Oleh: wongtani | 13 Desember 2009

Produktivitas…?

sawah sampit

kerja kerasssss!!!

Kata diatas sungguh sangat sakti, akibat kata itulah kinerja seseorang bahkan suatu instansi dan seterusnya dapat diketahui. Lalu apa hubungannya dengan kita yang bekerja didunia pertanian? wah sering sekali terdengar, kalau tidak bagus produktivitasnya yah sama saja bangkrut usaha kita,apalagi usaha agrokompleks merupakan kategori hight risk…atau besar resikonya he he he…plus mengasikkan tentunya.

Gak usah mengupas terlalu jauhlah, aku hanya ikut nelangsa dengan kondisi produktivitas padi Kalteng adalah terendah seindonesia!!!!. Masih dibawah 30 kwintal/ha, kalah dengan daerah tandus NTT dan saudara kita di Irian jaya. Dimana letak salahnya, padahal kerja keras cukup dan bantuan program mengalir sama dengan daerah lainnya seperti BLBU dan SLPTT dan banyak lagi yang lainnya. Menurut info ada beberapa hal penyebabnya diantaranya :

  1. Produktivitas padi sawah sudah di atas angka 3 ton/ha,namun produktivitas padi ladang masih berkisar di 2,0 dan 2,5 ton/ha sehingga bila dikalkualasikan tetap saja Kalteng masih dibawah 30 kwintal/ha.
  2. Pengawalan atau penekanan pada Ubinan yang dilakukan Mantri Tani perlu ditingkatkan sehingga didapat data yang lebih cepat, tepat dan akurat walaupun data yag diambil keputusannya ada pada pihak BPS.
  3. Diperlukan kerjasama yang baik dengan Mantis/BPS mengenai titik sampel terdata dengan baik.
  4. Secara teknis aku temukan petani kami masih bertani subsisten, hanya rutinitas dan mengarah ke ekonomis masih belum kuat
  5. Pemupukan masih seadanya dan konsep pemupukan berimbang belum dilakukan.
  6. Kerja keras…kerja keras…dan kerja keras lagi!!!!!

Tak usah malu mengakuinya, namun jadikan semangat juang lebih tinggi kapan perlu kecepatannya ditambah.  Kita bisa lebih maju untuk itu banyaklah intropeksi diri dan mengaca pada perjuangan daerah yang sudah maju, dan marilah rekan petani lebih giat karena dipundak kitalah nasib Bangsa ini memperoleh ketahanan pangannya jika kita loyo maka Negara Ini juga akan ikut Loyo….AYO BERJUANG KAWAN…TEKNOLOGI SUDAH ADA DARI ANAK NEGERI SENDIRI….AKU YAKIN SEKALI DENGAN TEKNOLOGINYA NASA INDONESIA INI KALTENG AKAN NAIK JAUH PRODUKTIVITAS PADINYA……SEMANGAT PAGI!!!!!

Oleh: wongtani | 12 Desember 2009

Anggota DPRD & Sekda Kabupaten Malang Kunjungi NASA

Oleh : Media – NASA

Tanggal 28 Nopember 2009 yang lalu, PT. NASA telah dikunjungi oleh rombongan anggota DPRD dan Sekda Kab. Malang, Jawa Timur yang berjumlah 15 orang. Bertindak sebagai ketua rombongan adalah Bp. Rudi Hadi Susilo, seorang anggota marinir TNI AL dan ia juga sebagai Pengelola Stockist N-065 asal Malang, Jawa Timur. Mereka disambut secara langsung oleh manajemen PT. NASA diantaranya Bp. Ir. Hana Indra Kusuma, MP selaku Direktur Utama PT. NASA dan Bp. Ir. Joni Riyanto selaku Manajer TS dan Humas.
Maksud dan tujuan rombongan ini adalah ingin lebih mengetahui tentang NASA serta visi dan misinya dalam membangun bangsa khususnya pada bidang agrokompleks. Selain itu juga mereka sangat tertarik dengan bisnis NASA yang mengedepankan produk-produk anak bangsa. Yang tak kalah menariknya bagi mereka adalah bahwa mereka mendengar akan luar biasanya produk-produk agrokompleks NASA yang selama ini telah digunakan oleh banyak petani di nusantara ini yang dapat meningkatkan hasil produksinya.
Selain mengunjungi PT. NASA, rombongan juga berkesempatan untuk mengunjungi lahan pasir di Pandansimo, Bantul yang menggunakan produk-produk NASA, dimana lahan pasir ini merupakan laboratorium alam yang digunakan untuk penelitian. Ternyata mereka begitu takjub dengan melihat berbagai macam tanaman yang tumbuh di atas pasir itu. Ya, di lahan tersebut ada tanaman padi, kacang tanah, kurma, cabai dan sebagainya yang tumbuh subur.
Dengan kondisi ini mereka sangat tertarik dan mencoba kedepan menggalang kerjasama dengan PT. NASA untuk memajukan dunia pertanian di Kabupaten Malang khususnya dan di Jawa Timur pada umumnya. Semoga niat mereka akan tercapai.

Tanggal Publikasi: 11-December-09, Jam : 09:27:29

Oleh: wongtani | 6 Desember 2009

CVPD JERUK

CVPD (Liberobacter asiaticum)

citrus huanglungbin

Citrus greening symptoms, Kenya 1991.

Nama umum : citrus huanglungbin (greening) disease
Klasifikasi : Kingdom : Proteobacteria
Kelas : Rhodospirilli
Ordo : Rhizobiales
Famili : Rhizobiaceae

Sumber gambar : CABI

Penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD)/

Citrus Huang Lung Bin/ Citrus Greening

(Bakteri Liberobacter asiaticum)

Morfologi dan daur hidup

Disebut juga “greening” kini namanya secara internasional telah dibakukan menjadi “Huang Lung  Bin” atau kira-kira berarti penyakit yang menyebabkan daun berwarna kuning. Penyakit ini disebabkan oleh suatu bakteri perusak jaringan phloem yang tidak dapat dikulturkan disebut Liberobacter asiaticum dan berbeda dengan yang berkembang di benua Afrika yaitu Liberobacter africanum.

Penyakit ini terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Baca Lanjutannya…

Oleh: wongtani | 30 November 2009

VIRUS KUNING CABAI

WASPADALAILAH TERHADAP SERANGAN VIRUS KUNING CABAI

Berdasarkan informasi dari Dewan Hortikultura Indonesia (DHI) dan  laporan petugas POPT daerah sentra-sentra produksi tanaman cabai, bahwa serangan virus kuning pada tanaman cabai (virus gemini) saat ini sudah terdapat hampir di seluruh sentra produksi cabai dan mengancam upaya peningkatan agribibisnis cabai secara nasional. Di tingkat lapang, virus Gemini juga diketahui menyerang tanaman melon.

  Penyakit virus kuning termasuk ganas, cepat menyebar dan sangat sulit dikendalikan, antara lain karena mudah ditularkan oleh serangga vektor kutu kebul (Bemicia tabaci). Tanaman inangnya banyak, baik yang dibudidayakan maupun liar/gulma, tidak ada pestisida yang dapat mengendalikan virus, dan belum diketahui varietas yang tahan. Oleh karena itu apabila tidak dilakukan lengkah-langkah pengendalian yang konkret di lapangan, dikhawatirkan menjadi ancaman serius terhadap penurunan produksi cabai.

Baca Lanjutannya…

Oleh: wongtani | 28 November 2009

Pro-Kontra ‘Food Estate’

Rencana pemerintah memberikan lampu hijau kepada swasta baik dalam negeri dan asing menanamkan modalnya pada usaha budidaya tanaman pangan patut dicermati. Bahkan berbagai kalangan pun masih pro kontra terhadap invetasi besar-besaran di sektor yang selama ini menjadi penyedia hajat hidup orang banyak.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Hendri Saragih menyesalkan langkah yang diambil pemerintah untuk mendongkrak produksi padi nasional melalui program food estate. Pengembangan food estate justru bertentangan dengan upaya pemerintah mendorong ekonomi kerakyatan, khususnya ekonomi kaum tani.

Menurutnya, dengan adanya pembukaan food estate, maka karakter pertanian dan pangan Indonesia makin bergeser dari peasant-based and family-based agriculture menjadi corporate-based food dan agriculture production. Kondisi ini justru melemahkan kedaulatan pangan Indonesia. Baca Lanjutannya…

Oleh: wongtani | 27 November 2009

Peringatan Dini Kondisi Cuaca di Indonesia

Ilustrasi

Jumat, 27 November 2009 | 08:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tentang kondisi cuaca di Indonesia yang berlaku mulai hari ini hingga 30 November.

Peringatan ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan aktivitas badai tropis NIDA di Samudera Pasifik sebelah utara Papua dan daerah pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan sebelah barat laut Kalimantan, di Samudera Hindia sebelah barat NAD serta barat daya Lampung. Badai tropis ini berpengaruh terhadap besarnya potensi pertumbuhan awan-awan hujan baik pada pagi, siang dan malam hari terutama di wilayah Indonesia sebelah selatan Khatulistiwa.

Disamping itu adanya anomali Outgoing Long Wave Radiation (OLR) di atas wilayah Indonesia terutama Indonesia tengah dan timur yang bernilai negatif (MJO aktif) serta suhu muka laut yang hangat dan kelembaban udara yang tinggi mendukung besarnya potensi curah hujan yang akan terjadi.

Wilayah yang berpotensi  hujan lebat disertai  petir dan angin kencang adalah pesisir Barat Sumatera, Sumatera bagian tengah dan selatan,  Jawa Barat, Banten,  Jabodetabek,  Jawa Tengah bagian utara dan barat,  Jawa Timur bagian utara,  Kalimantan bagian barat, timur dan selatan, sebagian besar Sulawesi, Maluku utara, tengah dan tenggara serta  Papua bagian barat dan tengah.

Catatan:

Menjadi perhatian bagi petani hortikultura didataran lebih rendah disampit agar waspada debit pasang dan limphan air hujan bisa merendam tanamn. Untuk Padi sawah masih no problem belum ada pertanaman…banjir akan terjadi disawah namun hanya hitungan jam dengan catatan seluruh saluran air telah dibersihkan.

Oleh: wongtani | 23 November 2009

Saatnya Musim Tanam

Bulan Nopember memasuki pertengahan, kelihatannya curah hujan sudah lebih dari cukup dan hampir merata di kawasan Kabupaten kotawaringin Timur yang tercinta ini. Walaupun hujan yang berlebih suka juga bikin jalanan banjir karena drainase yang kurang baik, namun patut disukuri karena hujan telah dinanti oleh petani dan pekebun pelaku agribisnis di Kota ini.

Program SLPTT MT okmar 2009 sudah mulai menggeliat, persiapan lahan sudah matang bahkan sebagian sudah melakukan persemaiaan, daerah selatan kota sampit merupakan sentra produksi padi seperti Kec. Teluk sampit, Mentaya Hilir Selatan dan Pulau Hanaut. Ketiga daerah tersebut memiliki areal sawah yang cukup luas dan apabila potensi itu bisa terbuka dan tergarap sebenarnya sampit tak kan mengalami kekurangan beras setiap tahunnya. Kendala utama secara intensifikasi petaninya masih tidak melaksanakan pemupukan berimbang, sehingga pemupukan dilakukan seadanya yang berakibat dengan rendahnya produktivitas. Kendala kedua mereka masih kekurangan sarana alsintan hand traktor yang dapat dipergunakan memperluas areal pertanaman dan percepatan tanam.

Menengok kearah utara diKecamatan Telawang terutama di desa Sebiru, pertanaman kedele, jagung dan ubi kayu nampak sangat bagus. Potensi lahan dan pasar tidak menjadi masalah, sehingga ada harapan daerah ini akan menjadi sentra palawija baru di Kabupaten Kotawaringin Timur. Sementara ke arah utara seperti Kecamatan parenggean potensi lahan palawija masih besar tersisa dari perkebunan sawit ataupun lahan warga yang belum ditanami sawit. Lahan yang ada segera difasilitasi Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Kotim untuk pengembangan ubi kayu dan merupakan juga upaya ketahanan pangan dengan diversifikasi komoditi pangan seperti pemberian bantuan BLBU Jagung Hibrida.

Begitu besar potensi namun mengapa pengembangan kedele dan jagung hibrida tidak membuat petani antusias, alasan utama mereka adalah pasar yang bisa menampung hasil panennya. Memang terasa lebih mudah memasarkan hasil kebun seperti sawit dan karet ketimbang berkuta di jagung dan kedele???…Apapun kendalanya mestinya usaha untuk menumbuhkan pasar dan mengembangkan komoditas strategis setelah padi yakni jagung dan kedele harus tetap dilakukan.

Oleh: wongtani | 10 November 2009

Menjadi Petani, suatu pekerjaan yang mulia

Oleh : Media – NASA

Yogyakarta (NASA) – Rombongan siswa Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah (setingkat SMP dan SMA) Pondok Pesantren Assalam Solo, Jawa Tengah pada hari rabu, 3 Nopember 2009 lalu mengunjungi Kantor Pusat PT. Natural Nusantara, Yogyakarta dalam rangka studi lapang dan dengan tujuan untuk lebih mengetahui keberadaan NASA dan produk-produk andalannya khususnya pada bidang agrokompleks disertai kunjungan ke Laboratorium NASA di pinggir pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta.
Rombongan berjumlah 125 orang ini diterima langsung oleh Direktur PT. NASA, Bp. Ir. Hana Indra Kusuma, MP didampingi oleh dua orang TS yakni Bp. Ir. Agus Budi Setyono dan Bp. Ir. Twaistrisna Hepiprana. Dalam kesempatan itu juga rombongan langsung memasuki Aula NASA lt. 1 dan diberikan informasi serta materi – materi seputar dunia pertanian di Indonesia dalam cakupan agrokompleks oleh Team NASA serta dijelaskan pula tentang visi dan misi NASA dalam memajukan dunia pertanian di negeri tercinta ini.
Setelah mengikuti penjelasan materi dunia pertanian di kantor NASA, rombongan diberangkatkan untuk mengunjungi laboratorium lahan pasir di pantai Pandansimo, Bantul. Mereka banyak yang dterperanga dan kagum melihat laboratorium NASA ini, karena di lahan pasir yang gersang tanaman bisa tumbuh subur, yang tentunya dengan menggunakan produk-produk pertanian NASA. Banyak dari peserta rombongan yang bertanya kepada Team NASA mengenai tanaman yang tumbuh subur di lahan pasir ini. LUAR BIASA ….. kesan dan ungkapan para peserta rombongan ini.
Dengan diadakannya acara ini para peserta yang berasal dari pondok pesantren ini, akan membuka wawasan bagi mereka bahwa dunia pertanian bisa dijadikan sebagai bidang unggulan dan juga bisa difungsikan sebagai profesi yang menjanjikan. “Jangan malu jadi petani, jadilah petani yang professional, karena pekerjaan ini juga merupakan pekerjaan yang mulia, ”Ujarnya Team NASA bangga dan semangat.
Semangat untuk menjadi petani yang profesional merupakan ungkapan jujur dari hati dan diri mereka, karena di era modern ini, anak-anak muda sekarang sepertinya sudah enggan dan malu jika menjadi seorang petani. Tetapi dengan teknologi NASA kini mereka siap dan tidak malu lagi jika nanti menjadi petani yang professional, karena menjadi petani merupakan suatu pekerjaan atau juga profesi yang memiliki jiwa mulia. Semoga cita-cita mereka terwujud untuk memajukan pula dunia pertanian di Indonesia. ….

Tanggal Publikasi: 09-November-09, Jam : 11:53:35

Oleh: wongtani | 8 November 2009

4500 Ha padi gogo

ciherang di gogokan/ladangTahun 2010 didepan mata…walaupun program SL_PTT MT okmar 2009 masih dalam perjalanan namun tantangan ditahun 2010 cukup besar. Kabupaten Kotawaringin Timur akan mendapatkan kegiatan SL-PTT padi Gogo seluas 4.500 ha. Kalau dari segi potensi lahan hal itu dianggap kecil, namun jika dihubungkan dengan SDM petani bila harus dilaksanakan tanpa bakar lahan rasanya “berat sekali terlaksana”.

Saat ini saya baru saja pulang dari kebun karet, dan pada bulan agustus-september terjadi kebakaran lahan dimana-mana, termasuk lahan disekitar kebun karetku, walaupun sudah aku bersihkan percikan api dari ladang tetangga akhirnya memusnahkan 100 an batang pokok karetku yang masih umur 5 bulan. Apa boleh buat dan hanya kuambil hikmahnya dengan memutuskan menggeser karet yang masih hidup kebelakang, dan bagian depan kuganti dengan jeruk siam purworejo, namun bukan masalah itu yang jadi pokok bahasan karena karet jeruk mudah saja kita budidayakan. Lahan disela tanaman karetku ditanami padi varitas Ciherang oleh petaniku, tumbuh dan perbedaan mencolok terjadi; pada tanah yang bekas terbakar permukaannya (gulma dll.) pertumbuhan padi luar biasa bagusnya sedangkan ditanah yang hanya disemprot herbisida dengan kondisi cukup bersih pertumbuhan padinya terlambat dan kalah jauh…!!!!

Semua ini adalah tantangan yang harus dijawab selaras dengan kebijakan olah tanah tanpa bakar, sebatas mana petani bisa melaksanakan itulah yang harus tetap dikawal. Untuk teknologi pemupukan disinilah peran Pupuk Organik dari PT. Nasa, dengan aplikasi penyemprotan Poc nasa plus Hormonik adalah cara yg rasional sekali karena tanaman padi gogo akan efektif menyerap unsur hara dari pupuk organik tersebut. Kalau aplikasi pupuk makro dengan cara disebar, akan dikhawtirkan terbuang percuma karena menguap dan tercuci saat hujan sehingga peran POC Nasa dan Hormonik sangat penting untuk menyuplai kebutuhan unsur hara yang lengkap bagi padi Gogo. Untuk mengantisipasi hal tersebut wongtani akan melaksanakan uji coba dilahannya sendiri dengan aplikasi POC Nasa dan Hormonik pada tanaman padi yang tumbuh dibekas kebakaran dan di tanah tanpa bakar.

Peluang juga tantangan bukan….Maju Kotimku Tuk Semua…

Oleh: wongtani | 6 November 2009

Terima Kasih, Petani Pahlawan Pangan

Terima Kasih, Petani Pahlawan Pangan

Sumber Berita : Tim Media Berita Pertanian Online

TEGAL – “Berkat panduan dari penyuluh, panen padi saya kali ini lebih baik. Bisa 9 ton lebih per hektarnya,” ungkap seorang petani peserta sekolah lapang pola pertanian terpadu (SL-PTT) di Indramayu kepada Menteri Pertanian Ir. H. Suswono MMA, Sabtu (31/1).

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Indramayu-Cirebon-Tegal tanggal 31 Oktober – 1 Nopember 2009 dalam kerangka penyerahan bantuan dana PUAP, LM3 dan SMD, Mentan menyempatkan singgah dan berdialog dengan para petani peserta SL-PTT di Indramayu. Dari dialog ini diperoleh informasi bahwa kemarau tidak terlalu berpengaruh pada hasil panen padi di sana. Bahkan sejumlah petani mengaku panen dalam kemarau tahun ini masih lebih baik dari tahun sebelumnya. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori