Oleh: Ari Sampit/wongtani | 16 Agustus 2009

Buah Nona Rapat ke Batang

buah nonaSUDAH SIFAT LAHIRIAHNYA JIKA MAKHLUK HIDUP SELALU BERUSAHA MENDEKATI SUMBER MAKANAN. ITU YANG DILAKUKAN MANUSIA PURBA WAKTU MENCARI LOKASI UNTUK MENETAP. ITU PULA YANG JADI PERTIMBANGAN KETIKA BURUNG MANYAR HENDAK MEMBUAT SARANG. DI DEKAT SUMBER MAKANAN, HIDUP MEREKA LEBIH SEJAHTERA KARENA KEBUTUHAN PANGAN TERJAMIN. Buat Markus Amin buah srikaya new varietas selayaknya juga berhak hidup lebih dekat dengan sumber makanan-batang. Pengalaman Markus, di dekat batang new varietas seragam besar-besar. Bobotnya optimal 600-800 g per buah. Beda dengan yang dibiarkan hidup di ujung tajuk-di sini secara alamiah buah Annona squomosa muncul.
Bobot buah di ujung tajuk rata-rata 400-500 g. Hanya 20-30% buah di ujung tajuk yang bisa mencapai bobot optimal. ‘Itu terjadi karena buah di ujung tajuk lebih sedikit mendapat pasokan makanan ketimbang jika posisinya dekat batang. Di cabang atau batang besar jumlah saluran floem dan xilem lebih banyak sehingga aliran nutrisi dan karbohirat pun lebih besar,’ tutur Yos Sutiyoso, pakar fisiologi tanaman di Jakarta. Makanya Markus mendorong buah muncul ke dekat batang. Pangkas dalam Ketika tanaman srikaya dipangkas, bunga segera bermunculan. Posisinya di bekas ketiak daun tak jauh dari tajuk yang dipangkas. Terkadang ditemui 1-2 bunga yang muncul di tengah atau dekat pangkal cabang. ‘Karena tanpa perlakuan, peluang kemunculannya sangat kecil. Hanya keberuntungan,’ kata Eddy Soesanto, penangkar buah di Jakarta Timur. Markus tanpa sengaja menemukan trik memacu munculnya bunga di tengah cabang atau dekat batang utama. Suatu kali sesosok pohon daunnya terlalu lebat dan pemilik Virosa Tani itu berencana memindahkan lokasi tanam ke tempat lebih lapang dan terang. Markus pun menggunduli pohon nona itu sebagai persiapan pindah tanam. Tak dinyana bunga bermunculan di bekas dudukan daun, hingga ke dekat batang utama. Dari sana ayah 3 anak itu menemukan trik memunculkan bunga di tengah cabang dan dekat batang utama. ‘Kuncinya tetap pada pemangkasan,’ katanya. Bedanya, penangkar lain memangkas 3-4 daun tua di ujung tajuk hingga tinggal tangkai dan sedikit sisa daun. Tujuannya supaya muncul bunga di sana. Markus sebaliknya. Daun di ujung tajuk dipertahankan. Markus hanya memangkas tunas daun paling muda-ukurannya kecil dan biasanya masih menggulung. Itu dibarengi dengan pemangkasan daun-daun di cabang dekat batang utama. Pemangkasan itu hanya menyisakan tangkai daun sepanjang beberapa millimeter. Jumlah daun tua di ujung tajuk yang dipertahankan tergantung kebutuhan. ‘Daun yang tersisa jangan terlalu sedikit, nanti pengolahan makanan melalui proses fotosintesis tidak cukup untuk membesarkan buah,’ tutur Yos Sutiyoso. Seleksi buah Markus biasanya menyisakan 4-6 daun di ujung setiap cabang. Dua minggu kemudian, tunas baru membawa bunga bermunculan di bekas tangkai daun yang mengering dan jatuh. Tunas juga muncul di ujung cabang. Lazimnya sebagai calon percabangan tanpa disertai bunga. Jika ada bunga, dibuang (lihat ilustrasi). Dari sekian banyak bunga, hanya 50% yang menjadi bakal buah. Seleksi dilakukan saat buah berukuran sekelereng. Pada cabang sebesar jari telunjuk, cukup pelihara 1 buah. Cabang lebih besar boleh menggendong 2 atau 3 buah, asal buah muncul dari titik tunas berbeda. Hasilnya, setelah 3 bulan cabang-cabang tetap kokoh menyangga buah yang masing-masing bobotnya 600-800 g. Menurut Ir Edhi Sandra MSi-ahli fisiologi tanaman dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor-cara yang dilakukan Markus itu logis. Pemotongan tunas ujung daun muda di cabang menghambat produksi auksin-yang diproduksi di dekat titik tumbuh di ujung cabang. Mestinya auksin mengalir

Iklan

Kategori

%d blogger menyukai ini: