Oleh: Ari Sampit/wongtani | 18 Agustus 2009

Daun Ubijalar Dongkrak Trombosit

OMRI SAMOSIR BERTINDAK CEPAT BEGITU MENGETAHUI ISTRINYA, CHRISTINA SIREGAR, MENGGIGIL. IA BERGEGAS MEMBAWA CHRISTINA KE SEBUAH RUMAHSAKIT DI JAKARTA. HASIL PEMERIKSAAN DOKTER MENYEBUTKAN, IA POSITIF DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD). KADAR TROMBOS IT CHRISTINA 150.000/μ L ; KADAR NORMA L 200.000 – 400.000/μL . TANPA SEPENGETAHUAN DOKTER, OMRI MEMBERIKAN REBUSAN DAUN UBIJALAR KEPADA CHRISTINA. KEESOKAN PAGI, CHRISTINA PULANG KARENA TROMBOSIT KEMBALI NORMAL.

Begitu mengetahui penyakit istrinya demam berdarah dengue, Omri teringat cerita Bart, temannya asal Filipina. Mereka bekerja di perusahaan pertambangan yang sama. Bart mengisahkan masyarakat Filipina memanfaatkan daun camote alias ubijalar untuk mengatasi serangan virus dengue. Lorenzo Romero Banning, kelahiran Manila 3 Mei 1935, yang kini tinggal di Jakarta membenarkan bahwa di Filipina daun ubijalar secara turun-temurun digunakan untuk mengatasi demam berdarah dengue.

Ingat cerita itu, Omri Samosir segera memetik 20 daun ubijalar plus tangkai setara 200 – 250 g. Ia memilih daun yang tak terlalu tua dan tak terlampau muda. Itu sekitar 4 – 5 daun dari pucuk. Setelah membersihkan daun, Omri merebus dalam seliter air dengan api kecil hingga mendidih, kira-kira 20 menit. Sebanyak 800 – 900 ml air rebusan daun Ipomoea batatas itu ia saring dan diminum Christina. Dosis sekali minum 200 ml dengan frekuensi 5 kali semalam.

Itulah rahasia yang membuat kadar trombosit Christina meningkat pesat, menjadi 246.000 dalam semalam. Keesokan pagi, dokter mengizinkan ia pulang. Christina hanya semalam di rumahsakit.

Bukan hanya Christina yang merasakan manfaat daun ubijalar. Pada Oktober 2008, Sudung menjalani perawatan akibat demam berdarah di sebuah rumahsakit di Bandung, Jawa Barat. Karena trombosit tak kunjung meningkat setelah sepekan opname, tetap 80.000/μl, Sudung dipindahkan ke rumah sakit di Jakarta. Setelah mengkonsumsi rebusan daun ubijalar, trombosit terdongkrak menjadi 155.000/μl dalam sehari. Dua hari kemudian ia pulang ke rumah.

Bocor

Penyakit yang diderita Christina dan Sudung akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk rumahan itu biasanya menyerang pada siang hari. Menurut ahli DBD dari Univesitas Airlangga, Surabaya, Prof Dr dr H Soegeng Soegijanto SpA(K) DTM & H, virus dengue yang masuk ke tubuh manusia menyerang monosit – salah satu tipe sel darah putih – yang berperan membangun kekebalan tubuh.

Jika jumlah trombosit berkurang, mudah terjadi pendarahan, bahkan kematian. Penderita pun mengalami renjatan alias syok. ‘Syok akibat merosotnya jumlah trombosit perlu sesegera mungkin ditangani, itu kunci menghindari kematian,’ tutur Dr Drs Suprapto Ma’at MS Apt dari laboratorium patologi klinik Universitas Airlangga. Konsumsi garam isotonik atau larutan ringer asetat hanya mengganti volume plasma yang hilang. Bukan mengobati penyebab utama trombostapenia alias gangguan fungsi trombosit.

Polifenol

Menurut dr Arijanto Djonosewodjo SpPD, ahli penyakit dalam dan herbalis di RSUD Dokter Sutomo, Surabaya, kandungan polifenol dalam daun ubijalar berperan sebagai antioksidan untuk memperbaiki sistem imun atau kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang terdongkrak mampu melawan virus yang menyerang tubuh. Rebusan herbal biasanya berguna jika trombositnya belum turun sekali, di bawah 50.000.

Hasil riset Dr Shahidul Islam, peneliti dari Universitas Arkansas, Amerika Serikat, menunjukkan setiap 100 gram daun ubijalar segar kultivar suioh mengandung 117 mg kalsium, 1,8 mg besi, 3,5 mg karoten. Selain itu daun Ipomoea batatas itu juga mengandung 7,2 mg vitamin C, 1,6 mg vitamin E, dan 0,5 mg vitamin K, vitamin B, betakaroten, serta protein.

Hasil riset itu membuktikan bahwa daun ubijalar kaya akan kandungan 15 antosianin dan 6 jenis polifenol dan asam fenolik. Asam fenolik yang terkandung seperti dicaffeoilqynat, asam dicaffeoilquinat, mokodaffeoilquinat, dan kaffeat. Menurut Shahidul kandungan antosianin dan polifenol dalam ubijalar berguna sebagai antioksidan, antiperadangan, bahkan antikanker.

Selain daun ubijalar, herba lain yang mujarab mengatasi demam berdarah adalah daun jambu biji. Daun jambu biji Psidium guajava mengandung aldehid, guanin, dan quercentin. Yang disebut terakhir senyawa pokok penambah jumlah trombosit. ‘Kadar di buah jambu biji lebih sedikit daripada di daun. Kandungan di selembar daun bisa sama dengan di sekilo buah,’ ungkap Suprapto Maat.

Menurut Prof Dr Sumali Wiryowidagdo dari Pusat Studi Obat Bahan Alam Universitas Indonesia, quercentin menghambat enzim pembentuk RNA virus dengue. ‘RNA berperan dalam sintesis protein. Jika pembentukan RNA terganggu, menyebabkan virus mati sehingga jumlah trombosit meningkat,’ ujar guru besar Fakultas Farmasi Universitas Indonesia itu.

Gunakan daun jambu biji yang tidak terlalu tua dan muda. Jika terlalu tua, flavonoid mengalami oksidasi sehingga kurang efektif meningkatkan trombosit. Pada daun muda, kandungan flavonoid masih rendah. Flavonoid dalam daun jambu biji dan polifenol dalam daun ubijalar berfungsi sama: meningkatkan kadar trombosit. Itulah harapan semua pasien demam berdarah dengue, sebagaimana yang sudah dibuktikan oleh Salsabila Al Adawiyah dan Omri Samosir. (Faiz Yajri) SUMBER : MAJALAH TRUBUS


Responses

  1. Wah mantap ni makasih ya atas ilmunya pak

    Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: