Oleh: wongtani | 9 September 2014

Bakteri VS Bakteri

Pengendali Hawar daun bakteri

Pengendali Hawar daun bakteri

Xanthomonas campestris pv oryzae kadang dikenal petani penyakit kresek, sebab dampak serangan daun menjadi kering dan menimbulkan bunyi kresek-kresek ketika bersinggungan.  Bakteri ini mengintai padi sejak pembibitan hingga panen, artinya bisa menyerang padi tanpa mengenal usia.  Pada tahap pembibitan, serangan ditandai bercak bercak basah di tepi daun. Bercak itu kemudian meluas, daun menguning lalu mengering.  Di pertanaman gejala yang lazim dengan adanya garis-garis basah yang meluas dalam 2-3 hari, ditepi daun muncul bercak-bercak dan dalam 3-5 hari daun menguning.  Batas antar bercak dengan daun sehat ditandai dengan bagian yang tampak basah. 

Hawar daun bakteri merupakan momok menakutkan bagi petani, mampu menurunkan hasil sampai 50 % bahkan kalau parah bisa saja puso.  Bagaimana tidak mengurangi hasil panen bila serangan terjadi dimasa vegetatif terus menuju stadia  generatif membuat daun tidak bisa melaksakan salah satu fungsinya yakni fotosintesis.  Pemupukan urea hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, pemupukan yang berlebih akan membuat tanaman rentan serangan cendawan atau bakteri,  karena dinding sel menipis.

Kini saatnya kita manfaatkan bakteri “baik” corynebacterium untuk mengamankan serangan penyakit Kresek ini dengan cara sebagai berikut :

1. Rendam Benih Padi dalam larutan 2 sendok makan Corrin atau 2-4 gram per liter iter air bisa ditambahkan 2 ml/liter Poc Nasa.

2. Semprot bibit umur 15 hari atau 2 hari sebelum cabut dengan dosis 2 sendok makan corrin pertangki 14-16 liter.

3. Ulangi penyemprotan umur 25 , 30 dan 45 HST dosis 2 – 3 sendok makan corrin (2-4 gram/liter) pertangki 14-16 liter

4. Penyemprotan dilakukan pada sore hari supaya bakteri tidak mati terpapar ultra violet matahari.

corynebacterium tersedia dengan nama produk Corrin dari PT. Natural Nusantara Siap membantu petani padi mengendalikan penyakit Kresek alias Hawar Daun bakteri. 

Order cepat : Call/sms Ari Sampit 081250981098

Oleh: wongtani | 18 Juli 2014

Apa kabar petani padi,

Menghilang atau bersembunyi atau males update ya, apa kabar wongtaniku ? Apa kabar juga Petani Padiku ?

ipp

panen padi di desa lempuyang kecil

Kurun waktu yang cukup panjang menghilang bukan berarti kehilangan momentum, namun menulis ternyata diperlukan kebiasaan he he he.   Kali ini musim panen padi sudah hampir selesai dan sebagian sudah berani mencoba peruntungan dengan menggarap lagi sawahnya dengan dibayangi musim yang belum menentu antara kemarau pendek atau panjang.  Kegigihan itu memang milik mereka tanpa itu pundi pundi uang yang diperoleh belum cukup untuk menabung demi kepentingan yang lebih dari sekedar makan.

Catatan musim panen Juli 2014 ini diwarnai penurunan hasil yang signifikan akibat serangan hama walang sangit yang ternyata kebal terhadap berbagai pestisida, dari berbagai sumber petani perolehan mereka hanya tingal 50 – 40 % dari biasanya mereka dapatkan.  Situasi ini jadi perhatian khusus musim tanam selanjutnya untuk lebih baik memanfaat pestisida,  diantara kebingungan petani di bulan juni menghadapi hama walang sangit yang disemprot sekian merek pestisida ( 20)  tidak mati, jawabannya ternyata pada bahan aktif azadirachtin merek Biagro  yang mampu memuaskan kebingungan petani padi dengan menyaksikan tewasnya sang walang sangit.  Sayang sekali saat itu stock tidak mencukupi sehingga serangan terus berlanjut namun demikian petani sudah memiliki jawaban untuk menghadapi “invasi” walang sangit di musim tanam selanjutnya.

Apa kabar petani padi….? tetap semangat dan tetap berubah menuju hasil panen yang memuaskan, dan deal untuk perubahan tersebut dengan memberikan pemupukan yang berimbang terutama pemberian bahan organik dan unsur hara mikro yang selama ini mereka abaikan. Deal menggunakan Supernasa minimal 3 kg per hektar dan powernutrisi 3 kg per hektar disamping pemberian unsur hara makro NPK .

Apa kabar Petani Padi … Semangat Pagii !!!!

Oleh: wongtani | 10 Februari 2014

Kemarau dadakan

retakSudah bulan Februari 2014 to ini,,kok blog ini ditinggalkan tanpa update, ternyata saya terlalu asik dengan kebun jadi blognya hanya diintip tok ha ha ha, masuk di tahun 2014 ini yang menarik bagiku kok hujan ngadat hampir satu bulan di kota Sampit.   Ngadatnya hujan ini besar sekali pengaruhnya terhadap pertanian, sawah mulai retak padahal usia tanaman masih prematur, tanaman sayuran pun melayu, jadi ngadatnya hujan ini sudah diluar kebiasaannya sehingga musim tanam padi sempat akan terganggu dan jelas mengalami kemunduran waktu lagi,

ippBukan tanpa usaha untuk melakukan penyiraman, namun sarana masih kurang, menaikkan air ke sawah butuh pompanisasi disamping itu debit air sungau sering lolos karena pintu-pintu air tak terbangun dengan tepat (kudu segera koordinasi), sementara kebun-kebun yang jauh dari sungai mengupayakan dengan sumur bor namun sayang airnya kok asin ya,,, jadinya akhirnya pasrah menunggu hujan.

Begitu pentingnya air untuk dunia pertanian, sehingga diperlukan pemikiran dan tindakan yang tepat agar masalah ini tidak terulang,  walaupun Sampit sentra padinya dilahan pasang surut namun saat ini banyak yang sudah tidak terpengaruh oleh luapan air pasang.  Begitu pula pada komoditi hortikultura masih sangat tergantung musim hujan, ayo dong mikir mikir mikir dan tindaki (nyemangati saya sendiri he he he).

jeruk sampitBagiku yang pekebun jeruk fenomena ini ga masalah buat tanaman jeruk, malah jeruk terlihat semakin tumbuh tunas tunas baru, sebagian membawa bunga. Semakin mantap dengan aplikasi pupuk orhanik PT.Natural Nusantara khususnya Supernasa, Power Nutrisi serta POC nasa dan Hormonik.  Rutinitas dan disiplin waktu aplikasi sangat menentukan, namun demikian tetap selalu dilakukan uji coba dengan penambahan pupuk makro dari Yara Mila.

Bagaimanapun alam sudah sesuai maunya, kita lah yang mestinya tidak “serakah”…kemarau dadakan ini semoga membuat melek.

Oleh: wongtani | 7 Agustus 2013

IDUL FITRI 1434 H

Hadiah hujan menjelang buka puasa di akhir Ramadhan tahun 2013 ini membuat sejuk sang bumi dan penghuninya, Lebaran oh lebaran lagi,,,,,,, begitu cepat waktu begitu cepat berlalunya Bulan penuh Berkah.  Kota sampit terguyur hujan seolah curahan maaf terpaparkan dari “langit”.

Kepada semua saudaraku dan sahabat di dunia maya, begitu juga semua saudaraku di Nasa (Natural Nusantara) dengan Rendah hati dan tulus ikhlas saya pengelola Stokis KH.745 dan blog http://www.wongtaniku.wordpress.com, http://www.herbastamine.wordpress.com dan http://www.borneonasa.blogspot.com  Memohon maaf lahir dan bathin atas semua khilaf dan salah baik yang disengaja dan tidak disengaja dalam berinteraksi selama ini dalam upaya melayani kebutuhan produk agrokompleks Nasa maupun sekedar berbagi pengalaman.

SELAMAT BERKUMPUL DENGAN KELUARGA, SELAMAT BERLEBARAN….

Oleh: wongtani | 2 Juni 2013

Berkebun dengan Nasa

IMG-20130526-02989Bertani yang juga berkebun sepertinya ga bisa jauh dari bau keringatku he he he…., tentunya menyehatkan sekaligus tabunganku kelak buat para penerusku.  Sangat menyenangkan sekali dan tau tau sudah sore, yah entah hanya memandangi tanaman, mupuk, nyemprot, ngobrol sama petani sekitar semua aktivitas dikebun membuat kepuasan tersendiri yang bagi sebagian orang pekerjaan ini masuk kasta yang kurang beruntung hi hi hi…(aku ga setuju lho..!). Nyatanya banyak Petani sukses kaya kok di mana-mana (termasuk anda yang membaca ini)

Berkebun selalu ditemani Produk Nasa, ini  yang membuat keyakinan bertambah untuk menghasilkan tanaman yang sehat, tentunya tidak mengesampingkan produk lainnya seperti Pupuk Makro majemuk maupun tunggal dan beberapa produk milik sahabat fb yang kebutuhannya disesuaikan kondisi tanaman dan lingkungan di sini. Pendamping Pupuk Nasa sinergis mengahasilkan produksi yang diharapkan diantaranya NPK Yara Mila dan beberapa Produk dari PT.BMA.

Produk Nasa yang selalu di pakai dalam merawat tanaman Jeruk, Karet juga sayuranku adalah :

1. Poc Nasa, Pupuk organik cair Nasa (Nusantara Subur alami) ini senantiasa tidak lepas perannya di setiap budidaya yang kulakukan, baik itu tanaman sayuran, pangan dan tanaman perkebunan. Hal ini sesuai formulasinya dan sudah kupakai sejak tahun 2005 di Sampit bersama Petani.

Kandungan :

N 0.12%, P2O5 0.03%, K 0.31%, Ca 60.40 ppm, S 0.12%, Mg 16.88 ppm, Cl 0.29%, Mn 2.46 ppm, Fe 12.89 ppm, Cu <0.03 ppm, Zn 4.71 ppm, Na 0.15%, B 60.84 ppm, Si 0.01%, Co <0.05 ppm, Al 6.38 ppm, NaCl 0.98%, Se 0.11 ppm, As 0.11 ppm, Cr <0.06 ppm, Mo <0.2 ppm, V <0.04 ppm, SO4 0.35%, C/N ratio 0.86%, ph 7.5, Lemak 0.44%, Protein 0.72%

Kandungan Lain :
Asam-asam organik (Humat 0,01%, Vulvat, dll)
Zat Perangsang Tumbuh : Auksin, Giberelin, Sitokinin.

2. Hormonik

Hormon organik ini selalu setia menemani POC Nasa, sejak awal perlakuan benih tanaman, masa vegetatif dan terlebih masa generatif .  Dosisnya menyesuaikan aturan hanya 10 ml pertangki namun pada prakteknya disesuaikan kebutuhan tanaman dan pengalaman petani menghadapi tumbuh kembang tanamannya.  HORMONIK memacu pertumbuhan, pengumbian, pembungaan dan pembuahan tanaman untuk mendapatkan hasil panen optimal. HORMONIK mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Organik terutama Auksin, Giberelin dan Sitokinin, di formulasikan dari bahan alami yang dibutuhkan oleh semua jenis tanaman. HORMONIK tidak membahayakan ( aman ) bagi kesehatan manusia maupun binatang.

3. Super Nasa. Produk satu ini sejak awal bergabung di Nasa tak pernah ketinggalan ku pakai, dari bentuknya yang masih pasta sampai ke padat (serbuk), terbukti membuat tanamanku lebih bagus, dan tentunya diikuti petani khususnya komoditi hortikultura yang banyak menyerap produk ini. Kesuburan tanah terdongkak baik itu kesuburan kimia, fisik dan biologis,  tanah semakin gembur plus dapat melarutkan residu pupuk kimia untuk dapat diserap tanaman, memacu pertumbuhan tanaman, merangsng pembungaan, pembuahan dan mengurangi kerontokan bunga dan buah.

Kandungan Super Nasa :

Total (N+P2O5+K2O) 8.60%, C Organik 30.27%, Zn 41.04 ppm,  Cu 8.43 ppm, Mn 80.12 ppm, Co 12.77 ppm, Fe 0.45 ppm, Ca 1.46%, S 1.43%, Mg 0.4%, Cl 1.27%, Na 0.11% Si 0.3%, Al 0.11%, NaCl 2.09%, So4 4.31%, pH 7.84, C/N ratio 12.36%, Lemak 0.07%, Protein 16.69, Karbohidrat 1.01%
Asam Humat 1.29%, Kadar Air 28.23%
Bebas Logam Berat (Pb, Cd, Hg, As) Bebas Mikroba (E.Coli, Salmonella)

Ketiga pupuk tersebut selalu terpakai namun demikian produk lainnya seperti POWER NUTRISI kini saatnya memegang peranan penting mengingat tanaman jeruk sudah waktunya produksi dan harus dipacu dengan mengaplikasikan Power Nutrisi secara rutin 4 bulan sekali.  Menghadapi bahaya laten hama dan penyakit juga sudah diaplikasikan Gliocadium, Pentana, Pestona dan Metilat Plus untuk perangkap Lalat Buah.

jeruk ku IMG-20130525-02971IMG-20130526-02992

Demikian lengkap pasukan yang berdiri disamping saya, sehingga semakin asik saja berkebun yang menyehatkan.  Mari hijaukan bumi kita dan hijaukan hati anda…ayo  BERKEBUN DENGAN NASA

Oleh: wongtani | 30 Mei 2013

Susur Sawah Pulau Hanaut

Peta Hasil Susur Sawah di Kec. Pulau Hanaut

Peta Hasil Susur Sawah di Kec. Pulau Hana

Memperhatikan pentingnya data luas sawah existing di Kabupaten Kotawaringin Timur dan upaya pencadangan lahan untuk pengembangan tanaman pangan khususnya padi, maka dilakukan susur sawah (pemetaan) tanggal 6 -11 Mei 2013 di Kecamatan Pulau Hanaut

Kecamatan Pulau Hanaut

      Kecamatan Pulau Hanaut merupakan salah satu dari 17 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Ibukota Kecamatan Pulau Hanaut terletak di Desa Bapinang Hulu. Letak Wilayah Pulau Hanaut adalah di bagian Utara berbatasan dengan Kecamatan Seranau, bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Kecamatan Teluk Sampit dimana wilayah bagian Selatan berbatasan dengan Laut Jawa dan bagian Timurnya berbatasan langsung dengan  Kabupaten Katingan.

Luas wilayah Kecamatan  Pulau  Hanaut  adalah  seluas  619  Km2       atau  3,75%  dari  keseluruhan luas  Kabupaten Kotawaringin Timur. Sebagian besar wilayah Kecamatan Pulau Hanaut merupakan dataran rendah. Berdasarkan data Podes 2011 tercatat sekitar 20 persen desa yang terletak di daerah pesisir pantai dan 60 persen desa terletak di dataran dengan ketinggian < 200 meter dari permukaan air laut serta 20 persen terletak di dataran dengan ketinggian < 500 meter. Dengan jumlah penduduk sebanyak 18.956 jiwa, desa terjauh di Kecamatan Pulau Hanaut adalah Desa Satiruk dengan jarak kurang lebih 24 km dari ibukota kecamatan. Untuk menuju desa tersebut hanya bisa di tempuh melalui jalur sungai yaitu dengan menggunakan kelotok atau perahu motor. Jarak ibukota kecamatan dengan ibukota kabupaten adalah 48 Km.

hanautSelama 6 hari mengakrabi kecamatan pulau hanaut, potensinya sungguh besar namun diakui prasarana nya jauh dari harapan, terutama jalan utama kecamatan yang menghubungkan ke desa-desa, terlebih jalan usaha tani ke sawah dan kebun.  Perjalanan kamipun mengalamai keasyikan tersendiri, melewati beberapa rintangan jalan yang rusak, jembatan dan selanjutnya di teruskan dengan “kelotok’ untuk menghemat waktu melakukan pengambilan koordinat pada titik tertentu sesuai tujuan kami memetakan sawah existing dan lahan pengembangan (cadangan).

ok9Penatnya menyusuri jalan dilanjutkan kelotok melintasi saluran primer sekunder hasil karya PU yang terawat dan sangat bermanfaat  terbayar dengan pemandangan hamparan luas sawah dan lahan juga sapaan akrab para kepala desa dan aparatnya dan suguhan makanan yang mewah.  Satu demi satu desa terselesaikan, satu demi satu masalah ( hambatan, peluang dan tantangan) saya baca di setiap lokasi sawah para petani sehingga semakin bisa memilah hal yang terbaik buat mereka kedepannya nanti.

Pantai SetirukAkhir dari perjalanan ini adalah Desa      satiruk, desa dijung selatan yang di anugerahi pantai putih dengan air yang jernih.  Sungguh pemandangan yang terbentang dari ukiran alam dan sentuhan deburan air yang di nuansai biru, putih dan coklat khasnya pantai yang tak tersentuh…..   Lupa sudah dengan rasa was-was melintasi muara dan pulang malam melintasi sungai dengan lampu seadanya.

Dukungan Luar biasa baik dari Pak Camat dan kru nya dengan menjadikan basecamp rumah dinas beliau untuk kegiatan ini sungguh sangat kami banggakan, mengkoordinasikan kepala desa untuk mengantar dan menjamu kamipun juga sukses he he he…Terimakasih Pak Camat Pulau Hanaut, Terimaksih juga Para bapak Kepala Desa dan Ketua Poktan.

Oleh: wongtani | 27 Mei 2013

SUPER NASA

SUPER NASAPUPUK ORGANIK PADAT POP SUPERNASA
Formula Khusus Terutama Untuk Tanaman Yang Dibuat Dari Murni Bahan-Bahan Organik Dengan Fungsi Yaitu :
A.FUNGSI UTAMA :
1.MEMPERBAIKI LAHAN-LAHAN YANG RUSAK :
   – Meningkatkan kesuburan fisik : Memperbaiki tanah yang keras berangsur-angsur menjadi gembur.
   – Meningkatkan kesuburan khemis : Memberikan semua jenis unsur makro dan unsur mikro lengkap bagi tanaman.
   – Meningkatkan kesuburan biologi : Membantu perkembangan mikro organisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
2.MENGURANGI JUMLAH PENGGUNAAN PUPUK NPK KIMIA (UREA, SP-36/TSP, KCL)  SEBESAR 25% – 50%
B.FUNGSI LAIN :
  1. MENINGKATKAN KUANTITAS DAN KUALITAS PRODUKSI TANAMAN.
  2. MELARUTKAN SISA-SISA PUPUK KIMIA DALAM TANAH, SEHINGGA DAPAT DIMANFAATKAN TANAMAN KEMBALI.
  3. MEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN, MERANGSANG PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN SERTA MENGURANGI KERONTOKAN BUNGA DAN BUAH.
KANDUNGAN UNSUR :
Total (N+P2O5+K2O) 8.60%, C Organik 30.27%, Zn 41.04 ppm,  Cu 8.43 ppm, Mn 80.12 ppm, Co 12.77 ppm, Fe 0.45 ppm, Ca 1.46%, S 1.43%, Mg 0.4%, Cl 1.27%, Na 0.11% Si 0.3%, Al 0.11%, NaCl 2.09%, So4 4.31%, pH 7.84, C/N ratio 12.36%, Lemak 0.07%, Protein 16.69, Karbohidrat 1.01%
Asam Humat 1.29%, Kadar Air 28.23%
Bebas Logam Berat (Pb, Cd, Hg, As)
Bebas Mikroba (E.Coli, Salmonella)
Ijin Dep. Perdagangan RI : No. Reg. 503/00.1999/B/ILMK/V
Ijin Dep. Pertanian RI : No. P.002/ORGANIK/PPI/X/2005
Sucofindo : 3561025
No. Reg. IDM 000021959
Order call/sms 081250981098

Order call/sms 081250981098

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.561 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: