Oleh: Ari Sampit/wongtani | 5 Januari 2011

Menjaga kondisi TANAMAN di musim yang TIDAK MENENTU

OLEH : Ir. Adhy nugroho. (TS hama penyakit TANAMAN)

TUMBUHAN TIDAK SELAMANYA BISA HIDUP TANPA GANGGUAN. KADANG TUMBUHAN MENGALAMI GANGGUAN OLEH BINATANG ATAU ORGANISME KECIL (VIRUS, BAKTERI, ATAU JAMUR).

Hewan dapat disebut hama karena mereka mengganggu tumbuhan dengan memakannya. Belalang, kumbang, ulat, wereng, tikus, walang sangit merupakan beberapa contoh binatang yang sering menjadi hama tanaman.
Gangguan terhadap tanaman yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur disebut penyakit. Berbeda dengan hama, penyakit tidak memakan tumbuhan, tetapi mereka merusak tumbuhan dengan mengganggu proses–proses fisiologi tubuh tumbuhan yang bisa mematikan tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan yang terserang penyakit, umumnya, bagian tubuhnya utuh. Akan tetapi, aktivitas hidupnya terganggu sehingga tidak bisa berfungsi secara normal, baik dalam hal pertumbuhan vegetatif, produksi dan reproduksinya.
Untuk membasmi hama dan penyakit, sering kali manusia menggunakan obat–obatan kimia atau yang biasa disebut pestisida. Pestisida memang bisa mematikan hama secara cepat, namun pemakaian yang terus-menerus apalagi jika menggunakan dosis yang berlebihan, akan menimbulkan permasalahan baru, yaitu kekebalan hama, musnahnya musuh alami, gangguan terhadap kesehatan dan lain-lain.
Kondisi cuaca yang tidak menentu sangat berpengaruh pada perkembangan hama dan penyakit tumbuhan, Pola sebaran hama dan penyakit pada musim yang tidak menentu ini juga sering bervariasi sehingga diperlukan pengamatan secara berkala untuk menentukan pengendalian yang tepat. Disamping menggunakan pestisida, untuk mempertahankan kondisi normal tumbuhan juga perlu dilakukan pemberian pupuk makro maupun mikro dengan jumlah yang optimal.
Menghadapi cuaca yang kurang bersahabat perlu diperhatikan beberapa hal dalam penanganan hama dan penyakit tumbuhan serta pemupukan yang tepat.
Perlakuan pemangkasan sangat penting. Pemangkasan dapat membantu mengurangi kelembaban pada bagian bawah daun. Pemangkasan juga dapat memacu perkembangan dan membentuk pucuk tumbuhan dan ranting ranting yang baru.
Pada tanaman tahunan perlu dilakukan pembalikan tanah dan dan penggemburan di sekitar piringan.
Ketika curah hujan tinggi seringkali terjadi genangan pada lahan sekitar tanaman. Perlu dibuat parit-parit air, tujuannya untuk memperlancar drainase supaya air tidak menggenang.
Jika terjadi serangan hama dan menggunakan pestisida kimia sebagai langkah pengendalian maka tambahkanlah AERO 210 setengah tutup, membantu mengurangi pestisida hanyut bersama air dan menambah melekatkan pestisida pada sasaran.
Pemakaian pupuk organik NASA, seperti SUPERNASA dan POWER NUTRITION, sebaiknya dipupuk kan dengan cara di ‘ pocket ‘ yaitu dibuat lubang sedikit didaerah piringan tanaman, pupuk dimasukkan dan ditutup kembali dengan tanah. Cara ini digunakan untuk mengurangi kehilangan pupuk akibat pupuk terikut oleh air hujan. Begitu juga aplikasi pupuk makro seperti Urea, TSP dan KCL, perlu menggunakan teknik yang serupa.
Untuk pemakaian POC NASA dan HORMONIK yang disemprotkan kebawah daun sebaiknya ditambahkan setengah tutup AERO 810, hal ini berguna untuk mengurangi pupuk yang disemprotkan hanyut dan ikut tercuci oleh air hujan.

Tanggal Publikasi: 05 Januari 2011, Jam : 08:38:14


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: