Oleh: Ari Sampit/wongtani | 4 April 2009

Desa Tanjung Jariangau

jalan yang ditinggalkanDesa tanjung Jariangau jaraknya 106 Km dari kota Sampit sebenarnya tidak jauh juga bagi orang sampit, yang bikin jauh itu jalannya rusak.   Rasanya sejak  jalan ini ada hingga kini gak pernah namanya mulus, mulus bentar karena diratakan/gredeer bentar aja rusak lagi.  Kalau dulu yang melintasinya adalah Illegal Logging yang muatannya berat, kini illegal loging gak ada diganti Truk bawa buah sawit dan pasir besi, sama aja ya he he he…kapan jalan ini baik aku gak tau.  Tapi jika jalan menuju Parenggean, Kuala Kuayan dan Antang Kalang Mulus, wah gak bisa kubayangkan majunya roda ekonomi masyrakat.

menyusuri jln setapak dalam hutan menuju sawahKami mengunjungi petani padi disana yakni Kelompok Tani Runting sepakat, 5 jam waktu tempuh masih disambung jalan kaki 1,5 Km karena jalan masuk ke sawah mereka melintasi kebun karet atau bisa dibilang hutan  karet karena vegetasinya campur kayu hutan termasuk Ulin(Kayu Besi) buah-buahan(Durian,cempedak).  Tapi bagiku amat membahagiakan karena segarnya aroma udara hutan dan tanah yang masih tersisa dari kepungan kebun sawit, salut juga mereka bertahan dan lebih baik mereka tanami karet dan mengelola kebun warisan orang tuanya.  Tak lama kami tiba dilokasi, sawah mereka ada dilembah yang diapit dataran agak tinggi yang masih hijau.  Tanahnya subur air melimpah.

Luas tanam padi mereka 60 Ha (Varietas Ciherang dan Lokal),  mereka minim gunakan pupuk kimia.  Hal ini selain tanahnya sudah subur mereka kesulitan mendapatkan pupuk,  50 Kg Urea bersubsidi mereka bayar Rp. 100.000 karena angkutan mahal akibat jalan rusak seperti yang saya tulis diatas. Namun kata mereka, sebagian memang tidak mampu beli pupuk.  Panjang lebar kami berdiskusi dan panjang juga kubercerita tentang teknis budidaya yang baik agar ada peningkatan produksi dan peningkatan pendapatan.  Harapan dan semangat mereka tinggi, tinggal mereka menjaga semangat dan kompak menghadapi setiap tantangan yang ada. Lewat Kepala Desa kuberikan beberapa VCD Nasa agar bisa dipelajari dan bisa memberikan solusi.

Kekayaan lokal mereka ternyata ada yakni padi sawah jenis Serawai kecil dan besar serta Padi Ketan ketutut.  Padi Serawai umurnya 4 bulan dan nasinya sangat enak kata mereka (pulen), malai panjang dan produksinya di Ubin 3,4 Ton/ha tanpa pupuk lengkap.  Postur tanamannya tinggi lebinh dari ciherang atau sekitar 1,4 meter dan ini cocok PADI KETAN LOKAL KETUTUTuntuk daerah lebak karena juga toleran kemasaman tanah.  Kalau padi ketan ketutut, saya lihat sendiri anakannya banyak malai panjang namun bulir agak kecil umur 4 bulan.  Wah oleh-oleh yang luar biasa bagiku, kubawa beberapa malai untuk kutanam dan kami murnikan. Aku sangat yakin bila kelak mereka aplikasikan nasa dan pupuk makro kimia sedikit saja sesuai kemampuan mereka, hasilnya akan lebih baik lagi.

Iklan

Responses

  1. assalamualaikum, alhamdulillah ternyata ada juga situs/blog yang membahas desa ku tercinta Tanjung Jariangau..
    tanjung Jariangau sebenarnya adalah desa yang indah dan strategis..
    memang benar kalau sebagian besar masyarakat tanjung jariangau adalah petani karet. dan harapan saya semoga desa tanjung dapat menjadi produsen karet terbesar di kabupaten KOTIM. Amiinnn,,

    tapi ada kekecewaan yang saya rasakan terhadap pemerintah dan masyarakat yang membiarkan perkebunan kelapa sawit meraja lela di kabupeten KOTIM, termasuk di kampung-ku tanjung jariangau.. sampai hutan2 di babat habis,, selain itu dampak dari kelapa sawit cukup menonjol, termasuk rusaknya populasi orangutan, dan pengalihan hutan menjadi lahan kelapa sawit.

    kenapa tidak KARET saja yang di kembangkan di KOTIM, kenapa harus kelapa sawit..
    saya juga kecewa trhadap masyarakat desa tanjung, yang berbondong-bondong menjual tanahnya untuk perkebunan sawit..
    Astagfirullahul Adzim…

    saya akan membuat BLOG yang membahas tentang desa tanjung jariagau secara rinci dan tajam..

    Suka

  2. semoga diwaktu mendatang tanjung jariangau jadi produsen karet yang besar dikalteng..amin…salam dari saya anak kepala desa tanjung jariangau.

    Suka

  3. semangat pagi orang tanjung…ayo kita majukan pertanian kita…

    Suka

  4. ya benar bnget apa yang dikatan pa toto itu orang tanjung adalah kebanyakan petani karet karna aku juga orang tanjung.heheheeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

    Suka

  5. wah ada tamu dari koro pedang nih….makasih ya mbak…blognya bagus sekali jadi pingin tanam tuh koro pedang dan dipupuk nasa tentunya…tuker link ya mbak…

    Suka

  6. NASA emang hebat

    Suka

  7. Semangat pagi pak hadi jp, itu slogan semangatnya kami orang nasa, semoga sehat ya dan semoga daerah kita kedepan lebih maju lagi…

    Suka

  8. Bener tuh semua sebagian besar masyarakat tanjung ialah petani karet..dapat kita lihat dengan bermunculannya kebun2 karet baru di sepanjan jalan menuju tanjung jariangau, warga di sana memang mempunyai semangat yang tinggi, karena aku juga orang tanjung.

    Suka

    • yoh sesama uluh tanjung ih …mansur

      Suka

  9. mampir nih kebetulan lewat..

    Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: