Oleh: Ari Sampit/wongtani | 29 Maret 2009

Kabupaten Kotawaringin Timur

sampitSecara geografis Kabupaten Kotawaringin Timur terletak pada 1110 50’ 00’ sampai dengan 1130 15’ 0” Bujur Timur dan 10 13’ 00’ sampai dengan 30 20’ 00” Lintang Selatan. Posisi Kab. Kotawaringin Timur berada di tengah Provinsi Kalteng dan memiliki garis pantai lk. 75 km.

Kabupaten Kotawaringin Timur berbatasan dengan:
Sebelah Utara : Kabupaten Katingan.
Sebelah Barat : Kabupaten Seruyan
Sebelah Selatan : Laut Jawa
Sebelah Timur : Kabupaten Katingan.

Luas Kabupaten Kotawaringin Timur lebih kurang 16.496 km2 yang secara administrasi terbagi dalam 15 kecamatan, 148 desa dan 12 kelurahan, dengan 1.388 RT dan 373 RW. Jumlah penduduk pada tahun 2008 sebanyak 324.863 jiwa.
Dari jumlah penduduk berumur 10 tahun keatas dan bekerja menurut lapangan usaha, lebih dari 59,81 % bekerja disektor pertanian dan 15,48% berkerja di sektor perdagangan. Sedangkan di sektor industri hanya 1,12%.

pasar sampitPDRB
PDRB Kabupaten Kotawaringin Timur cenderung mengalami kenaikan. Pada Tahun 2007 tercatat sebesar Rp. 2.459.235.270.000,- Sedangkan untuk 2008 diperkirakan mencapai Rp 2.595.421.360.000,- dan tahun 2009 diprediksi sebesar
Rp 2.738.273.210.000,-

PENTINGNYA SEKTOR PERTANIAN DI KAB. KOTIM :
1.Kontribusi terhadap PDRB tumbuh positif
2.Penyedia lapangan kerja  pasca illegal logging.
3.Langsung menyentuh kebutuhan masyarakat  Pengentasan Kemiskinan
4.Pemanfaatan Lahan Tidur  Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan
5.Penyedia Kebutuhan Pangan
PERMASALAHAN POKOK SEKTOR PERTANIAN :
1.Pemanfaatan ruang untuk lahan pertanian belum tertata optimal (pewilayahan komoditas, penyediaan lahan untuk masyarakat tani dan perusahaan, ketersediaan lahan pertanian di masa datang)
2.Banyaknya lahan tidur yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, petani dan peternak untuk pengembangan usaha.
3.Kesenjangan produktivitas potensial (Produksi yang dicapai masih rendah karena kurangnya prasarana dan sarana produksi, kemampuan teknis dalam penggunaan teknologi belum optimal)
4.Kurangnya akses ke lembaga keuangan dan perbankan.
5.Hama dan penyakit.
6.Kebutuhan bahan pangan sebagian besar masih dipasok dari luar daerah.
7.Rendahnya pandapatan petani, peternak, dan nelayan.
8.Pola pengembangan dan pengelolaan usaha yang berwawasan agribisnis dan agroindustri belum terpadu.
9.Pemasaran. Peluang pasar yang belum termanfaatkan, rantai tataniaga, dan transportasi menuju pasar
10.Berkaitan dengan Revitalisasi Perkebunan, masalah yang dihadapi agunan/jaminan, serta terbatasnya pasokan bibit yang harus didatangkan dari luar daerah.
11.Krisis keuangan global berpengaruh pada perkebunan di Kabupaten Kotawaringin Timur antara lain pengurangan hari kerja bagi pekerja dan perkembangan ekonomi masyarakat karena rendahnya harga produk perkebunan seperti kelapa sawit dan karet.


Responses

  1. bang ari…..kira2 usaha sabut kelapa (cocofiber) di sampit prosfek ga….

    Suka

    • Awaludin….kalau kulihat bahan bakunya menumpuk dipinggir jalan dan hanya di bakar….saya pikir tetep ada prospenya bos….

      Suka

  2. majukan pertanian kotim, hijaukan hutan kotim

    Suka

    • Terimakasi bang Suriansyah sudah mampir, mari majukan kotim kita….

      Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: