Oleh: Ari Sampit/wongtani | 30 Agustus 2009

Kembang Kol Kemarau

Kembang Kol Kemarau

Kembang Kol Kemarau

Hari masih terhitung pagi namun aku sudah ada dikandang ayam menyiapkan air minum dan seperti biasanya memberi Viterna + POC Nasa 2 cc perliter air sebagai campuran di air minum tersebut, hasil sampling timbangan pada ayam betina sudah mencapai 950 gram sedangkan ayam jantannya sudah 1.150 gram dan pakan yang dihabiskan sudah  5 karung perhari yang seharusnya masih 4, 5 sak saja. Ayamku sehat sekali dan kayaknya akan lebih cepat panen, rutinitasku tersela oleh bunyi nada sms dari HP ku aku setengah malas membukanya, namun isinya membuat aku harus berkunjung ke petaniku.  Berikut ini isi smsnya :”  SANGAT SUNGGUH LUAR BIASA NASA ; DALAM MUSIM PANAS PANJANG TANPA AIR, KEMBANG KOL MASIH MAMPU NORMAL PERTUMBUHAN DAN BUNGA KOLNYA BANYAK YANG MENCAPAI BOBOT 1 ,3 Kg  PERBUAH. KAMI HERAN, APALAGI PETANI LAIN YANG MELIHATNYA. INI BENAR-BENAR DILUAR DUGAAN.  NASA MEMANG BISA DIANDALKAN. BERANI DI ADU. I LOVE YOU FULL NASA. SALAM, selamet Purwanto, kota besi, sampit Kotawaringin Timur – Kalteng” .  Wah hebat…itu kata pertama dalam hatiku dan aku harus buktikan kata kata dalam sms ini, segera aku ke tempat Mas Purwanto yang merupakan anak muda yang bersemangat dan  petani handal di Kota Besi bersama Bapakya terus berjuang didunia Hortikultura.

Panas, kurang air, panen kembang kol

Panas, kurang air, panen kembang kol

Tepat jam 9.15 pagi aku tiba di Kotabesi, jarak 34 Km tidak terasa karena rasa penasaranku.  ” Ass. apa kabar mas Pur! ; Baik Mas Joko ” kami pun langsung ke pondok dan dimeja sudah siap tiga buah kembang kolnya.  Wah….Luara Biasa ini Mas, “Iya mas Joko saya sama bapakpun bingung, kok ya bisa jadi ini kembang kol, padahal bapak sudah saya ingatkan untuk tidak tanam kembang kol mengingat kemarau panjang, pasti susah air.  Namun bapak nekad dan bilang yang menentukan rejeki bukan kamu Pur tapi Gusti Allah dan hasilnya ternyata benar, semua tumbuh normal dan ayo kita lihat ke ladang!”.  Kami bergegas ke belakang pondok dan Wow….hamparan tanaman yang hanya seluas 0,15 Ha masih tumbuh tegar dan hijau.  Saya lihat daun masih bertahan hijau, kembang kol yang besar tampak segar, serangan hama penyakit tidak ada, tanaman yang masih kecilpun masih bisa tumbuh terus. ” Nah…mas Joko, semua kawan petani yang kesini pada heran lho, kami tanam tanpa mulsa plastik, pupuk sudah tentu pakai Nasa mas, yakni Super Nasa dan POC Nasa plus Hormonik disamping pupuk SP, KCl dan sedikit Urea”.

tanah kering dan retak ! kembang kol tumbuh normalPenasaran aku berkeliling lahan, dan memang benar tanahnya sebagian retak, kering kusumur gali semakin dalamrang air.  Herannya tanamannya kok masih bertahan segar, walaupun siang hari akan tampak seperti layu karena sangat panasnya suhu yang kira-kira mencapai 36 derajat plus kabut asap pagi dan malam hari.  Pak Warimin, ini nyiramnya air darimana? ” Itu mas dari sumur yang aku terus dalamkan karena airnya sedikit”, aku tengok dan memang cukup dalam dan hanya bisa tuk menyiram sekali saja mana sudah satu bulan tidak ada hujan sama sekali.  Aku ambil beberapa foto kondisi lahan dan sumur, setta tanaman kacang panjang yang masih bertahan dan lebat buahnya. Puas berkeliling kamipun kembali ke pondok yang dipenuhi botol bekas Produk Nasa seperti Super Nasa, POC Nasa, Hormonik ,Metilat Plus dan Pestona.

Hijau, segar dan besar di musim kemarau

Hijau, segar dan besar di musim kemarau

Obrolan kami teruskan dipondok, akupun bertanya dan menegaskan apa saja kiat mereka sehingga kembang kolnya bisa panen.  Ayo mas Pur dan bapak ceritakan apa saja rahasianya kok bisa berhasil padahal ini tanaman pertama dan belum pernah tanam kembang kol sebelumnya mana tanahnya masam lagi, ucapku. ”  Kami pake Super Nasa mas, seperti biasanya lah kami kocorkan saja sebagai dasaran bersama SP 36, pupuk kandang dan Dolomit, dosisnya Super hanya habis 2 botol mas yang 250 gram untuk lahan seluas itu.  Poc Nasa 5 tutup dicampur Hormonik 2 tutup kami semprotkan 3 hari sekali berselang dengan penyemprotan obat racun untuk ulat; ya itu aja kok mas selain pupuk kimia yang biasanya kita pake namun agak dikurangi melihat pertumbuhan tanamannya”.   Sederhana aja bathinku, tapi ya memang betul kok jadinya LUAR BIASA…, menanam kembang kol pada tanah masam bekas tanah gambut yang sudah melapuk tingkat lanjut tantangannya juga rame, pupuk kandang dan dolomit mutlak dibutuhkan untuk mendongkrak PH tanah sedangkan Super Nasa sebagai STATER KESUBURAN TANAH yang menambah daya dobrak tanah agar tanaman bisa menyerap unsur hara dengan sempurna. Kehadiran Super Nasa akan membuat tanah semakin subur, dan merombak residu pupuk kimia yang ada sehingga tanah akan semakin subur bukan semakin miskin unsur haranya dan tanaman bisa memanfaatkan unsur hara tanah dengan maksimal, ikatan unsur Fe dn Al pun akan berkurang sehingga pemberian pupuk kimia tak semua hilang percuma atau terikat lagi oleh kedua unsur tersebut yag merupakan penghuni tanah masam seperti gambut dll.   Penyemprotan POC Nasa dan Hormonik yang dosisnya cukup tinggi tersebut ternyata berpengaruh pada ketahanan tanaman terhadap hama dan cuaca panas, dibandingkan kembang kol pak Min yang ditanam saat masih sangat cukup air, kembang kol mas pur daunnya lebih besar, tebal dan hijau.  Apapun dan bagaimanapun mereka telah mencoba semua tanaman dengan produk nasa, tidak berani meninggalkan nasa.  Hasil yang baik memang tergantung benih, kondisi lingkungan, dan yang menentukan adalah ” Kerja Keras dan Keuletan Petani”.

Tersenyum Puas

Tersenyum Puas

Hasil panen mereka jual langsung di kios kecil dipinggir jalan negara yang selalu ramai dilalui, sehingga pasar tidak jadi masalah.  Kami jual tidak per Kg mas, kami jual per buah yang kami potong segar dengan daunnya.  Harganya perbuah yang 1 kg lebih Rp. 20.000, dan kami sudah menjual 100 kg lebih dan masih banyak yang belum dipanen, bertahap sambil nunggu besar mas.  Dan Kembang kol  diikat dan digantung di kiosnya bersama sayuran lainnya serta buah jeruk yang menjadi andalan Kecamatan Kota Besi.  Tak lama kami ngobrol di kiosnya, mampirlah mobil dan membeli beberapa buah kembang kol, wah senengnya aku melihat semua ini….Bravo Petaniku, maju dan selalu kreatif mencari jalan keluar disaat krisis air alias kemarau panjang ini.  SEMANGAT PAGI !!!!

Related Post :  Kembang Kol Pak Min

Iklan

Responses

  1. biasanya satu karung bisa muat berapa kembang kol?

    Suka

  2. Oke mas Nirhono semoga bermanpaat bagi umat terutama petani di indonesia, sukur dibuat sumbernya ya he he he…

    Suka

  3. Tulisannya saya copy paste. Terima kasih, semoga bermanfaat bagi umat.

    wassalam.

    nirhono.co.cc

    Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: