Oleh: Ari Sampit/wongtani | 25 Oktober 2014

Mencegah dan Mengatasi Penyakit Korisa pada Ayam

Mencegah dan Mengatasi Penyakit Korisa pada Ayam

Awalnya kasus ini ditemukan pada tahun 1932. Kasus ini diakibatkan adanya infeksi bakteri. Bagian tubuh yang diserang utamanya sistem pernapasan ayam bagian atas. Seringkali menginfeksi ayam petelur dan ditemukan juga pada ayam pedaging.

Saat menyerang ayam petelur, produksi telur akan berkurang dengan kisaran 10-14%. Tingkat kesakitannya pun sangat tinggi, mencapai 100%. Dan setelah terinfeksi, seumur hidup ayam akan “membawa” bakteri ini. Kasus ini ialah infectious coryza atau yang lebih kita kenal dengan sebutan korisa atau snot.

Kasus ini tentu sudah sangat familiar di peternak. Terlebih lagi kasus ini senantiasa mudah ditemukan atau boleh dikatakan penyakit yang “wajib” muncul di peternakan, terlebih lagi dengan sistem pemeliharaan multiage, yaitu dalam sebuah lokasi peternakan terdiri dari beberapa umur ayam.

Penyebabnya ialah Haemophilus paragallinarum. Bakteri ini termasuk bakteri Gram (-) yang bersifat fakultatif anaerobik, yaitu mampu hidup pada media yang ada maupun tidak ada oksigennya. Berbentuk coccobacilli (batang pendek), non motil (tidak bergerak) dan tidak membentuk spora.

Saat ini dikenal ada 3 serotipe, yaitu A (W), B (Spross) dan C (Modesto). Jika dilihat dari tingkat keganasan, serotipe A dan C lebih ganas dibandingkan serotipe B. Dan saat ini, ketiga serotipe ini sudah bisa ditemukan di lingkungan peternakan kita.

Perhatikan gejalanya

Gejala klinis atau gejala yang terlihat secara kasat mata akibat serangan korisa antara lain bersin diikuti keluarnya eksudat yang awalnya berwarna kuning encer lambat laun menjadi kental, bernanah, berbau busuk. Selain itu, mata membengkak dan tertutup serta pembengkakan sinus infraorbitalis. Gejala ini dengan mudah bisa dikenali, terlebih lagi kasus korisa ini cenderung selalu berulang pada setiap periode pemeliharaan.

Setelah terinfeksi, ayam biasanya akan menunjukkan gejala klinis dalam waktu 1-3 hari. Inilah yang dinamakan masa inkubasi, yaitu tenggang waktu awal infeksi sampai munculnya gejala ayam sakit. Manfaat mengetahui masa inkubasi ini ialah bisa membantu dalam penentuan waktu yang tepat untuk melakukan cleaning program atau pemberian antibiotik untuk pencegahan. Misalnya, di peternakan korisa sering menyerang umur 42 hari, dengan berdasarkan masa inkubasi 1-3 hari ini, maka pemberian antibiotik sebagai cleaning program bisa dilakukan pada umur 39 hari. Dan lama serangan penyakit ini sangat bervariasi, rata-rata 6-14 hari.

Selain pemberian antibiotik sebagai langkah pengobatan, yang tidak kalah penting adalah langkah pencegahanyang dapat menurunkan kerugian peternak dari jumlah ayam yang mati dan biaya obat yang harus dikeluarkan.Langkah pencegahan meliputi peningkatan daya tahan tubuh ayam dengan pemberian pakan yang lengkap nutrisi termasuk pemberian pakan suplemen kaya vitamin dan mineral seperti yang terdapat pada produk NASA yaituVITERNA, POC NASA dan HORMONIK sebagai pakan suplemen ternak dengan teknologi organik yang mengandung multi vitamin dan mineral organik yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ayam terhadap segala serangan penyakit. Selain itu produk NASA mengandung zat nutrisi yang dapat memacu pertumbuhan ayam sehingga dapat mempercepat waktu panen dengan bobot yang optimal yaitu rata-rata 32 hari dengan berat 1,9 – 2 kg per ekor. Kualitas daging yang dihasilkan pun mengalami peningkatan yaitu kadar protein daging lebih tinggi dan kadar lemak yang rendah. Produk NASA untuk ayam pedaging adalah VITERNA,POC NASA dan HORMONIK yang dicampur menjadi satu larutan dahulu dengan dosis : 1 tutup botol campuran ketiga produk NASA tersebut dicampur per 10 liter air minum diberikan setiap hari pada pagi hari. Untuk ayam petelur cukup menggunakan VITERNA saja dengan dosis 1 tutup botol VITERNAdicampur per 10 liter air minum diberikan 2-3 hari sekali.

Langkah Pencegahan yang lain adalah penyemprotan desinfektan pada kandang secara rutin 1 minggu sekali untuk membunuh bakteri, virus atau parasit yang terdapat pada kandang sehingga dapat menekan serangan penyakit korisa dan penyakit yang lain. Pengaturan sirkulasi udara agar suhu kandang selalu normal atau standar sehingga tidak menyebabkan suhu yang ekstrim di dalam kandang yang bisa memicu terjadinya serangan penyakit korisa. Pemantauan yang sering terhadap kondisi fisik ayam dapat membantu mencegah penyebaran penyakit korisa dengan segera memisahkan ayam yang sudah akut terkena korisa dari ayam yang sehat.

Demikian beberapa langkah pengobatan dan pencegahan terhadap penyakit korisa pada ayam sehingga para peternak diharapkan dapat melakukan upaya yang tepat agar tidak mengalami kerugian akibat serangan penyakit yang sangat beragam pada ayam. Salam sukses menuju Peternakan Organik.

Referensi : Poultry Indonesia Juni 2013

Copas dari my Company : PT.Natural Nusantara

Oleh: Ari Sampit/wongtani | 25 Oktober 2014

Rejeki Hujan, Rejekinya Petani Nasa

memulai

Memulai bagi sebagian orang adalah sesuatu yang kurang menyenangkan, namun bagi petani sayuran sampit memulai adalah hal yang menggembirakan. Menyambut hujan yang mulai menampakkan diri setelah beberapa bulan ditelan asap, teman petani mencuri start memuali lebih dahulu dengan menanam secepatnya. Minimum olah tanah, harapan tercukupi air dan persiapan pupuk makro mikro organik (Nasa) dan anorganik mas Herman meyakinkan diri mendahului tanam Timun dibekas tanaman tomat yang mengalami kerugian akibat kemarau panjang.

Prediksi boleh di utarakan namun keberanian memulai dan aksion tak semua dimiliki orang. ” Saya duluan pak ketimbang keduluan hujan dan banyak yang tanam ” dengan harapan panen harga lebih bersahabat seperti saat sekarang Timun tembus Rp. 6000/kg. Aamiin….Rejeki hujan rejekinya petani Nasa dan distributor Nasa.

Timun

Oleh: Ari Sampit/wongtani | 8 Oktober 2014

Tangguh Decomposer ( Pupuk Hayati )

Tangguh Decomposer

Call Ari Wongtaniku 081250981098

TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer, Salah satu produk terbaru dari NASA PT Natural Nusantara bersamaan dengan TANGGUH Probiotik yang akan membantu petani dalam meningkatkan hasil produksinya dengan tetap memenuhi standar Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian (K3). Produk Pupuk Hayati ini murni terbuat dari bahan-bahan alami ramah lingkungan sehingga aman untuk lingkungan dan manusia.

TANGGUH Dekomposer ini mengandung mikroorganisme berguna sebagai :

  • Mikrobia perombak bahan-bahan organik
  • Mikrobia penambat Nitrogen (N)
  • Mikrobia pelarut Phospat (P)
  • Mikrobia penghasil fitohormon
  • Mikrobia bermanfaat lainnya

Manfaat Pupuk Hayati & Dekomposer TANGGUH

  • Mempercepat proses dekomposisi / perombakan bahan organik untuk menghasilkan nutrisi tersedia bagi tanaman.
  • Berfungsi sebagai bahan pembenah tanah.
  • Menetralisir senyawa-senyawa berbahaya dan mempercepat penguraian sisa pupuk kimia dan bahan organik yang ada di tanah.
  • Meningkatkan efektifitas penyerapan pupuk kimia.
  • Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan hasil panen

Kandungan Pupuk Hayati & Dekomposer TANGGUH

Azotobacter sp 106 cfu/ml
Aspergillus sp 105 cfu/ml
Lactobacillus sp 107 cfu/ml
Streptomyces sp 106 cfu/ml
Tricoderma sp 105 cfu/ml
Saccharomyces sp 107 cfu/ml

Keterangan: Tidak mengandung bakteri merugikan (Patogen) dan logam berat

Cara Pemakaian Pupuk Hayati & Dekomposer TANGGUH

Pemakaian Sebagai Dekomposer

  1. Siapkan bahan baku (jerami, kotoran hewan, seresah, tandan kosong kelapa sawit, sampah organik, dll) yang akan di fermentasi.
  2. Campur TANGGUH Dekomposer 1 liter dengan air secukupnya (lebih baik lagi ditambahkan Molase / gula merah / gula pasir 1/4 kg + Urea 1/4 kg untuk mempercepat fermentasi) untuk 1-2 ton bahan yang akan difermentasi.
  3. Semprot / Siram larutan sampai merata pada bahan baku.
  4. Atur tumpukan bahan yang telah tercampur, dengan ketinggian maksimal 1 meter.
  5. Tutup bahan yang telah tercampur, diusahakan bahan terhindar dari hujan ataupun panas matahari secara langsung.
  6. Lakukan pembalikan minimal 5-10 hari sekali.
  7. Jaga kelembaban, jangan terlalu kering atau terlalu basah. Apabila terlalu kering semprotkan/siramkan air secukupnya.
  8. Setelah 1-3 minggu (tergantung jenis bahan) akan jadi matang dengan ciri-ciri : meremah, suhu dingin, warna menjadi lebih gelap daripada bahan aslinya.

PEMAKAIAN Sebagai Pupuk Hayati

Kebutuhan TANGGUH Pupuk Hayati: 3 – 6 liter/ha.

  • Penyiraman ke tanah dengan dosis 2-3 cc/liter air (1 tutup botol / 5 liter air)
  • Penyemprotan ke tanaman dengan dosis 50-70 cc/tangki (5 tutup botoltangki)

TANGGUH Pupuk Hayati & Dekomposer Sangat Baik Untuk Semua jenis Tanaman Pangan, Buah-Buahan dan Perkebunan. Dapatkan segera hanya di Distributor Resmi NASA atau STOKIS NASA KH. 745 Kalimantan Tengah

Pupuk Hayati Tangguh Nasa

Mau Jadi Distributor Resmi, kontak Ari 081250981098

Harga 1 ltr Rp. 75.000 (Wilayah I)

arione
Kontak kami :
Joko Ari Priyatmoko, SP/Wongtaniku
Stokis Nasa KH.745
Hp. 081250981098 PIN. 3328BAA8
WA. 082110791717
Oleh: Ari Sampit/wongtani | 9 September 2014

Bakteri VS Bakteri

Pengendali Hawar daun bakteri

Pengendali Hawar daun bakteri

Xanthomonas campestris pv oryzae kadang dikenal petani penyakit kresek, sebab dampak serangan daun menjadi kering dan menimbulkan bunyi kresek-kresek ketika bersinggungan.  Bakteri ini mengintai padi sejak pembibitan hingga panen, artinya bisa menyerang padi tanpa mengenal usia.  Pada tahap pembibitan, serangan ditandai bercak bercak basah di tepi daun. Bercak itu kemudian meluas, daun menguning lalu mengering.  Di pertanaman gejala yang lazim dengan adanya garis-garis basah yang meluas dalam 2-3 hari, ditepi daun muncul bercak-bercak dan dalam 3-5 hari daun menguning.  Batas antar bercak dengan daun sehat ditandai dengan bagian yang tampak basah. 

Hawar daun bakteri merupakan momok menakutkan bagi petani, mampu menurunkan hasil sampai 50 % bahkan kalau parah bisa saja puso.  Bagaimana tidak mengurangi hasil panen bila serangan terjadi dimasa vegetatif terus menuju stadia  generatif membuat daun tidak bisa melaksakan salah satu fungsinya yakni fotosintesis.  Pemupukan urea hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, pemupukan yang berlebih akan membuat tanaman rentan serangan cendawan atau bakteri,  karena dinding sel menipis.

Kini saatnya kita manfaatkan bakteri “baik” corynebacterium untuk mengamankan serangan penyakit Kresek ini dengan cara sebagai berikut :

1. Rendam Benih Padi dalam larutan 2 sendok makan Corrin atau 2-4 gram per liter iter air bisa ditambahkan 2 ml/liter Poc Nasa.

2. Semprot bibit umur 15 hari atau 2 hari sebelum cabut dengan dosis 2 sendok makan corrin pertangki 14-16 liter.

3. Ulangi penyemprotan umur 25 , 30 dan 45 HST dosis 2 – 3 sendok makan corrin (2-4 gram/liter) pertangki 14-16 liter

4. Penyemprotan dilakukan pada sore hari supaya bakteri tidak mati terpapar ultra violet matahari.

corynebacterium tersedia dengan nama produk Corrin dari PT. Natural Nusantara Siap membantu petani padi mengendalikan penyakit Kresek alias Hawar Daun bakteri. 

Order cepat : Call/sms Ari Sampit 081250981098

Oleh: Ari Sampit/wongtani | 18 Juli 2014

Apa kabar petani padi,

Menghilang atau bersembunyi atau males update ya, apa kabar wongtaniku ? Apa kabar juga Petani Padiku ?

ipp

panen padi di desa lempuyang kecil

Kurun waktu yang cukup panjang menghilang bukan berarti kehilangan momentum, namun menulis ternyata diperlukan kebiasaan he he he.   Kali ini musim panen padi sudah hampir selesai dan sebagian sudah berani mencoba peruntungan dengan menggarap lagi sawahnya dengan dibayangi musim yang belum menentu antara kemarau pendek atau panjang.  Kegigihan itu memang milik mereka tanpa itu pundi pundi uang yang diperoleh belum cukup untuk menabung demi kepentingan yang lebih dari sekedar makan.

Catatan musim panen Juli 2014 ini diwarnai penurunan hasil yang signifikan akibat serangan hama walang sangit yang ternyata kebal terhadap berbagai pestisida, dari berbagai sumber petani perolehan mereka hanya tingal 50 – 40 % dari biasanya mereka dapatkan.  Situasi ini jadi perhatian khusus musim tanam selanjutnya untuk lebih baik memanfaat pestisida,  diantara kebingungan petani di bulan juni menghadapi hama walang sangit yang disemprot sekian merek pestisida ( 20)  tidak mati, jawabannya ternyata pada bahan aktif azadirachtin merek Biagro  yang mampu memuaskan kebingungan petani padi dengan menyaksikan tewasnya sang walang sangit.  Sayang sekali saat itu stock tidak mencukupi sehingga serangan terus berlanjut namun demikian petani sudah memiliki jawaban untuk menghadapi “invasi” walang sangit di musim tanam selanjutnya.

Apa kabar petani padi….? tetap semangat dan tetap berubah menuju hasil panen yang memuaskan, dan deal untuk perubahan tersebut dengan memberikan pemupukan yang berimbang terutama pemberian bahan organik dan unsur hara mikro yang selama ini mereka abaikan. Deal menggunakan Supernasa minimal 3 kg per hektar dan powernutrisi 3 kg per hektar disamping pemberian unsur hara makro NPK .

Apa kabar Petani Padi … Semangat Pagii !!!!

Oleh: Ari Sampit/wongtani | 10 Februari 2014

Kemarau dadakan

retakSudah bulan Februari 2014 to ini,,kok blog ini ditinggalkan tanpa update, ternyata saya terlalu asik dengan kebun jadi blognya hanya diintip tok ha ha ha, masuk di tahun 2014 ini yang menarik bagiku kok hujan ngadat hampir satu bulan di kota Sampit.   Ngadatnya hujan ini besar sekali pengaruhnya terhadap pertanian, sawah mulai retak padahal usia tanaman masih prematur, tanaman sayuran pun melayu, jadi ngadatnya hujan ini sudah diluar kebiasaannya sehingga musim tanam padi sempat akan terganggu dan jelas mengalami kemunduran waktu lagi,

ippBukan tanpa usaha untuk melakukan penyiraman, namun sarana masih kurang, menaikkan air ke sawah butuh pompanisasi disamping itu debit air sungau sering lolos karena pintu-pintu air tak terbangun dengan tepat (kudu segera koordinasi), sementara kebun-kebun yang jauh dari sungai mengupayakan dengan sumur bor namun sayang airnya kok asin ya,,, jadinya akhirnya pasrah menunggu hujan.

Begitu pentingnya air untuk dunia pertanian, sehingga diperlukan pemikiran dan tindakan yang tepat agar masalah ini tidak terulang,  walaupun Sampit sentra padinya dilahan pasang surut namun saat ini banyak yang sudah tidak terpengaruh oleh luapan air pasang.  Begitu pula pada komoditi hortikultura masih sangat tergantung musim hujan, ayo dong mikir mikir mikir dan tindaki (nyemangati saya sendiri he he he).

jeruk sampitBagiku yang pekebun jeruk fenomena ini ga masalah buat tanaman jeruk, malah jeruk terlihat semakin tumbuh tunas tunas baru, sebagian membawa bunga. Semakin mantap dengan aplikasi pupuk orhanik PT.Natural Nusantara khususnya Supernasa, Power Nutrisi serta POC nasa dan Hormonik.  Rutinitas dan disiplin waktu aplikasi sangat menentukan, namun demikian tetap selalu dilakukan uji coba dengan penambahan pupuk makro dari Yara Mila.

Bagaimanapun alam sudah sesuai maunya, kita lah yang mestinya tidak “serakah”…kemarau dadakan ini semoga membuat melek.

Oleh: Ari Sampit/wongtani | 7 Agustus 2013

IDUL FITRI 1434 H

Hadiah hujan menjelang buka puasa di akhir Ramadhan tahun 2013 ini membuat sejuk sang bumi dan penghuninya, Lebaran oh lebaran lagi,,,,,,, begitu cepat waktu begitu cepat berlalunya Bulan penuh Berkah.  Kota sampit terguyur hujan seolah curahan maaf terpaparkan dari “langit”.

Kepada semua saudaraku dan sahabat di dunia maya, begitu juga semua saudaraku di Nasa (Natural Nusantara) dengan Rendah hati dan tulus ikhlas saya pengelola Stokis KH.745 dan blog http://www.wongtaniku.wordpress.com, http://www.herbastamine.wordpress.com dan http://www.borneonasa.blogspot.com  Memohon maaf lahir dan bathin atas semua khilaf dan salah baik yang disengaja dan tidak disengaja dalam berinteraksi selama ini dalam upaya melayani kebutuhan produk agrokompleks Nasa maupun sekedar berbagi pengalaman.

SELAMAT BERKUMPUL DENGAN KELUARGA, SELAMAT BERLEBARAN….

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 493 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: