Oleh: Ari Sampit/wongtani | 18 April 2009

Panen Padi (Ala ari)

yok merontok padi Panen padi sebenarnya sudah 3 minggu yang lalu, namun pada hari Rabu 15 April 2009 khusus panen dilahan yang kurawat sendiri seluas 0.3 Ha.   Kasusnya adalah terlambat tanam jadi bibit padinya suda tua lebih dari 25 hari dipersemaian,  bisa dibayangkan jadinya…anakan tidak berkembang semestinya yang berakibat pada produksi gabah yang  tidak maksimal.  Namun demikian aku tidak lantas berkecil hati, tetap saja aku rawat seperti biasanya.  Perlu diingat bahwa kasus utama selain pindah tanam yang terlambat, tanahnya masih ber PH antara 4 dan 5 yang tentunya akan banyak menimbulkan masalah pada serapan unsur haranya. Ketersediaan air melimpah apalagi saat hujan berbarengan air pasang, maklum sawahku termasuk lahanyang dipengaruhi air pasang surut sungai Mentaya hingga saat panenpun air masih melimpah karena masih ada pasang, namun asal tidak ada hujan air segera akan surut kembali.

padiku sebelum panenUntuk luas lahan 0,3 ha ini aku gunakan 60 kg Urea dan 80 Kg NPK Ponska jumlah yang masih kurang banyak bila melihat kondis lahan yang sudah lama dikelola dan umur bibit yang sudah tua .  Pemberian Poc Nasa dan Hormonik sebanyak 4 kali dimulai umur 15 , 25, 35 dan 45 HST dengan dosis yang kian meningkat.  pada umur 15 dan 25 HST dosis 1 tutup hormonik + 5 tutup poc Nasa dan pada umur 35 dan 45 HST menjadi 2 tutup hormonik dan 8 tutup Poc nasa per tangki 14 liter.  Hasilnya cukup bagus lho…padiku saat masa vegetatif tumbuh sehat anakan sedang masih sesuai krietria dari deskripsi varietas Ciherang.  Serangan hama penyakit masih kami anggap ringan, sehingga aplikasi pestisida juga tidak banyak saya lakukan.

mas darso kuat angkat panenankuSaat panen adal yang menarik yang dilontarkan oleh mas darso yang biasa ikut panen di sawahku, pak yang ini antep(berat) banget padinya, saat di potong arit sudah kerasa ditangan dan benar katanya juga saat diangkut untuk dirontok dengan mesin mas darso kembali komentar yg sama.   Hasil panen padiku seluas 0,3 ha adalah sebanyak 35,5 karung seberat 55-60 kg/karungnya atau bila kurata rata berat per karungnya 55 kg saja menjadi 1.952,5 kg.  Sebelum pake nasa biasanya hanya  28 karung dengan berat 50 kg atau 1.400 Kg saja.  Ada selisih  552,5 kg, wah lumayan ini pikirku….sudah terbayangkan olehku berapa uang yang kuterima karena padikuangkut gabah ke jalan, wih beratnya eui... dijual sebagai benih dengan harga Rp. 4.000/kg.  Penambahan Pupuk Organik dari PT. Natural Nusantara ternyata memang terbukti bagus padahal aku belum gunakan supernasa dan power nutrisinya lho.  Kedepan aku mesti ulangi lagi dengan penamabahan pupuk makro NPK dan mikro dari PT.NASA dan sangat optimis hasilnya lebih baik lagi, dengan catatan tanam dengan umur bibit yang muda sekitar 18 hari semai.


Responses

  1. Salam kenal
    http://abuabdilbarr.wordpress.com

    Suka

  2. Assalamualaikum
    Mas izin copy gambar

    Suka

  3. Ha ha ha iya pak, semoga ini merupakan ikon Nasanya Indonesia tuk kemajuan petani dan pertaniannya…terima kasih

    Suka

  4. saya kirain NASA dari amerika serikat, nggak taunya buatan lokal hehehe..
    salut deh, maju terus pertanian indonesia!!!

    Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: