Oleh: wongtani | 10 November 2009

Menjadi Petani, suatu pekerjaan yang mulia

Oleh : Media – NASA

Yogyakarta (NASA) – Rombongan siswa Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah (setingkat SMP dan SMA) Pondok Pesantren Assalam Solo, Jawa Tengah pada hari rabu, 3 Nopember 2009 lalu mengunjungi Kantor Pusat PT. Natural Nusantara, Yogyakarta dalam rangka studi lapang dan dengan tujuan untuk lebih mengetahui keberadaan NASA dan produk-produk andalannya khususnya pada bidang agrokompleks disertai kunjungan ke Laboratorium NASA di pinggir pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta.
Rombongan berjumlah 125 orang ini diterima langsung oleh Direktur PT. NASA, Bp. Ir. Hana Indra Kusuma, MP didampingi oleh dua orang TS yakni Bp. Ir. Agus Budi Setyono dan Bp. Ir. Twaistrisna Hepiprana. Dalam kesempatan itu juga rombongan langsung memasuki Aula NASA lt. 1 dan diberikan informasi serta materi – materi seputar dunia pertanian di Indonesia dalam cakupan agrokompleks oleh Team NASA serta dijelaskan pula tentang visi dan misi NASA dalam memajukan dunia pertanian di negeri tercinta ini.
Setelah mengikuti penjelasan materi dunia pertanian di kantor NASA, rombongan diberangkatkan untuk mengunjungi laboratorium lahan pasir di pantai Pandansimo, Bantul. Mereka banyak yang dterperanga dan kagum melihat laboratorium NASA ini, karena di lahan pasir yang gersang tanaman bisa tumbuh subur, yang tentunya dengan menggunakan produk-produk pertanian NASA. Banyak dari peserta rombongan yang bertanya kepada Team NASA mengenai tanaman yang tumbuh subur di lahan pasir ini. LUAR BIASA ….. kesan dan ungkapan para peserta rombongan ini.
Dengan diadakannya acara ini para peserta yang berasal dari pondok pesantren ini, akan membuka wawasan bagi mereka bahwa dunia pertanian bisa dijadikan sebagai bidang unggulan dan juga bisa difungsikan sebagai profesi yang menjanjikan. “Jangan malu jadi petani, jadilah petani yang professional, karena pekerjaan ini juga merupakan pekerjaan yang mulia, ”Ujarnya Team NASA bangga dan semangat.
Semangat untuk menjadi petani yang profesional merupakan ungkapan jujur dari hati dan diri mereka, karena di era modern ini, anak-anak muda sekarang sepertinya sudah enggan dan malu jika menjadi seorang petani. Tetapi dengan teknologi NASA kini mereka siap dan tidak malu lagi jika nanti menjadi petani yang professional, karena menjadi petani merupakan suatu pekerjaan atau juga profesi yang memiliki jiwa mulia. Semoga cita-cita mereka terwujud untuk memajukan pula dunia pertanian di Indonesia. ….

Tanggal Publikasi: 09-November-09, Jam : 11:53:35

Oleh: wongtani | 8 November 2009

4500 Ha padi gogo

ciherang di gogokan/ladangTahun 2010 didepan mata…walaupun program SL_PTT MT okmar 2009 masih dalam perjalanan namun tantangan ditahun 2010 cukup besar. Kabupaten Kotawaringin Timur akan mendapatkan kegiatan SL-PTT padi Gogo seluas 4.500 ha. Kalau dari segi potensi lahan hal itu dianggap kecil, namun jika dihubungkan dengan SDM petani bila harus dilaksanakan tanpa bakar lahan rasanya “berat sekali terlaksana”.

Saat ini saya baru saja pulang dari kebun karet, dan pada bulan agustus-september terjadi kebakaran lahan dimana-mana, termasuk lahan disekitar kebun karetku, walaupun sudah aku bersihkan percikan api dari ladang tetangga akhirnya memusnahkan 100 an batang pokok karetku yang masih umur 5 bulan. Apa boleh buat dan hanya kuambil hikmahnya dengan memutuskan menggeser karet yang masih hidup kebelakang, dan bagian depan kuganti dengan jeruk siam purworejo, namun bukan masalah itu yang jadi pokok bahasan karena karet jeruk mudah saja kita budidayakan. Lahan disela tanaman karetku ditanami padi varitas Ciherang oleh petaniku, tumbuh dan perbedaan mencolok terjadi; pada tanah yang bekas terbakar permukaannya (gulma dll.) pertumbuhan padi luar biasa bagusnya sedangkan ditanah yang hanya disemprot herbisida dengan kondisi cukup bersih pertumbuhan padinya terlambat dan kalah jauh…!!!!

Semua ini adalah tantangan yang harus dijawab selaras dengan kebijakan olah tanah tanpa bakar, sebatas mana petani bisa melaksanakan itulah yang harus tetap dikawal. Untuk teknologi pemupukan disinilah peran Pupuk Organik dari PT. Nasa, dengan aplikasi penyemprotan Poc nasa plus Hormonik adalah cara yg rasional sekali karena tanaman padi gogo akan efektif menyerap unsur hara dari pupuk organik tersebut. Kalau aplikasi pupuk makro dengan cara disebar, akan dikhawtirkan terbuang percuma karena menguap dan tercuci saat hujan sehingga peran POC Nasa dan Hormonik sangat penting untuk menyuplai kebutuhan unsur hara yang lengkap bagi padi Gogo. Untuk mengantisipasi hal tersebut wongtani akan melaksanakan uji coba dilahannya sendiri dengan aplikasi POC Nasa dan Hormonik pada tanaman padi yang tumbuh dibekas kebakaran dan di tanah tanpa bakar.

Peluang juga tantangan bukan….Maju Kotimku Tuk Semua…

Oleh: wongtani | 6 November 2009

Terima Kasih, Petani Pahlawan Pangan

Terima Kasih, Petani Pahlawan Pangan

Sumber Berita : Tim Media Berita Pertanian Online

TEGAL – “Berkat panduan dari penyuluh, panen padi saya kali ini lebih baik. Bisa 9 ton lebih per hektarnya,” ungkap seorang petani peserta sekolah lapang pola pertanian terpadu (SL-PTT) di Indramayu kepada Menteri Pertanian Ir. H. Suswono MMA, Sabtu (31/1).

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Indramayu-Cirebon-Tegal tanggal 31 Oktober – 1 Nopember 2009 dalam kerangka penyerahan bantuan dana PUAP, LM3 dan SMD, Mentan menyempatkan singgah dan berdialog dengan para petani peserta SL-PTT di Indramayu. Dari dialog ini diperoleh informasi bahwa kemarau tidak terlalu berpengaruh pada hasil panen padi di sana. Bahkan sejumlah petani mengaku panen dalam kemarau tahun ini masih lebih baik dari tahun sebelumnya. Baca Lanjutannya…

Oleh: wongtani | 1 November 2009

Daging Ayam Naik…?

ayamku periode 2 sejak 14 Oktober 2009Fenomena apalagi ini ya…., biasanya peternak di sampit malah pusing karena masuknya ayam dari propinsi tetangga Banjarmasin, kini harga dipasar mencapai Rp. 32.000 – 35.000 per Kg.  Wah jika begitu harga ayam dikandang bisa mencapai Rp. 21.000 per kgnya, cek cek cek…andai ayamku bisa panen hari ini berapa banyak pundi-pundi keuntungan yang kurasakan ha ha ha. Ternyata menjelang lebaran kemaren banyak kandang yang tidak mengisi, sehingga panen yang jatuh di bulan ini ayam kosong, sementara permintaan banyak mengingat banyak yang acara syukuran naik haji…???

Ayamku hingga hari ini masih berumur 18 hari…jadi masih kecil ya tuk dipanen he he he…namun apa yang istimewa dari ayamku kali ini adalah sampai umur 18 hari yang mati masih 15 ekor saja.  populasinya dah bener-bener kuhitung sebanyak 2.230 ekor, hal ini dilakukan karena pada periode pertama dulu tidak dihitung hanya modal yakin bahwa satu box isinya 100 ekor belum tambahan perbox yakni 1 atau 3 ekor, ternyata setelah panen populasinya kok sedikit jauh dari perkiraan untung secara budidaya unggul sehingga tetap untung.  Selidik punya selidik ternyata DOC sudah dipaksin dari pabrikan sehingga tersortir, namun sayangnya sortiran tidk tergantikan sehingga isinya kurang dari 100 ekor.

Lalu apa yang membuat ayamku sampai hari ini sehat dan pertumbuhannnya top markotop he he he!, tak lain karena aplikasi Viterna Plus sejak doc datang dengan hanya 1 cc perliter air sekali sehari saja. Menjelang umur 15 hari Viterna kucampur Poc nasa agar lebih berhemat saja…hasilnya ayam teman satu umur dengan ayamku, setelah vaksin ke dua umur 15 hari terserang penyakit, sementara ayamku tenang-tenang saja, makan terus…minum terus..dan terlihat sudah besar dengan penampakan kemerahan pada tubuhnya yang jarang ditumbuhi bulu….

Dua peirode ini aku lalui dengan produk handal dari PT. Natural Nusantara, sehingga tak sekedar jual kecap bila aku menawarkan kesesama peternak…!  Tunggu apalagi segera gunakan produk Nasa disetiap Agribisnis anda…

Oleh: wongtani | 1 November 2009

Musim berganti…

Petani kedele ds. sebiruMusim telah berganti mungkin kalimat itu menjadi ucapan banyak orang terlebih para petani kita, hujan telah turun di bulan oktober…tanah yang dulunya gersang habis terbakar kini hijau kembali dengan berseminya beragam flora khas tanah bergambut di kotaku…aroma segar dipagi hari tercium merasuk dalam ke hati para petani. Geliat dan polah mereka semakin berbanding lurus dengan naiknya berbagai komoditi yang sempat hilang dari pasaran akibat kemarau nan panjang, yah rejeki tahunan katanya. Maklum walau pasar terbatas namun bila kondisi alam tak bersahabat hanya petani gigihlah yg menuai hasil besar, kenapa tidak kaya kalau kacang panjang dihargai 12.000/kg bahkan seorang petani mampu meraup 25 juta dari tanaman parenya…dan banyak kisah lainnya yg tidak tertangkap oleh kata-kata penulis.
Saat ini bulan November, alam sepertinya belum menampakkan tanda lebih bersahabat, hujan tidak normal sementara tanaman butuh air. Tanaman Hortikultura khususnya sayuran masih bisa bertahan dengan melakukan penyiraman dari sumur-sumur di ladang namun bila jauh sumber air hanya kemurahan Tuhan yang mereka harapkan. Palawija seperti Jagung dan kedele yang aku kontrol didaerah desa Sebiru memuaskan sekali pertumbuhannya, sepertinya tanah sudah lembab dan mampu menyimpan air sambil menunggu hujan berikutnya, senyum dan optimisme petani didaerah tersebut meyakinkan aku kelak akan jadi harapan sentra palawija baru terutama kedele yang selama ini banyak ditolak mengingat pasar dan aspek budidaya yg dianggap rumit. Ubi kayu masih baru ditanam sehingga hijaunya belum terlihat, namun disela stek ubikayu telah tumbuh Jagung dan padi ladang, boleh juga…!
padi ladang Padi masih ada yang baru panen lho..nun ujung diselatan sampit…selamat dan sisa dari kemarau. Petani yang lain masih harap-harap cemas untuk memulai mengolah tanah mengingat debit air pasang sungai mentaya tidak cukup dan sekarang hujan pelit datangnya…! “Kapan kita mulai pak” ; belum berani mas, sawah kita masih kurang airnya, bila kita paksakan di bajak pasti akan kering ‘ kata teman petani penangkar benih padi’. wah jadi mundur semua yah…sekitar desember mulai tanam bahkan januari 2010 nanti. Inilah nasib petani padi, tak adanya saluran irigasi teknis membuat mereka tergantung pada “keramahan alam” yang notabene banyak berubah karena ekosistem sudah banyak terganggu, banyak sumber air hilang dengan adanya alih pungsi lahan menjadi perkebunan besar…ah perubahan yang membuat yang lain juga semakin berubah.
Petani dan pertaniannya…kata kunci juga kunci kehidupan ini, kita kaya mengapa masih juga tak merasakan itu, pangan sekarang lebih gawat dari ketersediaan energi. Rawan pangan jika menjadi krisis global wah gak terbayangkan kacaunya dunia ini, jadi tidak salah toh ” TAK AKAN MAJU SEBUAH NEGARA JIKA PERTANIANNYA TIDAK MAJU TERLEBIH DAHULU”. Pertanian masih dipandang sebelah mata….semoga pengambil kebijakan didaerahku memahami betapa pentingya pondasi ini, yang akan menopang hidup dan kehidupan masyarakat menuju kemapanan hidup yang sesungguhnya.
Musim telah berganti, dari kemarau menjadi penghujan dari era lima tahun yang lewat ke lima tahun kedepan…harapan demi harapan masih membuncah didada. Semoga tak lagi di nomer duakan….pada pergantian kekuasaan 2010 kedepan di kotaku …BRAVO PETANIKU

Oleh: wongtani | 15 Oktober 2009

OPEN HOUSE MT II 2009 BB PADI

ANTISIPASI DAMPAK ELNINO DENGAN TANAM

VUB SANGAT GENJAH

Open house MT II 2009 di BB Padi yang akan diselenggarakan pada 19-21 Oktober 2009 ini merupakan agenda kegiatan tahunan sebagai kelanjutan dari open house tahun-tahun sebelumnya yang diadakan setiap musim menjelang panen. Sesuai perkembangan dan permasalahan hambatan dalam peningkatan produksi padi akibat perubahan iklim global khususnya ancaman kekeringan sebagai dampak Elnino, maka Open House untuk musim Tanam II 2009 ini BB Padi akan memamerkan tampilan berbagai invasi teknologi peningkatan produksi padi mengantisipasi dampak El-Nino dengan menanam Varietas Unggul Baru Padi yang berumur sangat genjah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: wongtani | 12 Oktober 2009

SEMINAR NASIONAL BUAH NUSANTARA

Image

Sebagai Negara tropis, Indonesia kaya akan keanekaragaman sumberdaya alam dan sumberdaya genetika,termasuk didalamnya adalah sumberdaya buah-buahan yang tersebar diseluruh nusantara. Baca Lanjutannya…

Oleh: wongtani | 20 September 2009

INFORMASI BISNIS NASA

Oleh: wongtani | 20 September 2009

BUDIDAYA MELON

MELON

BUDIDAYA MELON

PENDAHULUAN

Agribisnis melon menunjukkan prospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras, miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman serta faktor pemeliharaan tidak diperhatikan maka keuntungan akan menurun.

PT. Natural Nusantara berusaha membantu meningkatkan produktivitas melon secara Kuantitas, Kualitas, dan Kelestarian lingkungan ( Aspek K-3 ).

II. SYARAT PERTUMBUHAN

2.1. Iklim

Perlu penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Pada kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Suhu optimal antara 25-300C. Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. Hujan terus menerus akan merugikan tanaman melon. Tumbuh baik pada ketinggian 300-900 m dpl.

Baca Lanjutannya…

Oleh: wongtani | 20 September 2009

BUDIDAYA AYAM PEDAGING (Broiler)

AYAMKU UMUR 38 HARI 2,6 KG

AYAM PEDAGING (Broiler)

I. Pendahuluan

Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).

II. Pemilihan Bibit

Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori