Oleh: Ari Sampit/wongtani | 19 Mei 2016

Trik Memangkas Jeruk

Teknik Pemangkasan Pada Tanaman Jeruk (inpoagrobisnis.com)

Tanaman jeruk memerlukan pemangkasan untuk mendapatkan bentuk (penampilan) tanaman yang baik, atau memperoleh percabangan yang ideal dan seimbang.

Seluruh tajuk akan secara merata menerima sinar matahari yang diperlukan untuk pembungaan dan kesehatan, yang selanjutnya berpengaruh pada produksi.

Ada 3 macam pemangkasan pada tanaman jeruk yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan dan pemangkasan pengaturan produksi.

PEMANGKASAN BENTUK

Pemangkasan bentuk bertujuan untuk mendapatkan bentuk tanaman seperti yang diinginkan (tajuk rendah dan melebar). Pemangkasan ini dilakukan sejak tanaman jeruk berumur 3-6 bulan atau tanaman sudah tumbuh subur dengan cabang yang banyak.

Pemangkasan bentuk dilakukan sebagai berikut :

  1. Pada tahun pertama jarak tajuk pertama dengan permukaan tanah 50-80 cm. Tiap pohon disarankan memiliki 3-4 cabang utama yang baik.
  2. Pada tahun kedua, dari cabang utama dipelihara 3-4 cabang. Pada saat pembentukan cabang utama hendaknya tidak dipelihara tanaman yang bercabang dua (cagak) atau cabang yang sama tinggi, agar batang tidak terbelah bila kena angin atau bila berbuah lebat.
  3. Pada tahun ketiga, dari cabang kedua dipeliahara 4-6 cabang yang baik. Sebelum tahun keempat bunga yang tumbuh sebaiknya dipetik atau dibuang.
  4. Pada tahun keempat, dari cabang ketiga seluruh cabang yang sehat dipelihara sedang yang tidak baik dibuang. Pada saat ini tanaman sudah mulai berbuah, setiap ranting yang berbuah sebaiknya dilindungi daun paling sedikit lima helai.

PEMANGKASAN PEMELIHARAAN

Pemangkasan ini disebut juga pemangkasan biasa, dilakukan setiap tahun baik terhadap tanaman jeruk yang belum menghasilkan maupun yang sduah menghasilkan.

Pemangkasan dilaksanakan pada setiap permulaan musim hujan, bekas pemangkasan dilumuri dengan parafin agar tidak terkena infeksi bakteri.

Bagian-bagian tanaman yang haru dipangkas adalah :

  1. Tunas yang tumbuh searah batang pokok.
  2. Ranting yang tumbuh ke dalam.
  3. Ranting yang bertumpang tindih.
  4. Ranting yang mulai mengering dan sudah mati.
  5. Ranting yang sudah tumbuh pada batang bawah.
  6. Cabang yang tumbuh dekat dengan tanah.
  7. Cabang yang menunduk ke bawah.

Apabila tanaman telah mencapai tinggi 3 meter – 5 meter, ujung tanaman selalu dipangkas supaya tingginya tetap.

Demikian juga kalau tajuk sudah saling bertemu, ujung cabang juga perlu dipangkas pada batas yang kulitnya berwarna hijau keabu-abuan agar tumbuh ranting yang sehat.

PEMANGKASAN PENGATURAN PRODUKSI

Apabila tanaman jeruk terlalu cepat tumbuh, tetapi kurang/tidak berbunga dapat diperbaiki dengan cara memangkas akar.

Pemangkasan ini harus dilakukan dengan hati-hati dan dibatasi hanya akar-akar yang kecil saja, pemangkasan akar yang besar dan dalam jumlah banyak akan mengakibatkan tanaman kurang baik tumbuhnya atau bahkan mengakibatkan kematian.

Tanaman yang sangat rindang tumbuhnya biasanya produksinya kurang untuk itu selain pemangkasan akar perlu dilakukan pemangkasan terhadap batang, cabang dan daun.

Untuk memperoleh buah jeruk yang berukuran besar perlu dilakukan pemangkasan buah atau penjarangan buah, karena pohon yang berbuah terlalu lebat akan mengakibatkan ukuran buahnya kecil dan dapat merusak dahan.

Pada kegiatan pemangkasan ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memperoleh hasil yang baik. Dahan yang besar jangan sampai terbelah karena kan menjadi sarang penyakit. Pemangkasan dilakukan dengan alat yang tajam (sebaiknya gunting pangkas atau gergaji).

Luka bekas potongan gergaji sebaiknya dilicinkan dengan pisau tajam. Luka yang besar harus dilumuri dengan parafin, lilin, cat putih atau ter kayu. Selanjutnya dahan dan daun sisa pemangkasan sebaiknya dibakar agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit.

Silahkan mencoba memangkas jeruk dan jangan lupa di pupuk dengan Pupuk Organik Nasa seperti yang saya lakukan di kebun jeruk saya sendiri seperti foto diatas.

Kurang jelas atau mau sharing kontak/wa : 081250981098

 

Oleh: Ari Sampit/wongtani | 19 Januari 2016

PUPUK KELAPA SAWIT

IMG-20160117-WA0103Tak dirasa sudah berganti tahun, berganti musim juga tentunya dan semoga berganti rejeki lebih banyak untuk kita para pejuang agrokompleks.

Januari sudah musim hujan di Sampit Kalimantan Tengah, hawa segar membasuh jiwa jiwa yang menghirup asap kemarau terlalu lama, semoga harapan baru semangat tetap selalu dipompa baru untuk terus beraktivas yang produktif.

Disela kemarau Nopember 2015 wongtaniku.wordpress.com dan wongtaniku.com mendapatkan kepercayaan orderan 6 ton (600 sak) SUPERNASA GRANULE untuk 100 Ha Kebun Kelapa Sawit.  Tentunya sangat menggembirakan bagi kami dan hebatnya yang order adalah seorang Mantan General Manager PT. Perkebunan Swasta yang tersohor di Indonesia.

Keluhan beliau adalah tanah di perkebunannya berpasir, sehingga diperlukan bahan organik yang berkualitas tinggi.  Keputusan untuk membeli Supernasa Granule karena memenuhi persyaratan yang beliau inignkan plus sangat mudah aplikasi dan distribusi di kebun.

 

Satu kantong /sak Supernasa Granule isi 10 Kg, dosis yang dipakai adalah 500 gram perpokok, sehingga 1 sak Supernasa Granule untuk 20 pokok sawit. Dosis NPK (majemuk) maupun pupuk tunggal bisa dikurang 25 % hingga 50 % namun demikian dilihat juga kondisi tanaman untuk menjadi ukuran pengurangan dosis pupuk makro nya.  Diperkebunan beliau NPK yang digunakan adalah NPK Palmae dari Yara dengan dosis 500 gram per pokok usia sawit TBM 3.

Bagi saudara setanah air yang ingin menggunakan pupuk Nasa, silahkan hubungi saya  Joko Ari P, SP Stokis Nasa KH.745. Domisisli di Sampit Kalten, Pusatnya PerkebunanSawit di Indonesia.

FB_IMG_1449553639164Penawaran menarik bagi yang menggunakan produk seluas 3.000 Ha, akan mendapatkan Casback senilai  satu Unit Pajero Sport Terbaru.

TUNGGU APALAGI…MARI TINGKATKAN KESEHJATERAAN KEBUN DAN KARYAWAN…

 

Oleh: Ari Sampit/wongtani | 29 Oktober 2015

KABUT ASAP KIAN PEKAT

Kemarau tahun 2015 ternyata sangat parah, dampak elnino yang berkepanjangan diluar dugaan pemerintah sekalipun,  boleh dikatakan tidak berdaya memadamkan kebakaran lahan dan tanaman diatasnya  (dengan tidak mengecilkan arti perjuangan relawan pemadam kebakaran lahan dan tanaman)
Tulisan kemarau  Agustus tahun 2009 yang saya upload di blog ini semestinya menjadi pelajaran, namun kita seperti mudah lupa ya….

Selain soal kemarau foto putri saya yang saya foto saat mengantar sekolah waktu itu kelas 3 SD dan diupload pertama kali di blog ini, rupanya banyak dimanfaatkan oleh “penduduk dunia maya”. Semoga yang tau asal usul foto tersebut tidak memanfaatkan untuk memojokkan pihak tertentu apalagi untuk maksud yang kurang etis.

Semoga bencana ini segera berlalu dan kehidupan berjalan normal serta kita harus ingat dan cegah bersama di siklus selanjutnya.

Petaniku dan Nasa

kabut malamMalam ini jam 21.30 aku pulang dari kandang ayam sejauh 16 Km dari sampit, wah udah jalannya berdebu asap dari lahan yang terbakar atau dibakar semakin pekat, ya meresahkan bagi yang kurang sehat tapi bagi yang lain kayaknya cuek aja tuh mungkin dah biasa menghirup asap, ya mau gimana lagi yah…memang kemarau panjang tak ada pilihan selain berasap ria.  Aturan dah dibuat, eh nyatanya masih juga mengepul asap disana sini, apalagi lahan sekitar kota sampit yang terbakar adalah tanah gambut sehingga api susah dipadamkan dan produksi asapnya “Ruar Biasa”.

Membuka lahan tanpa bakar sepertinya susah juga dituruti oleh sebagian orang, kalau petani hortikultura seperti sayuran sudah pasti mereka tidak maen bakar karena lahan yang sudah jadi tinggal olah ringan saja tapi bagi yang ingin berkebun atau membersihkan lahan sudah pasti mereka membersihkan lahannya dengan menebas semua tanaman yang tumbuh diatasnya, dan akan mengering cepat, nah bila ada saja yang iseng…

Lihat pos aslinya 132 kata lagi

Oleh: Ari Sampit/wongtani | 23 Oktober 2015

BUDIDAYA AYAM PEDAGING (Broiler)

Sayang sekali peternak masih belum pada pihak yg merdeka, masih sangat dikendalikan dengan harga dan tengkulak,,dimana saja kok sama ya…

Menurut anda bagaimana ???…

Petaniku dan Nasa

AYAMKU UMUR 38 HARI 2,6 KG

AYAM PEDAGING (Broiler)

I. Pendahuluan

Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).

II. Pemilihan Bibit

Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih

Lihat pos aslinya 1.556 kata lagi

Oleh: Ari Sampit/wongtani | 23 Oktober 2015

CARA MEMUPUK JERUK

Jeruk siam SampitSampai hari ini, Jum’at 23 Oktober 2015 kondisi kotaku sangat parah terkepung asap akibat pembakaran/terbakarnya lahan dan tanah gambut.  Sepantasnya sudah tidak sehat lagi dan harus mengungsi ke arah pantai yang lebih bersih dari paparan asap, namun kami masih kuat dan sabar.

Tidak boleh hanyut dengan kondisi bencana ini, mari kita petani harus menyiapkan kembali lahan yang terbengkelai karena tak bisa berbudidaya lagi.  Sebagai petani jeruk saya mempersiapkan pemupukan kebun jeruk diawal musim penghujan nanti dengan cara sebagai berikut :

  1. Bersihkan lahan seputar tajuk pohon jeruk dan kalau mampu bersihkan semua area tanaman agar sanitasi tanaman terjaga baik.
  2. Buat alur melingkar di tepi tajuk terluar atau minimal diameter 1 meter (jeruk umur 4 tahun)
  3. Masukkan pupuk dalam alur yang di buat dan ditutup kembali.

Dosis pemupukan pertama sebagai berikut :

  1. NPK Phonska 700 kg
  2. Supernasa Granule 80 Kg
  3. Power Nutrisi 3 Kg
  4. Ketiga pupuk diatas di campur hingga rata dan ditaburkan dalam alur keliling pohon jeruk dosi 1 kg/pokok
  5. Semprot POC Nasa dan Hormonik plus Insektisida untuk mengendalikan Trip dan tungau seminggu sekali 3 kali berturut-turut
  6. Selanjutnya aplikasi semprot memperhatikan kondisi tanaman.

Pemupukan selanjutnya dilakukan setelah buah terbentuk dan sebesar kelereng atau minimal 4 bulan setelah pemupukan pertama dengan menggunakan Pupuk NPK Palmae dari Yara Mila Plus Power Nutrisi.

To be continued

Oleh: Ari Sampit/wongtani | 23 Oktober 2015

PESTONA PESTISIDA NABATI

PESTONA NASA

Terima Kasih untuk Bapak Umar Balikpapan telah sukses mendapat order 1.000 liter PESTONA untuk kebutuhan petani di Kalimantan Timur.

Hal ini membuktikan bahwa bisnis Nasa itu luar biasa dengan ditunjang produk yang terpercaya dengan dukungan Manajemen PT. Natural Nusantara yang handal dan serius di bidang Agrokompleks yang 1 Oktober 2015 genap berusia 13 tahun.

Mari menjadi mitra Nasa, buktikan berusaha itu tidak sulit…

pestona

 

Oleh: Ari Sampit/wongtani | 28 September 2015

TEKNOLOGI PIKAT NASA PADA TERNAK SAPI POTONG

Berasal dari bahan alami/organik, bukan dari bahan-bahan kimia atau sintetik

Merupakan pakan pelengkap yang berperan sebagai sumber protein, mineral dan vitamin.

Mampu menggantikan pemberian vitamin dan mineral kimia/sintetik

Meningkatkan nafsu makan

Mempercepat adaptasi sapi terhadap pakan, pada saat pertama kali masuk kandang.

Mengurangi kestresan pada sapi, baik pada saat masuk kandang pertama kali, setelah sapi divaksinasi atau saat sapi dalam proses pengobatan

Mempercepat pertumbuhan sapi dengan meningkatkan kuantitas (peningkatan pertumbuhan berat badan harian rata-rata (ADG=Average Daily Gain)

Mengurangi bau kotoran

Meningkatkan kesehatan sapi

Meningkatkan kualitas daging sapi dengan warna lebih merah, padat dan rendah lemak.

 

 

CARA PENGGUNAAN :

Produk yang digunakan : VITERNA, POC NASA, HORMONIK

Kandungan VITERNA, POC NASA, HORMONIK : Protein, mineral, vitamin, lemak, energi yang berasal dari bahan-bahan organik/alami, bukan kimia/sintetik.

Cara pemakaian dan dosis :

VITERNA, POC NASA dan HORMONIK masing-masing 1 botol dicampur menjadi satu larutan terlebih dahulu. Dosis pemakaian : 2 tutup botol campuran 3 produk NASA tersebut per ekor per hari. 1 tutup pada pagi hari dan 1 tutup pada sore hari. Produk NASA tersebut dicampur pada pemberian pakan konsentrat pagi dan sore hari.

Waktu pemberian : Pagi dan sore hari

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 760 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: