Oleh: Ari Sampit/wongtani | 9 Mei 2009

Pakai Telepon Gratis, Petani Tak Perlu Beli Ponsel

AHMAD JAYADIAHMAD JAYADIAHMAD JAYADI

Beberapa peserta seminar PATANI sedang mencoba telepon multimedia perdesaan.

Senin, 2 Maret 2009 | 19:59 WIB

MEMANFAATKAN berbagai layanan promosi telepon gratis, Pandu Petani Indonesia (Patani) berinisiatif akan memasang telepon gratis untuk petani di desa-desa. Fasilitas telepon umum tersebut ditujukan untuk memberi kemudahan berkomunikasi dan berbagi informasi pertanian antardaerah.

“Rencana pemasangan telepon untuk petani ini adalah salah satu wujud nyata dari program-program kita untuk para petani di desa,” ujar Chandra Bakti, Sekretaris Jenderal Patani di sela-sela acara pelantikan pengurus wilayah Patani dan diskusi “Membangun Pertanian Tangguh” di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia menerangkan bahwa dalam rangka mewujudkan rencana tersebut, Patani telah bekerja sama dengan PT Multimedia Sarana Komunikasi dalam penyediaan pesawat telepon yang berteknologi GSM tersebut. Prototipe dari telepon yang diberi nama telepon multimedia perdesaan ini pun telah dipamerkan dan dicoba pada kesempatan acara tersebut.

Gratis 2 menit

“Telepon ini tidak membutuhkan kabel karena telepon ini menggunakan teknologi GSM, ” ujar Natalio kepada Kompas.com. Ia menerangkan bahwa fasilitas kemudahan yang akan didapat oleh para petani nantinya adalah fasilitas telepon gratis.

Para pengguna, menurutnya, akan diberikan jatah gratis menelepon satu menit setiap kali melakukan panggilan. Hak tersebut hanya berlaku dua kali menelepon setiap hari. Namun, fasilitas telepon gratis tersebut hanya berlaku untuk menelepon ke sesama operator yang digunakan pada telepon umum tersebut.

“Jadi, pengguna nantinya akan mendapatkan telepon gratis dua menit ke nomor yang sama per hari,” jelas Natalio.

SIM Card Sendiri

Di samping layanan telepon gratis, telepon pedesaan ini juga tetap dapat digunakan para petani untuk menelepon ke nomor mana pun meskipun berbeda operator. Setiap pengguna hanya perlu membawa SIM card sendiri.

“Kita menyediakan slot card untuk memasukkan kartu chip GSM,” terang Natalio.

Tentu saja biaya telepon ditanggung sendiri. Namun, dengan tersedianya telepon umum GSM ini, petani tak perlu mengeluarkan uang yang cukup besar untuk membeli ponsel sendiri.

Natalio juga menjelaskan bahwa telepon ini juga bisa menggunakan kartu chip GSM bagi mereka yang mau menelepon tanpa batas waktu dua menit yang diberikan.

Namun, layanan tersebut sangat tergantung dengan operator yang bekerja sama di daerah tersebut. “Kita tidak terpatok dengan satu operator ya. Tapi kita lihat operator mana yang kuat untuk di daerah tersebut,” ujar Natalio.

Selain itu, telepon ini juga dilengkapi dengan layar yang cukup lebar untuk display. Layar tersebut juga akan dipakai untuk menyajikan iklan yang nantinya akan menambah pemasukan untuk pemeliharaan telepon tersebut.

Namun sayangnya, telepon ini tidak menyediakan fasilitas SMS. “Sebenarnya telepon ini bisa buat SMS, tapi untuk sementara kami lock,” ujar Natalio.

Ketika ditanyakan apakah penggunaan chip GSM ini akan memakan tarif yang mahal untuk beda operator, ia meyakinkan bahwa nantinya akan diusahakan agar penggunanya mendapatkan tarif spesial untuk telepon ini.

Chandra menjelaskan bahwa Patani telah merencanakan konsep ini telah berjalan dari akhir tahun 2008 dan rencananya akan diluncurkan sekitar bulan Juni bersamaan dengan rencana Patani untuk mengadakan expo tani. *

Sumber :http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/03/02/19593294/pakai.telepon.gratis.petani.tak.perlu.beli.ponsel

Iklan

Responses

  1. bagus-bagus aja sih, tapi petaniku jangan juga dijadikan segmen pasar baru nih he he he…..maunya mereka panen hargane bagus je…..

    Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: