Oleh: Ari Sampit/wongtani | 30 Maret 2011

Sabahebat Malaysia gandeng Nasa terapkan teknologi pupuk organik

Oleh Alfin Arifin on Monday, 28 March 2011

YOGYAKARTA: Pengusaha perkebunan sawit Malaysia menggandeng PT Natural Nusantara (Nasa) untuk mengembangkan teknologi pupuk organik sebagai pilot projec percontohan awal.yang bakal berkelanjutan.

Investment & Business Developmet Director Sabahebat SDN BHD, Raden Bin Kakung yang berasal dari negara bagian Sabah Malaysia mengatakan kerja sama ini pada tahap awal bentuknya pilot project atau percontohan.

“Proyek itu lebid dulukukan pada penerapan teknologi pupuk organik untuk lahan kelapa sawit seluas 40 hektare, kemduian akan dilanjutkan setelah hasil baik,” ujarnya usai menandatangi kerja sama dengan Nasa di Yogyakarta, kemarin.

PT Nasa juga sekaliguis akan menjadi konsultannya, sesuai bidang perusahaan tersebut yang bergerak pada pengembangan teknologi pupuk organik.

PT Nasa, lanjutnya, telah mengambil sample tanah di lahan perkebunan di laysia untuk penerapan teknologi pupuk organik itu di lahan percontohan yang telah disediakan.

“Jka hasilnya dalam setahun ini baik, kerja sama akan terus berlanjut dan bisa lebih jauh lagi di perluas di Malaysia,” tuturnya.

Raden Bin Kakung mengatakan kerja sama ini merupakan inisiatif dari pengusaha Malaysia yang berawal dari bisnis talk di Malaysia, kemudian ada penawaran mengenai penerapan teknologi pupuk organik itu hingga mereka berminat untuk beker jasama dengan Nasa pengusaha dari DIY.

“Dalam kerja sama ini kami mengajak delapan pengusaha dari empat perusahaan yang berbeda. Nanti juga ada potensi lebih dikembangkan lagi seperti trading hardware, semen, dan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur PT Natural Nusantara, Hana Indra Kusuma mengatakan dalam kerja sama ini pihaknya diminta oleh PT Sabahebat SDN BHD untuk mengirim teknologi pupuk organik sekaligus menjadi konsultan.

“Selain pupuk organik untuk perkebunan kelapa sawit, perusahaan asal negara bagian Sabah Malaysia juga menginginkan PT Nasa untuk menjadi konsultan pada pembangunan perkebunan pangan dengan sistem teknologi tercepat, tiap hari tanam tiap hari panen,”jelasnya.

Menurut dia, kalau berjalan dengan baik, kerja sama ini kemudian baru membicarakan nilai atau profit, karena potensinya yang digarap merupakan lahan perkebunan seluas ratusan ribu hektare. “Tentunya potensi ini sangat besar jika dibanding kepemilikan lahan oleh pengusaha Indonesia.”

Hana mengungkapkan teknologi pupuk organik yang dikembangkan perisahaanya memiliki banyak keunggulan di antaranya sangat efisien karena 1 liter pupuk organik cair sama dengan 1 ton pupuk kandang, sedangkan pupuk organik padat 1 kg sama dengan 3 ton pupuk kandang.

Selain itu, lanjutnya, teknologi pupuk organik itu juga dinilai cukup ekonomis karena peningkatan hasilnya tinggi. Misalnya dengan biaya yang sama per hektar peningkatan produksi bisa sebesar 40%-100 % jika dibandingkan dengan pupuk biasa.

“Kami mampu membuktikan keunggulananya, karena kami telah melakukan reseach & development dalam pengembahan teknologi pupuk organik ini,” tuturnya.

Nasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Agrokompleks (pertanian, perikanan, dan peternakan) yang bermarkas di jalan Ringroad Barat Sleman DIY dan berdiri sejak 1996 serta mengibarkan bendera dengan nama PT Nasa sejak 2002.

Sebelumnya, kerja sama telah dilakukan dengan perusahaan asing seperti negara bagian Serawak Malaysia, Brunei Darussalam dan Amerika.
Sumber : BISNIS JATENG


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: