarang sepertinya sudah enggan dan malu jika menjadi seorang petani. Tetapi dengan teknologi <strong>NASA</strong> kini mereka siap dan tidak malu lagi jika nanti menjadi petani yang professional, karena menjadi petani merupakan suatu pekerjaan atau juga profesi yang memiliki jiwa mulia. Semoga cita-cita mereka terwujud untuk memajukan pula dunia pertanian di Indonesia. ….</span></p>
<tr>
<td width="243" height="198" valign="top"><img src="http://naturalnusantara.co.id/image/assalam02.jpg" alt="" width="243" height="197" /></td>
<td width="26"></td>
<td width="264" valign="top"><img src="http://naturalnusantara.co.id/image/assalam03.jpg" alt="" width="264" height="198" /></td>
<td width="9"></td>
<p><span style="color:#ff0000;">Tanggal Publikasi:<em> 09-November-09</em>, Jam :<em> 11:53:35</em></span></tr>
Posted in Berita sekitar kita Tagged: training produk nasa <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongtaniku.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongtaniku.wordpress.com/1472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongtaniku.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongtaniku.wordpress.com/1472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongtaniku.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongtaniku.wordpress.com/1472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongtaniku.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongtaniku.wordpress.com/1472/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongtaniku.wordpress.com/1472/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongtaniku.wordpress.com/1472/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1472&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/10/menjadi-petani-suatu-pekerjaan-yang-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab982a4e6dcccf5363df106884f86e2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongtani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://naturalnusantara.co.id/image/assalamo1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://naturalnusantara.co.id/image/assalam02.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://naturalnusantara.co.id/image/assalam03.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>4500 Ha padi gogo</title>
		<link>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/08/4500-ha-padi-gogo/</link>
		<comments>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/08/4500-ha-padi-gogo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 15:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongtani</dc:creator>
				<category><![CDATA[yok tanam padi]]></category>
		<category><![CDATA[hormonik]]></category>
		<category><![CDATA[padi]]></category>
		<category><![CDATA[poc nasa]]></category>
		<category><![CDATA[sampit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongtaniku.wordpress.com/?p=1467</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2010 didepan mata&#8230;walaupun program SL_PTT MT okmar 2009 masih dalam perjalanan namun tantangan ditahun 2010 cukup besar.  Kabupaten Kotawaringin Timur akan mendapatkan kegiatan SL-PTT padi Gogo seluas 4.500 ha.  Kalau dari segi potensi lahan hal itu dianggap kecil, namun jika dihubungkan dengan SDM petani bila harus dilaksanakan tanpa bakar lahan rasanya &#8220;berat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1467&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/11/08112009452.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1470" title="ciherang di gogokan/ladang" src="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/11/08112009452.jpg?w=150&#038;h=112" alt="ciherang di gogokan/ladang" width="150" height="112" /></a>Tahun 2010 didepan mata&#8230;walaupun program SL_PTT MT okmar 2009 masih dalam perjalanan namun tantangan ditahun 2010 cukup besar.  Kabupaten Kotawaringin Timur akan mendapatkan kegiatan SL-PTT padi Gogo seluas 4.500 ha.  Kalau dari segi potensi lahan hal itu dianggap kecil, namun jika dihubungkan dengan SDM petani bila harus dilaksanakan tanpa bakar lahan rasanya &#8220;berat sekali terlaksana&#8221;.</p>
<p>Saat ini saya baru saja pulang dari kebun karet, dan pada bulan agustus-september terjadi kebakaran lahan dimana-mana, termasuk lahan disekitar kebun karetku, walaupun sudah aku bersihkan percikan api dari ladang tetangga akhirnya memusnahkan 100 an batang pokok karetku yang masih umur 5 bulan. Apa boleh buat dan hanya kuambil hikmahnya dengan memutuskan menggeser karet yang masih hidup kebelakang, dan bagian depan kuganti dengan jeruk siam purworejo, namun bukan masalah itu yang jadi pokok bahasan karena karet jeruk mudah saja kita budidayakan.  Lahan disela tanaman karetku ditanami padi varitas Ciherang oleh petaniku, tumbuh dan perbedaan mencolok terjadi; pada tanah yang bekas terbakar permukaannya (gulma dll.) pertumbuhan padi luar biasa bagusnya sedangkan ditanah yang hanya disemprot herbisida dengan kondisi cukup bersih pertumbuhan padinya terlambat dan kalah jauh&#8230;!!!!</p>
<p>Semua ini adalah tantangan yang harus dijawab selaras dengan kebijakan olah tanah tanpa bakar, sebatas mana petani bisa melaksanakan itulah yang harus tetap dikawal.  Untuk teknologi pemupukan disinilah peran Pupuk Organik dari PT. Nasa, dengan aplikasi penyemprotan Poc nasa plus Hormonik adalah cara yg rasional sekali karena tanaman padi gogo akan efektif menyerap unsur hara dari pupuk organik tersebut. Kalau aplikasi pupuk makro dengan cara disebar, akan dikhawtirkan terbuang percuma karena menguap dan tercuci saat hujan sehingga peran POC Nasa dan Hormonik sangat penting untuk menyuplai kebutuhan unsur hara yang lengkap bagi padi Gogo. Untuk mengantisipasi hal tersebut wongtani akan melaksanakan uji coba dilahannya sendiri dengan aplikasi POC Nasa dan Hormonik pada tanaman padi yang tumbuh dibekas kebakaran dan di tanah tanpa bakar.</p>
<p>Peluang juga tantangan bukan&#8230;.Maju Kotimku Tuk Semua&#8230;</p>
Posted in yok tanam padi Tagged: hormonik, padi, poc nasa, sampit <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongtaniku.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongtaniku.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongtaniku.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongtaniku.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongtaniku.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongtaniku.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongtaniku.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongtaniku.wordpress.com/1467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongtaniku.wordpress.com/1467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongtaniku.wordpress.com/1467/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1467&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/08/4500-ha-padi-gogo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab982a4e6dcccf5363df106884f86e2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongtani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongtaniku.files.wordpress.com/2009/11/08112009452.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ciherang di gogokan/ladang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih, Petani Pahlawan Pangan</title>
		<link>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/06/terima-kasih-petani-pahlawan-pangan/</link>
		<comments>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/06/terima-kasih-petani-pahlawan-pangan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 03:29:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongtani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita sekitar kita]]></category>
		<category><![CDATA[padi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongtaniku.wordpress.com/?p=1460</guid>
		<description><![CDATA[Terima Kasih, Petani Pahlawan Pangan
Sumber Berita : Tim Media Berita Pertanian Online

TEGAL &#8211; “Berkat panduan dari penyuluh, panen padi saya kali ini lebih baik. Bisa 9 ton lebih per hektarnya,&#8221; ungkap seorang petani peserta sekolah lapang pola pertanian terpadu (SL-PTT) di Indramayu kepada Menteri Pertanian Ir. H. Suswono MMA, Sabtu (31/1).
Dalam rangkaian kunjungan kerja ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1460&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Terima Kasih, Petani Pahlawan Pangan</p>
<p>Sumber Berita : <a title="Medianya petani" href="http://www.deptan.go.id/news/detail.php?id=610" target="_blank">Tim Media Berita Pertanian Online</a></p>
<p><img src="http://www.deptan.go.id/news/admin/image/mentan-tani.jpg" border="1" alt="" hspace="9" width="280" height="200" align="left" /></p>
<p><span style="font-family:tahoma;font-size:x-small;">TEGAL &#8211; “Berkat panduan dari penyuluh, panen padi saya kali ini lebih baik. Bisa 9 ton lebih per hektarnya,&#8221; ungkap seorang petani peserta sekolah lapang pola pertanian terpadu (SL-PTT) di Indramayu kepada Menteri Pertanian Ir. H. Suswono MMA, Sabtu (31/1).</p>
<p>Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Indramayu-Cirebon-Tegal tanggal 31 Oktober – 1 Nopember 2009 dalam kerangka penyerahan bantuan dana PUAP, LM3 dan SMD, Mentan menyempatkan singgah dan berdialog dengan para petani peserta SL-PTT di Indramayu. Dari dialog ini diperoleh informasi bahwa kemarau tidak terlalu berpengaruh pada hasil panen padi di sana. Bahkan sejumlah petani mengaku panen dalam kemarau tahun ini masih lebih baik dari tahun sebelumnya.<span id="more-1460"></span></p>
<p></span></p>
<p>Menjelang musim kemarau,  BMG pernah meramal bahwa El Nino kemungkinan akan melanda Indonesia. Kemarau panjang diperkirakan akan menerjang dan mengancam target produksi pertanian  Indonesia. Ada pihak yang pesimis  dan mengatakan  bahwa  produksi pangan tahun 2009 mungkin akan merosot. Beberapa pihak mulai kasak-kusuk dengan melontarkan wacana perlunya penjajakan impor beras.</p>
<p>Namun, Deptan tetap kokoh menolak wacana impor beras. Jajaran Deptan optimis target produksi 63 juta ton padi masih bisa dicapai. Dampak El Nino, kalau benar hadir, sudah diantisipasi dengan program adaptasi dan mitigasi antara lain dengan mempercepat pola musim tanam serta menggalakkan penanaman padi berumur genjah.</p>
<p>Optimisme itu pun terjawab. Memasuki bulan Nopember 2009, BPS merilis data terbaru produksi pangan nasional dengan basis angka ramalan (ARAM) III. Menurut BPS, produksi padi nasional tahun 2009 diperkirakan mencapai 63,84 juta ton GKG atau naik sekitar 5,83% dari produksi tahun sebelumnya (60,32 juta ton GKG.</p>
<p>Kenaikan 5,83% merupakan capaian terbesar dalam dua dekade terakhir.  Capaian ini juga memperpanjang rekor pertanian Indonesia. Bahwa dalam tiga tahun berturut-turut, petani Indonesia berhasil memecahkan rekor pertumbuhan produksi padi nasional. Lihat table dan grafis berikut:</p>
<table border="1" cellspacing="1" cellpadding="1">
<tbody>
<tr>
<td>Tahun</td>
<td>Volume Produksi (juta ton)</td>
<td>Pertumbuhan Produksi (%)</td>
</tr>
<tr>
<td>2005</td>
<td>54,15</td>
<td>0,12</td>
</tr>
<tr>
<td>2006</td>
<td>54,45</td>
<td>0,56</td>
</tr>
<tr>
<td>2007</td>
<td>57,16</td>
<td>4,96</td>
</tr>
<tr>
<td>2008</td>
<td>60,32</td>
<td>5,54</td>
</tr>
<tr>
<td>2009</td>
<td>63,84</td>
<td>5,83*</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em>Sumber: BPS, *Angka Ramalan (ARAM) III</em></p>
<p>Kabar menggemberikan juga datang dari ARAM III produksi jagung dan kedelai.  Menurut BPS, produksi jagung 2009 diperkirakan mencapai 17,66 juta ton pipilan kering atau naik sekitar 8,22% dibanding capaian tahun 2008 (16,3 juta ton). Sedang ARAM III untuk produksi kedelai mencapai 966.470 ton atau naik sekitar 24,59% dari angka tahun sebelumnya (924.511).</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah. Angka-angka itu cukup membesarkan hati. Dengan dasar itu, saya optimis swasembada beras dan jagung bisa berkelanjutan,&#8221; kata Mentan Suswono. Tadinya, banyak pihak cemas El Nino bisa menjadi musibah bagi pertanian. &#8220;Sekarang kita melihat tanda-tanda baik bahwa isu El-Nino itu kini bisa membawa berkah,&#8221; tegas alumni sosial ekonomi peternakan IPB 1984 dan Magister Manajemen Agribisnis 2004 ini.</p>
<p>Putra Tegal kelahiran 20 April 2009 itu percaya, anomali atau perubahan iklim bisa diredam dampaknya antara lain melalui  program  antisipasi serta sentuhan teknik adaptasi dan mitigasi yang pas. &#8220;Dengan perencanaan yang tepat dan mendayagunakan hasil riset dan inovasi teknologi, insya Allah, selalu ada solusi untuk masalah apa pun,&#8221; tegas Mentan.</p>
<p>Angka-angka pertumbuhan produksi yang lumayan tinggi itu tentu merupakan buah dari kerja keras banyak pihak. Khususnya para petani, penyuluh, dan aparat pertanian di daerah maupun pusat. Atas nama pemerintah, Mentan Suswono menyampaikan apresiasi  yang tinggi. &#8220;Terima kasih, petani Indonesia. Terima kasih,  pahlawan pangan!.&#8221;(dj)</p>
Posted in Berita sekitar kita Tagged: padi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongtaniku.wordpress.com/1460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongtaniku.wordpress.com/1460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongtaniku.wordpress.com/1460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongtaniku.wordpress.com/1460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongtaniku.wordpress.com/1460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongtaniku.wordpress.com/1460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongtaniku.wordpress.com/1460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongtaniku.wordpress.com/1460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongtaniku.wordpress.com/1460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongtaniku.wordpress.com/1460/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongtaniku.wordpress.com&blog=5874913&post=1460&subd=wongtaniku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongtaniku.wordpress.com/2009/11/06/terima-kasih-petani-pahlawan-pangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6ab982a4e6dcccf5363df106884f86e2?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongtani</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.deptan.go.id/news/admin/image/mentan-tani.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>